Indonesia harus memperkuat kepastian hukum agar ketidakpastian investasi dapat diubah menjadi risiko yang dapat dihitung secara rasional oleh investor. Agar menjadi oksigen bagi alokasi modal.
Sumber : Infobank
DI sela event akbar Prima Executive Gathering (PEG) 2026, PT Rintis Sejahtera (RINTIS) menghadirkan Prima Hub Nusantara Experience, pameran UMKM Nusantara yang hadir dengan sentuhan digital. Pameran digelar di lobi utama The Mulia, Nusa Dua, Bali, menampilkan produkproduk kerajinan dan jajanan dari UMKM binaan Bank Jatim, Bank BPD Bali, dan Bank Maluku Malut, juga menghadirkan berbagai inovasi dan solusi pembayaran digital yang didukung oleh PT Rintis Sejahtera (RINTIS), PT Digital Solusi Pratama (DSP) dan konektivitas internet oleh PT Primacom Interbuana (Primacom).
Sejak pembukaan acara di Kamis pagi, 6 Agustus 2026, hingga malam hari, peserta Prima Executive Gathering (PEG) 2026 terlihat antusias menyambangi dan melakukan transaksi di beberapa gerai yang menjajakan produk-produk andalan mereka.
“Warna Nusantara” dalam setiap gelaran Prima Executive Gathering, seolah menjadi ciri khas yang selalu dibawa oleh RINTIS. Aroma wangi Nusantara juga terasa pada jamuan spesial gala dinner di malam harinya yang menghadirkan menumenu Tanah Air. Sajian yang menjadi pembuka acara puncak Prima Executive Gathering 2026, yakni Prima Awards 2026.
Memasuki acara puncak ini, Chairman Ancora Group sekaligus Menteri Perdagangan RI periode 2011–2014, Gita Wirjawan, berkesempatan memberikan Closing Keynote Speech. Gita membahas geopolitik di wilayah Asia Tenggara di tengah momentum penting untuk tampil sebagai salah satu pusat kekuatan dunia di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China. Peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan apabila negara-negara di kawasan tersebut, termasuk Indonesia, mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kepastian hukum, hingga infrastruktur energi.
Menurut Gita, selama sekitar 2.000 tahun terakhir Asia Tenggara memiliki modal sosial yang sangat kuat berupa perdamaian dan stabilitas. Kawasan ini mampu berkembang karena menjadi titik pertemuan berbagai peradaban besar seperti China dan India tanpa melalui proses penaklukan, melainkan melalui pertukaran budaya dan perdagangan.
Ia menyebut, sekitar 700 juta penduduk kini hidup di kawasan Asia Tenggara yang membentang sekitar 5.000 kilometer dari Myanmar hingga Merauke. Besarnya potensi tersebut, menurutnya, belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan kawasan dalam membangun narasi dan pengaruh di tingkat global.
Gita menilai dunia saat ini telah memasuki era multipolar setelah dominasi Amerika Serikat pascaPerang Dingin mulai bergeser. Bergabungnya semakin banyak negara ke BRICS Plus menjadi salah satu indikator bahwa tata kelola global tidak lagi didominasi satu kekuatan. “Proses multilateralisme akan semakin sulit, sementara kerja sama bilateral dan plurilateral akan semakin berkembang,” ujar Gita.
Gita juga menyoroti pentingnya strategi pengembangan talenta nasional untuk mengejar daya saing global. Ia menjelaskan terdapat empat pendekatan yang digunakan berbagai negara, yakni brain training, brain gain, brain circulation, dan brain linkage. Menurutnya, Indonesia selama ini masih terlalu bergantung pada pola brain drain dan belum memiliki skala pengembangan talenta yang memadai. “China memiliki sekitar 9 juta pelajar di luar negeri, India sekitar 7 juta, sedangkan Indonesia baru sekitar 290 ribu,” tuturnya.
Indonesia, kata dia, harus mulai membuka diri terhadap talenta global sekaligus memperbanyak generasi muda yang belajar di pusat-pusat pendidikan terbaik dunia. Selain itu, Indonesia juga harus memperkuat kepastian hukum agar ketidakpastian investasi dapat diubah menjadi risiko yang dapat dihitung secara rasional oleh investor. “Kalau sesuatu bisa diperingkatkan dan dihitung risikonya, itu menjadi oksigen bagi alokasi modal,” sebut Gita. (SW)
Sejak pembukaan acara di Kamis pagi, 6 Agustus 2026, hingga malam hari, peserta Prima Executive Gathering (PEG) 2026 terlihat antusias menyambangi dan melakukan transaksi di beberapa gerai yang menjajakan produk-produk andalan mereka.
“Warna Nusantara” dalam setiap gelaran Prima Executive Gathering, seolah menjadi ciri khas yang selalu dibawa oleh RINTIS. Aroma wangi Nusantara juga terasa pada jamuan spesial gala dinner di malam harinya yang menghadirkan menumenu Tanah Air. Sajian yang menjadi pembuka acara puncak Prima Executive Gathering 2026, yakni Prima Awards 2026.