Di kelompok UUS beraset Rp2,5 triliun hingga di bawah Rp5 triliun, empat dari lima bank berhasil meraih predikat “sangat bagus”. UUS Bank Kalbar menjadi yang terbaik di kelas ini.
Sumber : Istimewa
1. Bank Kalbar
Tampil Dominan di Puncak Kelas
UNIT usaha syariah (UUS) Bank Kalbar menempati posisi teratas di kelas UUS beraset Rp2,5 triliun sampai dengan di bawah Rp5 triliun. UUS Bank Kalbar meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 88,12%. Pencapaian itu ditopang kinerja yang tumbuh di sejumlah indikator kinerja keuangan di 2025.
Aset UUS yang dipimpin Yuse Chaidi Amzar sebagai Direktur Pemasaran dan UUS Bank Kalbar ini meningkat 13,85% menjadi Rp2,94 triliun dari Rp2,58 triliun pada 2024. Pertumbuhan juga terlihat di penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), yang naik 15,96% menjadi Rp1,23 triliun. Sementara, pembiayaan naik 3,85% menjadi Rp1,51 triliun. Pertumbuhan pada sisi dana dan pembiayaan itu menunjukkan makin berkembangnya skala bisnis UUS.
Dari sisi profitabilitas, kinerjanya juga makin kuat. Laba tahun berjalan UUS ini tercatat Rp134,13 miliar, tumbuh 26,95%. Kontribusi terhadap bank induk pun cukup berarti. Laba UUS Bank Kalbar menyumbang 26,24% terhadap laba tahun berjalan Bank Kalbar. Hal ini menunjukkan bisnis syariah telah memberikan peran yang signifikan terhadap kinerja bank secara keseluruhan.
Lebih jauh, kinerja ciamik itu turut didukung kualitas aset dan permodalan yang kuat. NPF gross UUS Bank Kalbar tercatat rendah di level 0,58%.
2. Bank Sulselbar
DIPIMPIN Dirhamsyah Kadir sebagai Direktur Pemasaran & Syariah Bank Sulselbar, UUS Bank Sulselbar menunjukkan pertumbuhan bisnis yang cukup agresif di 2025. Aset UUS ini meningkat 25,86% menjadi Rp3,96 triliun. Pembiayaan tumbuh 27,68% menjadi Rp1,96 triliun, sementara DPK naik 18,95% menjadi Rp1,75 triliun.
Di sisi profitabilitas, laba tahun berjalan UUS Bank Sulselbar tercatat Rp102,40 miliar, meningkat 30,13% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Atas kinerja apik itu, UUS Bank Sulselbar meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 86,48%. ASP
3. Bank Kalsel
Di 2025, aset UUS dari bank yang dipimpin Fachrudin sebagai direktur utama ini tumbuh 8,60% menjadi Rp3,73 triliun. Pembiayaan meningkat 10,84% menjadi Rp2,43 triliun.
Dari sisi kontribusi, peran UUS terhadap bank induk terbilang signifikan. Aset UUS Bank Kalsel telah mencapai 13,06% dari total aset Bank Kalsel. Sementara, pembiayaan UUS menyumbang 17,13%. Kemudian, laba tahun berjalan UUS ini sebesar Rp55,37 miliar, setara dengan 16,83% dari laba Bank Kalsel. Kinerja itu mengantarkan UUS Bank Kalsel menyabet predikat “sangat bagus” dengan total skor 85,13%. ASP
4. Bank Kaltimtara
DENGAN total skor 82,55%, UUS Bank Kaltimtara meraih predikat “sangat bagus”. Salah satu kontribusi paling menonjol terlihat dari laba. Di 2025, laba tahun berjalan dari UUS yang dipimpin Muhammad Edwin sebagai direktur bisnis dan syariah ini tumbuh 14,49% menjadi Rp150,35 miliar. Nilai itu setara dengan sekitar 40,12% dari laba tahun berjalan bank induk. Dari sisi intermediasi, pembiayaan tumbuh 8,10% menjadi Rp2,07 triliun, dengan DPK Rp2,02 triliun. Kinerja itu berjalan beriringan dengan kualitas aset yang terjaga, tecermin dari NPF gross yang berada di level rendah, yakni 0,57%. ASP
Untuk mengakses RATING Unit Usaha Syariah Bank Umum PER DESEMBER 2024-2025 dapat di akses melalui Majalah Infobank Edisi September 2026 : https://www.infobankstore.com/magazine/detail/2026/1253/infobank-edisi-september-2026
Tampil Dominan di Puncak Kelas