Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Cermat Kelola Utang, Keuangan Jadi Sehat

Berutang boleh-boleh saja. Tapi, mesti paham, kapan utang masih tergolong sehat dan kapan mulai menggerus keuangan. Ada enam hal yang mesti dicermati sebelum pinjaman berubah menjadi beban.

Oleh Alfi Salima Puteri

DALAM kondisi tertentu, utang bisa membantu seseorang dalam memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan keuangannya. Persoalannya, keputusan berutang sering kali diambil hanya karena melihat mudahnya mendapatkan uang pinjaman dan proses pencairannya yang cepat, tanpa mengukur terlebih dulu kemampuan membayarnya.

Literasi terkait utang penting di tengah makin banyaknya masyarakat yang menggunakan pinjaman dari lembaga keuangan, termasuk pinjaman dalam jaringan (pindar). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna pinjaman daring hingga Juni 2026 mencapai 146,5 juta akun. Sementara, total pinjaman yang masih berjalan (outstanding) tercatat Rp105,14 triliun. Penggunanya dari berbagai kelompok usia. Milenial dan Gen Z berusia 19-34 tahun menjadi kelompok terbesar dengan 15,18 juta akun.

Dari sisi gender, pengguna pinjaman daring pria mencapai 50,65%, sementara wanita 49,35%. Adapun tujuan penggunaan pinjaman paling banyak untuk membeli barang dengan cicilan sebesar 23,02%, memenuhi kebutuhan men desak 21,77%, dan belanja kebutuhan seharihari 17,73%.

Angka-angka itu menunjuk kan bahwa pinjaman daring sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Tapi, makin mudah akses masyarakat terhadap pinjaman, makin penting pula kemampuan mereka untuk menggunakannya secara bijak.

Rista Zwestika, financial planner, mengingatkan masya rakat agar jangan hanya terpaku pada nominal yang cair atau seberapa cepat dana masuk ke rekening. Sebelum mengajukan pinjaman, ada enam hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, total kewajiban. Peminjam harus tahu be rapa sebenarnya uang yang mesti dikembalikan. Jangan hanya melihat nominal yang diterima di awal, tapi hitung lah seluruh kewajiban hingga pinjaman lunas.

Kedua, tenor. Berapa lama kewajiban itu akan ber jalan. Tenor perlu disesuaikan dengan kemampuan bayar peminjam agar cicilan tidak menjadi beban yang terlalu panjang.

Ketiga, cicilan. Ketahui berapa yang harus dibayar dan kapan jatuh temponya. Informasi ini penting agar pem bayaran cicilan bisa disiapkan dalam anggaran bulanan.

Keempat, bunga. Jangan hanya melihat cicilan yang tampak ringan. Besaran bunga akan menentukan berapa total uang yang akhirnya harus dikembalikan.

Kelima, cash flow. Ini yang sering terlupakan. Setelah kebutuhan seharihari dan kewajiban lain dibayar, apakah masih ada ruang untuk membayar cicilan? Kemampuan membayar cicilan harus dilihat dari kondisi keuangan secara keseluruhan, bukan dari sisa uang sesaat.

Keenam, risiko gagal bayar. Peminjam juga perlu mengetahui apa yang terjadi jika terlambat membayar cicilan, termasuk denda dan proses penagihan. Dengan begitu, sejak awal sudah punya gambaran mengenai konsekuensi jika pembayaran cicilan tidak tepat waktu.

“Pinjaman yang baik bukan yang paling cepat cair, tapi yang informasinya jelas, cara bayarnya dipahami, dan sesuai kemampuan kita,” ujar Rista dalam Media Gathering AdaKami, bulan lalu.

Dalam perencanaan keuangan, utang juga tidak berdiri sendiri. Utang menjadi bagian dari fondasi pengelolaan keuangan bersama pengeluaran sehari-hari, pengelolaan arus kas, dana darurat, dan tabungan. Artinya, makin besar cicilan yang harus ditanggung, makin kecil pula ruang untuk memenuhi kebutuhan lain dan mencapai tujuan keuangan.

Utang bisa saja menjadi bagian dari perencanaan ke uangan selama jumlahnya terukur, kewajibannya di pahami, dan kemampuan bayarnya memang ter sedia. Yang perlu dihindari adalah mengambil pinjaman hanya karena cepat cair, lalu baru memikirkan cara membayarnya setelah uang habis digunakan.

Literasi terkait utang penting di tengah makin banyaknya masyarakat yang menggunakan pinjaman dari lembaga keuangan, termasuk pinjaman dalam jaringan (pindar). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna pinjaman daring hingga Juni 2026 mencapai 146,5 juta akun. Sementara, total pinjaman yang masih berjalan (outstanding) tercatat Rp105,14 triliun. Penggunanya dari berbagai kelompok usia. Milenial dan Gen Z berusia 19-34 tahun menjadi kelompok terbesar dengan 15,18 juta akun.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Oktober 2026

Rp 65.000

BELI