Rating anak usaha BUMN tahun ini diikuti oleh 79 perusahaan. Sebanyak 37 perusahaan di antaranya mendapat predikat “sangat bagus”. PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) menempati peringkat pertama.
Sumber : Istimewa
DI kelompok anak usaha BUMN, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) adalah juaranya. Di rating BUMN ini, IKT mendapat total skor 97,73% dengan predikat “sangat bagus”. Dari 79 anak usaha BUMN yang dirating, 37 perusahaan berpredikat “sangat bagus” dan salah satunya adalah IKT yang menduduki posisi teratas. Pencapaian IKT yang gemilang ini berkat kinerja keuangannya yang tumbuh positif di sejumlah indikator utama sepanjang 2025.
Dari sisi bisnis, pendapatan usaha IKT, yang menjadi bagian dari Grup PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) ini, meningkat 12,80% menjadi Rp944,55 miliar pada 2025, dari Rp837,34 miliar pada 2024. Pertumbuhan pendapatan tersebut selaras dengan peningkatan laba. Laba usaha tercatat Rp300,86 miliar, sedangkan laba tahun berjalan Rp256,51 miliar. Laba tahun berjalan tersebut tumbuh 20,87% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan laba yang lebih tinggi daripada pendapatan, perusahaan mampu menjaga kualitas hasil usahanya seiring dengan peningkatan aktivitas bisnis.
Penguatan kinerja juga terlihat dari sisi neraca. Total aset perusahaan yang dipimpin Bagus Dwipoyono sebagai direktur operasi dan teknik merangkap direktur utama ini mencapai Rp2,06 triliun pada 2025, tumbuh 11,21% dibandingkan dengan 2024. Ekuitas meningkat 6,54% menjadi Rp1,36 triliun. Sementara itu, total kewajiban tercatat Rp697,43 miliar. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar asset perusahaan masih ditopang oleh ekuitas. Rasio ekuitas terhadap total aset mencapai 66,12%, sedangkan rasio kewajiban terhadap aset berada di 33,88%.
Dari sisi profitabilitas, kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan juga tergolong kuat. ROA IKT tercatat 13,12%, sedangkan ROE mencapai 19,45%. Kedua indikator tersebut memperlihatkan kemampuan perusahaan memanfaatkan aset dan modal untuk menghasilkan keuntungan. Kinerja tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam pemeringkatan, bersama dengan pertumbuhan aset, ekuitas, pendapatan usaha, dan laba tahun berjalan.
Jika dilihat dari perubahan kinerja, peningkatan pendapatan usaha sebesar Rp107,21 miliar menjadi salah satu penopang utama. Pada saat yang sama, laba tahun berjalan naik dari Rp212,22 miliar pada 2024 menjadi Rp256,51 miliar pada 2025. Artinya, tambahan skala bisnis tidak hanya menghasilkan pendapatan yang lebih besar, tapi juga mampu dikonversikan menjadi keuntungan yang meningkat.
Kinerja tersebut juga tecermin pada kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari aset dan modal. Dengan ROA 13,12% dan ROE 19,45%, IKT menunjukkan pemanfaatan sumber daya yang produktif sepanjang 2025. Kombinasi pertumbuhan dan profitabilitas tersebut membuat IKT berhasil memperoleh nilai tertinggi dalam rating anak usaha BUMN. Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja finansial.
BERADA di posisi kedua, anak usaha PT Pertamina, Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), meraih total skor 97,27%. Capaian itu ditopang pertumbuhan bisnis dan penguatan laba sepanjang 2025.
Pendapatan jasa asuransi Tugu Insurance meningkat 27,30% menjadi Rp5,39 triliun. Pertumbuhan tersebut diikuti kenaikan laba tahun berjalan yang jauh lebih tinggi, yakni 46,43% menjadi Rp672,18 miliar dari Rp459,05 miliar pada 2024. Total aset juga tumbuh, yaitu 40,95% menjadi Rp18,18 triliun, sementara modal sendiri meningkat 10,82% menjadi Rp5,77 triliun.
Kinerja itu menunjukkan kemampuan sang nakhoda, Adi Pramana, sebagai presiden direktur beserta jajaran dalam memperbesar skala usaha sekaligus menjaga profitabilitas. Ketahanan perusahaan dalam mengelola risiko juga tecermin dari RBC yang mencapai 410,90%, atau lebih dari tiga kali lipat ketentuan minimum OJK sebesar 120%. Dengan kinerja tersebut, Tugu Insurance mampu mempertahankan posisi sebagai salah satu anak usaha BUMN dengan kinerja terbaik dalam rating tahun ini. ASP
BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) menunjukkan performa positif sepanjang 2025. Pertumbuhan terlihat pada sejumlah indikator utama, dengan total aset meningkat 16,03% menjadi Rp7,92 triliun. Modal sendiri juga menguat 21,88% menjadi Rp2,77 triliun, dari Rp2,27 triliun pada 2024. Dari sisi bisnis, pendapatan jasa asuransi tumbuh 10,78% menjadi Rp3,73 triliun, dibandingkan Rp3,36 triliun pada tahun sebelumnya.
Kinerja itu turut mendorong peningkatan laba tahun berjalan anak usaha BRI ini sebesar 21,15% menjadi Rp674,75 miliar. Dari sisi permodalan, BRI Insurance juga berada dalam posisi yang kuat dengan RBC sebesar 357,90%. Penguatan ekuitas, pertumbuhan pendapatan, serta peningkatan laba menunjukkan kinerja BRI Insurance yang makin solid. Atas capaian tersebut, perusahaan yang dipimpin R. Budi Legowo sebagai direktur utama ini mendapat predikat “sangat bagus” dengan total skor 96,42%. ASP
DENGAN total skor 95,66%, kinerja Asuransi Jiwa InHealth Indonesia (InHealth) sepanjang 2025 memang apik. Di bawah kepemimpinan Marihot H. Tambunan selaku direktur kepatuhan merangkap plt direktur utama, perusahaan ini mampu meningkatkan laba sekaligus memperkuat permodalan. Total aset InHealth tercatat Rp3,62 triliun pada 2025, sedangkan modal sendiri tumbuh 27,07% menjadi Rp1,42 triliun. Pendapatan jasa asuransi meningkat 8,75% menjadi Rp4,69 triliun.
Sementara itu, laba tahun berjalan InHealth melonjak 136,60% menjadi sekitar Rp321 miliar pada 2025, dari Rp135,67 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan laba itu turut memperkuat posisi permodalan perusahaan dan menunjukkan peningkatan kemampuan dalam menghasilkan keuntungan. Untuk total investasi tercatat Rp1,86 triliun atau naik 10,49% dari tahun sebelumnya. Rasio RBC InHealth juga berada pada level yang solid, yakni mencapai 390%. Angka tersebut jauh melampaui batas minimum yang ditetapkan regulator sebesar 120%. ASP
MELENGKAPI lima besar, ada PT Aneka Tambang (Antam) dengan raihan total skor 95,61%. Kinerja perusahaan sepanjang 2025 menunjukkan perkembangan positif, terbaca dari pertumbuhan sejumlah indikator keuangan utama. Total aset meningkat 17,99% menjadi Rp52,53 triliun, sementara ekuitas tumbuh 13,67% menjadi Rp36,59 triliun. Pendapatan usaha juga naik, yaitu 22,33% menjadi Rp84,64 triliun.
Pertumbuhan tersebut turut mendorong penguatan profitabilitas. Laba usaha perusahaan yang dipimpin Untung Budiharto sebagai direktur utama ini melonjak 180,03% menjadi Rp8,39 triliun. Begitu pula laba tahun berjalan yang tumbuh 105,61% menjadi Rp7,92 triliun. Dari sisi rentabilitas, Antam tetap mencatatkan kinerja yang kuat dengan ROA sebesar 16,32% dan ROE 23,02%.
Pendapatan usaha anak usaha BUMN ini naik dari Rp69,19 triliun pada 2024 menjadi Rp84,64 triliun pada 2025. Kinerja positif itu tidak lepas dari kerja keras seluruh elemen di perusahaan yang merupakan anak usaha dari PT Mineral Industri Indonesia (Mind ID) ini. ASP
Dari sisi bisnis, pendapatan usaha IKT, yang menjadi bagian dari Grup PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) ini, meningkat 12,80% menjadi Rp944,55 miliar pada 2025, dari Rp837,34 miliar pada 2024. Pertumbuhan pendapatan tersebut selaras dengan peningkatan laba. Laba usaha tercatat Rp300,86 miliar, sedangkan laba tahun berjalan Rp256,51 miliar. Laba tahun berjalan tersebut tumbuh 20,87% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan laba yang lebih tinggi daripada pendapatan, perusahaan mampu menjaga kualitas hasil usahanya seiring dengan peningkatan aktivitas bisnis.