Penulis adalah Ketua Dewan Pers Republik Indonesia.
ORANG hidup tak bisa dilepaskan dari keyakinan. Betapa kacaunya jika orang hidup selalu dalam keraguan. Hidupnya tidak tenang, langkahnya pun tidak mantap. Menurut Shawn Achor dalam bukunya yang terbaru, The Power of Beliefs (2026), keyakinan akan menentukan masa depan seseorang. Keyakinan bukan sekadar cermin realitas, melainkan salah satu kekuatan yang ikut membentuk realitas itu sendiri.
Keyakinan seseorang merupakan lensa dan sumber kekuatan baginya dalam melihat dan merespons dunia. Dunia yang sama dapat menghasilkan kehidupan yang sangat berbeda, tergantung bagaimana seseorang memandangnya berdasarkan keyakinannya.
Achor menolak anggapan konvensional bahwa untuk bahagia seseorang mesti sukses terlebih dahulu. Sebaliknya, berdasarkan penelitian psikologi yang dia lakukan, seseorang yang bermental positif, yang merasa hidupnya bahagia, akan membukakan jalan untuk meraih kesuksesan. Dengan kata lain, seseorang yang bermental positif dan memiliki keyakinan kuat akan memengaruhi tindakan dan pilihan yang akan mendekatkannya pada kesuksesan hidup.
Orang yang yakin dirinya tidak mampu cenderung enggan untuk mencoba melakukan sesuatu yang baru. Karena tak mencoba, ia akan kehilangan kesempatan. Sebaliknya, orang yang percaya tindakannya memiliki arti bagi diri dan orang lain, akan lebih aktif dan termotivasi terhadap kemungkinan baru. Di sinilah keyakinan menciptakan masa depan. Dalam buku ini, Achor mengenalkan tujuh keyakinan inti (core power beliefs) yang sangat berpengaruh terhadap kualitas kehidupan seseorang.
Manusia membutuhkan rasa keterhubungan dengan sesuatu yang lebih besar daripada dirinya sendiri, seperti Tuhan, kemanusiaan, alam semesta, bangsa, nilai moral, atau tujuan kehidupan. Dengan demikian, Achor bergerak melampaui psikologi individual, menuju pertanyaan eksistensial.
Manusia yang hanya hidup untuk dirinya sendiri mudah goyah dan kehilangan orientasi ketika ditimpa penderitaan hidup. Sebaliknya, mereka yang memiliki keyakinan akan sesuatu dan nilai-nilai yang lebih besar – pada Tuhan dan nilai luhur kemanusiaan, misalnya – memberikan perspektif lebih luas dan daya tahan. Hidup dirasakan sebagai medan perjuangan.
Penting sekali bagi setiap orang untuk selalu bertanya pada diri sendiri: keyakinan apa yang sedang mengendalikan hidup saya? Apakah saya memiliki sesuatu yang bermakna untuk saya berikan kepada keluarga, perusahaan, dan masyarakat? Ketika kita sering dihadapkan pada berita korupsi, kita perlu bertanya pada diri sendiri: andaikan saya berada dalam situasi mereka, apakah saya akan melakukan hal yang sama ataukah akan mencegahnya?
Di situlah nilai-nilai kehidupan yang menjadi keyakinan seseorang akan menentukan jalan dan kualitas hidupnya. Jika Anda ragu terhadap kekuatan sendiri untuk memegang teguh keyakinan hidup, carilah lingkungan hidup yang sehat dan mendukung. Karena, keyakinan itu bisa menular.
Keyakinan seseorang merupakan lensa dan sumber kekuatan baginya dalam melihat dan merespons dunia. Dunia yang sama dapat menghasilkan kehidupan yang sangat berbeda, tergantung bagaimana seseorang memandangnya berdasarkan keyakinannya.
Achor menolak anggapan konvensional bahwa untuk bahagia seseorang mesti sukses terlebih dahulu. Sebaliknya, berdasarkan penelitian psikologi yang dia lakukan, seseorang yang bermental positif, yang merasa hidupnya bahagia, akan membukakan jalan untuk meraih kesuksesan. Dengan kata lain, seseorang yang bermental positif dan memiliki keyakinan kuat akan memengaruhi tindakan dan pilihan yang akan mendekatkannya pada kesuksesan hidup.