Clipan Finance bertahan di posisi teratas. Dari 18 perusahaan di kelompok ini, 13 multifinance mendapat predikat “sangat bagus”. Clipan Finance dibayangi Maybank Finance dan Komatsu Astra Finance.
Direksi Clipan Finance; di puncak peringkat
Clipan Finance Indonesia menuai hasil positif dari konsolidasi dan transformasi bisnis yang dilakukannya. Di rating kali ini, perusahaan pembiayaan (multifinance) yang menjadi bagian dari Grup Panin ini kembali menjadi yang terbaik di kelompok aset Rp5 triliun sampai dengan di bawah Rp10 triliun. Raihan total skornya mencapai 98,19%, menjadi salah satu yang tertinggi. Clipan Finance pun meraih predikat “sangat bagus”.
Keberhasilan Clipan Finance menjadi yang terbaik di kelasnya bukan tanpa alasan. Di 2023, Harjanto Tjitohardjojo, Direktur Utama Clipan Finance, beserta jajarannya mampu membawa perseroan membukukan performa apik. Kinerja keuangan emiten berkode saham CFIN ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri. Mengacu pada data Biro Riset Infobank (birI), di 2023,
Clipan Finance menyalurkan pembiayaan sebesar Rp9,01 triliun atau tumbuh 26,37% year on year (yoy). Jauh melampaui rata-rata industri yang tumbuh 13,23%.
Mesin bisnis yang bergerak kencang juga diimbangi dengan operasional yang efisien. Lihat saja pendapatan operasionalnya yang melonjak 52,31% menjadi Rp2,29 triliun. Di lain sisi, beban operasionalnya hanya naik 13,44% dari Rp1,11 triliun menjadi Rp1,26 triliun. Tak heran bila rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO)-nya hanya 54,79%, jauh di bawah rata-rata industri yang di posisi 76,89%. Alhasil, labanya pun meroket menjadi Rp815,01 miliar atau naik 162,29% secara tahunan. Kenaikannya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri yang tercatat 12,98%. Total asetnya pun makin gemuk, yakni mencapai Rp9,91 triliun atau meningkat 23,13%.
Menurut Harjanto, pertumbuhan kinerja Clipan Finance pada 2023 memang tak lepas dari efisiensi biaya dan recovery write off yang signifikan. Tahun ini, diakui Harjanto, industri multifinance, termasuk Clipan Finance, menghadapi sejumlah tantangan. Termasuk, kenaikan suku bunga dan ekonomi yang melambat dan berimbas pada melemahnya penjualan otomotif. Namun, Clipan Finance tetap membidik target pembiayaan sebesar Rp10 triliun.
Sejumlah strategi siap diimplementasikan untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Di antaranya, verifikasi kredit calon konsumen dengan lebih tepat, termasuk melalui penggunaan teknologi credit engine. Clipan Finance pun akan memperluas penetrasi pasar, baik coverage area maupun customer segment. “Kami juga akan memperkuat pareto dealer dengan program yang menarik dan mengevaluasi biayabiaya agar lebih efisien,” ujar Harjanto.
Sebagai informasi, per Maret 2024, total aset Clipan Finance sudah menembus angka di atas Rp10 triliun, tepatnya Rp10,31 triliun, meningkat 20,02% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara, piutang pembiayaan tercatat Rp8,76 triliun atau tumbuh 21,33% dengan raihan laba Rp86,09 miliar di tiga bulan pertama 2024.
Keberhasilan Clipan Finance menjadi yang terbaik di kelasnya bukan tanpa alasan. Di 2023, Harjanto Tjitohardjojo, Direktur Utama Clipan Finance, beserta jajarannya mampu membawa perseroan membukukan performa apik. Kinerja keuangan emiten berkode saham CFIN ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri. Mengacu pada data Biro Riset Infobank (birI), di 2023,