Sumber : Istimewa
GANDA Raharja Rusli, Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank Indonesia (Allo Bank), meyakini mindset “trust but verify” dalam menjalankan kepemimpinan nya. Slogan yang ia ambil dari perkataan mantan Presiden AS, Ronald Reagan, ini sangat melekat dalam prinsip kepemimpinannya. Baginya, seorang pemimpin perlu mem berikan kepercayaan kepada jajarannya, tapi tak berarti lepas tangan.
“Kita percaya, tetapi tetap kita pantau. Jadi, jangan sampai hanya memberi kepercayaan lalu dilepas begitu saja,” ujar Ganda.
Filosofi tersebut ia terjemahkan dengan memilih orangorang tepercaya untuk bergabung di timnya, mendukung mereka untuk bersama sama menjalankan tugas divisi, de ngan tetap memantau semua proses tugas. Bagi Ganda, pemimpin yang baik mau mendengar setiap masukan lewat kepercayaan yang diberikan.
Sebagai pemimpin bidang manajemen risiko, kepatuhan, dan hukum, ia tak menampik bila timnya acapkali “bergesekan” dengan divisi lain. Sedikit gesekan baginya adalah hal wajar, mengingat bidang yang dipimpinnya harus memberikan guidance agar inovasi teknologi mau pun layanan bank tidak bertentangan dengan prinsip tata kelola dan regulasi.
“Kalau mobil lagi ngebut, lalu kita injak rem pasti akan sedikit berdecit. Tugas kita adalah memastikan mobil tetap melaju, meski berdecit, tanpa harus terbalik. Jadi, tantangannya kita atasi dengan diskusi, dialog, dan kembali ingatkan bahwa tujuan bersamanya untuk mencapai tujuan perusahaan,” ucap bapak dua anak ini.
Pria yang menempatkan keluarga dan ibadah sebagai prioritas ini memandang grit dan wisdom sebagai satu paket kesa tu an yang perlu dimiliki individu, ter masuk para profesional muda.
Grit adalah daya juang yang mendorong individu untuk terus maju, bahkan bangkit saat jatuh dalam kegagalan. Tapi, jika tak disertai wisdom, seseorang bisa tergelincir ke dalam jebakan daya juang dan ambisi yang tak realistis.
“Ketika kita mampu menyusun prioritas yang tepat, maka kesuksesan dan karier akan mengikuti, dan bukan sebaliknya,” tutupnya. SW
“Kita percaya, tetapi tetap kita pantau. Jadi, jangan sampai hanya memberi kepercayaan lalu dilepas begitu saja,” ujar Ganda.
Filosofi tersebut ia terjemahkan dengan memilih orangorang tepercaya untuk bergabung di timnya, mendukung mereka untuk bersama sama menjalankan tugas divisi, de ngan tetap memantau semua proses tugas. Bagi Ganda, pemimpin yang baik mau mendengar setiap masukan lewat kepercayaan yang diberikan.