Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Rating 160 BUMN Versi The Asian Post 2026 – Perusahaan BUMN

Terdepan di Barisan Perusahaan Pelat Merah

Secara total, kelompok perusahaan yang dirating mencakup BUMN, BUMN di bawah Kementerian Keuangan, dan anak usaha BUMN. Di kelompok perusahaan BUMN ada 49 perusahaan yang dirating, 20 di antaranya meraih predikat “sangat bagus”. Perum Jasa Tirta II meraih skor tertinggi di kelompok perusahaan BUMN dan menjadi yang terbaik.

Oleh Ari Astriawan
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa

DIREKTUR Utama Perum Jasa Tirta II, Imam Santoso dan jajarannya patut mendapat apresiasi atas pencapaian kinerja 2025. Performa bisnis yang tumbuh kuat membawa badan usaha milik negara (BUMN) pengelola sumber daya air ini meraih total skor 96,33% dalam rating BUMN versi Infobank 2026. Raihan skor tertinggi membawa Perum Jasa Tirta II meraih predikat “sangat bagus” sekaligus menjadi jawara baru di kelompok perusahaan BUMN.

Lompatan Perum Jasa Tirta II ke posisi terbaik tidak lepas dari keberhasilan jajaran manajemen dan karyawan perseroan dalam menjaga kinerja bisnis. Mengacu data Biro Riset Infobank (birl), sepanjang 2025, Perum Jasa Tirta II mengantongi pendapatan usaha sebesar Rp1,13 triliun, meningkat 5,74% year on year (yoy) dari Rp1,07 triliun di tahun sebelumnya.

Dari operasional bisnisnya, Perum Jasa Tirta II menutup 2025 dengan perolehan laba bersih sebesar Rp193,03 miliar. Para pemegang saham juga memperkuat permodalan perseroan. Ekuitas mengalami kenaikan dari Rp1,69 triliun menjadi Rp1,86 triliun, naik 10,24% secara tahunan. Sedangkan, total aset naik 7,21%, dari Rp2,15 triliun menjadi Rp2,30 triliun.

Bila diperinci dari hasil penilaian rating, Perum Jasa Tirta II unggul di beberapa aspek. Skor sempurna didapatkan dari aspek penilaian rasio aktiva lancar terhadap kewajiban jangka pendek. Begitu juga dengan aspek rentabilitas yang mencakup laba usaha terhadap pendapatan usaha, ROA, dan ROE. Perseroan pun mendapatkan skor tertinggi pada aspek rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO), sekaligus mencerminkan keberhasilannya dalam menjalankan operasional bisnis secara efisien. Perum Jasa Tirta II memiliki cakupan wilayah kerja di wilayah Sungai Citarum dan sebagian wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Cimanuk Cisanggarung, Cidanau Ciujung-Cidurian, dan Seputih Sekampung.

Dengan wilayah kerja itu, lini bisnis Perum Jasa Tirta II tidak hanya terbatas pada pengelolaan sumber daya air. Perseroan juga menjalankan sejumlah lini bisnis lain. Mulai dari penyediaan air baku bagi PDAM dan industri, PLTA dan EBT, sistem penyediaan air minum, air minum dalam kemasan (AMK), aset dan properti, hotel dan kawasan wisata, laboratorium lingkungan, hingga bidang usaha dan pelayanan lainnya.

Perusahaan pelat merah ini mengoperasikan sejumlah infrastruktur terkait SDA di wilayah kerjanya, antara lain 11 bendungan, 79 bendung, 105 situ, serta ratusan saluran induk dan sekunder, beserta ribuan bangunan air dan pintu air.


KEBERHASILAN menjaga momentum pertumbuhan positif membawa Bank Mandiri kembali mendapatkan predikat “sangat bagus” dalam rating kali ini, dengan total skor 94,31%. Bank Mandiri menjaga tradisi selalu “sangat bagus” di rating Infobank dalam 15 tahun terakhir. Bank yang dinakhodai Riduan sebagai direktur utama ini juga konsisten menjadi salah satu BUMN penghasil laba terbesar.

Pada 2025, Bank Mandiri mengantongi laba Rp61,35 triliun, terbesar di antara semua bank di Indonesia. Pencapaian laba ditopang kinerja intermediasi yang tumbuh solid. Kredit naik 13,58% menjadi Rp1.890,83 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) melonjak 23,95% menjadi Rp2.105,76 triliun. Total aset Bank Mandiri mengembang 16,59% menjadi Rp2.829,95 triliun.

Bank Mandiri juga terbilang mampu menjaga operasional bisnisnya tetap efisien, tecermin dari BO/PO yang rendah, 64,29%. Pertumbuhan berkelanjutan tidak lepas dari konsistensinya menerapkan tata kelola yang baik (GCG) dan ekspansi bisnis secara prudent. AA


TOTAL skor 94,12% mengantarkan Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (IDSurvey) ke jajaran top 3 di kelompok BUMN dalam rating kali ini. Dalam penilaian rating, IDSurvey mendapatkan nilai sempurna di dua as pek penilaian, yakni rasio aktiva lancar terhadap kewajib an jangka pendek dan aspek rentabilitas, mencerminkan kemampuan perseroan dalam meng-generate laba. Di aspek lainnya, nilainya juga terbilang tinggi.

Perusahaan pelat merah yang dikomandani Arisudono sebagai direktur utama ini baru dibentuk pada pertengahan 2025. IDSurvey digagas sebagai holding strategis bagi layanan survei dan penjaminan mutu.

Tahun lalu, ketika masih mengusung nama Biro Klasi fikasi Indonesia (BKI), perseroan membukukan pendapat an usaha sebesar Rp7,52 triliun. Pencapaian itu meningkat 5,43% year on year (yoy) dari Rp7,14 triliun di tahun sebe lum nya. Perseroan mengantongi laba sebesar Rp982,76 miliar di akhir 2025. Sedangkan, total asetnya naik 7,02%, dari Rp9,91 triliun menjadi Rp10,60 triliun. AA


RAPOR keuangan Bank Syariah Indonesia (BSI) pada 2025 mentereng. Bank yang dipimpin Anggoro Eko Cahyo ini meraup laba bersih Rp7,57 triliun, meningkat 8,02% dari Rp7,01 triliun di tahun sebelumnya. Kenaikan laba dido rong pertumbuhan pembiayaan yang mencapai Rp318,22 triliun, meningkat 14,53% secara tahunan. Ekspansi pembiayaan juga dilakukan secara prudent, terlihat dari rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang di posisi 1,81%.

Perbaikan kualitas pembiayaan tidak lepas dari strategi perseroan dalam menerapkan manajemen risiko terukur. Ekspansi pembiayaan juga disokong likuiditas yang ample. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 16,20% menjadi Rp380,49 triliun, dengan porsi dana murah (CASA) 61,62%. BSI menutup 2025 dengan total aset Rp456,19 triliun, tumbuh 11,64% dalam setahunan.

Atas kinerja menterengnya itu, dalam rating kali ini, BSI diganjar predikat “sangat bagus” degan total skor 93,71%. Hasil penilaian menunjukkan, BSI unggul di beberapa aspek, seperti pertumbuhan, BO/PO, dan rentabilitas. AA


PERFORMA keuangan ciamik ditorehkan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI/AirNav Indonesia) pada 2025. Biro Riset Infobank (birl) mencatat, perusahaan ini membukukan lonjakan laba 53,07% secara tahunan, dari Rp543,84 miliar menjadi Rp832,45 miliar. Kenaikan laba perusahaan pelat merah yang dipiloti Avirianto Suratno sebagai direktur utama ini disokong pertumbuhan pendapatan usaha yang mencapai Rp4,15 triliun, meningkat 10,26% dari Rp3,76 triliun di tahun sebelumnya.

Sementara, dari sisi ekuitas terjadi kenaikan 11,82%, dari Rp6,63 triliun menjadi Rp7,42 triliun. Total aset AirNav Indonesia pun melonjak 13,24% menjadi Rp8,61 triliun di akhir 2025.

Berkat rapor keuangan yang biru, perusahaan penyelenggara navigasi penerbangan ini pun berhak atas predikat “sangat bagus” dalam rating BUMN versi The Asian Post 2026. Total skor yang didapat 90,64%. AA

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi September 2026

Rp 65.000

BELI