Belum ada produk di keranjang belanja kamu

JAMKRINDO

Green Campreneur: Strategi Jamkrindo Menempa UMKM Naik Kelas

Bagi UMKM, tumbuh hanyalah awal. Ujian sesungguhnya datang ketika usaha harus naik kelas, dituntut lebih tertata, lebih adaptif, sekaligus semakin siap berhadapan dengan akses pembiayaan. Persoalan itulah yang coba dijawab PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) melalui Green Campreneur 2026.

Oleh Ranu Arasyki Lubis
Sumber : Infobank

Sumber : Infobank

Mengusung tema “Tumbuh Lestari, Siap Akselerasi”, program tersebut mempertemukan 30 UMKM Hijau dan Eco Startup terpilih dari sekitar 300 pendaftar. Program ini merupakan program unggulan Jamkrindo yang telah dilakukan sejak tahun 2023.

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Akhmad Albaasithu menjelaskan, langkah ini bukan sekadar merayakan HUT RI ke-81, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi melalui UMKM Hijau yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Dan, di satu sisi, perseroan juga ingin membentuk nilai bersama (Creating Shared Value/CSV) melalui penguatan UMKM dan ekosistem usaha berkelanjutan.

“Semangat kemerdekaan juga berarti mendorong masyarakat untuk semakin mandiri secara ekonomi. Melalui Green Campreneur, kami ingin membantu UMKM tumbuh lebih kuat, berdaya saing dan mampu memberikan dampak yang lebih luas,” ujar Akhmad kepada Infobank di pertengahan Agustus ini.

Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan omzet. Pelaku usaha juga perlu memiliki pengelolaan bisnis yang baik, adaptif dan berkelanjutan. Green Campreneur 2026 berlangsung pada 14–16 Agustus 2026 di Katilu Nature Lodge, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Melalui 3-Day High-Drill Bootcamp, peserta mendapatkan pembekalan mengenai ESG dan green impact, ekonomi sirkular, manajemen keuangan, pemasaran digital, business pitching serta pengukuran dampak sosial dan lingkungan.

Dari sisi dukungan terhadap akses pembiayaan, peserta mendapatkan pelatihan bankability dan manajemen keuangan, termasuk standardisasi pencatatan menggunakan aplikasi UMKMLAYAK Jamkrindo dan SIAPIK Bank Indonesia. Peserta juga dibekali kemampuan pemasaran digital melalui Green Content & Story-Selling Sprint serta business pitching melalui The 4-Slide Tactical Pitch Masterclass.

“Kami ingin membangun pipeline UMKM yang semakin siap untuk berkembang. Bankability menjadi penting karena usaha yang sehat dan memiliki pencatatan yang baik akan lebih siap terhubung dengan lembaga pembiayaan,” ujar Akhmad.

Pada Grand Demo Day, peserta mempresentasikan model bisnis, aspek keuangan, pemasaran serta dampak sosial dan lingkungan. Tahap ini juga menjadi bagian dari penilaian Golden Ticket Modal TJSL Jamkrindo dengan total bantuan modal kerja sebesar Rp35 juta, sesuai mekanisme dan ketentuan program.

Setelah bootcamp, peserta mendapatkan pendampingan daring selama tiga bulan untuk menerapkan pembelajaran dalam pengembangan usaha, termasuk aspek keuangan, model bisnis, pemasaran, produksi, pengukuran dampak dan kesiapan pembiayaan.

“Keberhasilan program tidak hanya dilihat dari pelaksanaan bootcamp. Kami ingin melihat perubahan setelah program. Peserta diharapkan menjadi lebih profesional, bankable dan mampu mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Melalui Green Campreneur 2026, Jamkrindo menargetkan terbentuknya pipeline UMKM Hijau yang lebih bankable dan berdaya saing, sekaligus memperluas jejaring dan peluang akses pembiayaan serta penjaminan.

“Kemerdekaan juga berarti kemampuan untuk berdiri mandiri dan terus berkembang. Kami berharap peserta Green Campreneur menjadi bagian dari pelaku usaha yang mandiri, inovatif dan berdaya saing. Ketika UMKM semakin kuat, fondasi ekonomi nasional juga semakin kuat,” ucap Akhmad.

Green Campreneur 2026 pun tidak berhenti sebagai program pelatihan. Program ini menjadi pijakan agar UMKM Hijau mampu tumbuh lebih profesional, semakin bankable, dan memiliki daya tahan untuk menghadapi perjalanan bisnis yang lebih panjang. RAL

 

Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Akhmad Albaasithu menjelaskan, langkah ini bukan sekadar merayakan HUT RI ke-81, tetapi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi melalui UMKM Hijau yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing. Dan, di satu sisi, perseroan juga ingin membentuk nilai bersama (Creating Shared Value/CSV) melalui penguatan UMKM dan ekosistem usaha berkelanjutan.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi September 2026

Rp 65.000

BELI