Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Genjot Pertumbuhan Ekonomi Jakarta, Bank DKI Bikin Formula Jitu Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Perputaran bisnis keuangan di DKi Jakarta sangat tinggi, bahkan melebihi kota-kota besar lainnya di Tanah Air. Hal tersebut membuat perbankan berlomba-lomba untuk merebut pasar dan memenangkan persaingan.

Oleh BANK DKI
Jakarta Tourist Pass: inovasi digital untuk pariwisata Jakarta

Jakarta Tourist Pass: inovasi digital untuk pariwisata Jakarta

Tak terkecuali, PT Bank DKI (Bank DKI) yang terus mengakselerasi bisnisnya untuk mendorong pembangunan, kendati berhadapan langsung dengan bank-bank raksasa. Bank DKI memainkan peran penting dalam kemajuan Jakarta melalui dukungan pembiayaan kepada Pemerintah Daerah (Pemda), korporasi, maupun UMKM. Kucuran pembiayaan telah mengalir untuk menyokong program strategis, proyek-proyek infrastruktur, peningkatan permodalan UMKM, penyaluran bantuan sosial, maupun pemberian kredit kepada korporasi.

Amirul Wicaksono, Direktur Teknologi & Operasional merangkap Plt. Direktur Utama Bank DKI menjelaskan, untuk maksimalisasi bisnis yang ada, Bank DKI melakukan langkah kolaborasi dengan berbagai entitas, mulai dari Pemda, swasta, komunitas, dan membangun kemitraan strategis untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Di segi transportasi misalnya, teranyar, sebagai bentuk dukungan dalam mewujudkan transportasi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, Bank DKI menggandeng mitra operator Transjakarta dalam skema pembiayaan pengadaan bus operator ukuran besar, sedang, dan bus listrik. “MoU dengan Transjakarta untuk membuka kesempatan kepada operator-operator bus untuk mengajukan pembiayaan ke Bank DKI. Nah, eksposure pembiayaannya menyesuaikan kebutuhan Transjakarta. Sebagai ilustrasi, satu unit bus harganya kira-kira Rp5 miliar,” katanya kepada Infobank di akhir Juni 2024.

Menurut Amirul, pembangunan infrastruktur transportasi terintegrasi di Jakarta sejalan dengan kebutuhan layanan keuangan yang semakin tinggi. Bank DKI melihat peluang besar dalam mendukung proyek infrastruktur tersebut. melalui pembiayaan yang kompetitif.

Selain itu, Bank DKI juga berkomitmen untuk terus berinovasi dan mengembangkan layanan-layanan digital yang dapat mempermudah transaksi masyarakat. “Bank DKI akan terus adaptif dengan berbagai dinamika perubahan yang terjadi dengan meningkatkan fitur-fitur yang ada pada layanan digital yang dimiliki, serta memperkenalkan layanan-layanan baru yang dapat mendukung kebutuhan masyarakat yang semakin beragam,” jelasnya.

Salah satu di antara terobosan itu ialah JakOne Pay, solusi pembayaran digital yang mengakomodir pembayaran melalui QRIS tanpa harus menjadi nasabah Bank DKI dan JakCard sebagai uang elektronik berbasis kartu. Terbaru, kolaborasi antara Bank DKI dan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta menghadirkan Jakarta Tourist Pass untuk mendukung sektor hiburan dan pariwisata di Jakarta.

Jakarta Tourist Pass merupakan solusi digital berbasis aplikasi ( JakOne Pay) dan kartu elektronik ( JakCard) guna mempermudah para wisatawan dalam mengakses destinasi populer, transportasi, dan layanan pariwisata lainnya di Jakarta. Fitur unggulan yang dimiliki, Pertama, ada fitur maps yang menyajikan daftar lokasi destinasi wisata. Lalu fitur Event yang digunakan sebagai sumber referensi terkait lokasi, waktu dan harga tiket destinasi wisata di Jakarta. Dalam hal kebutuhan transaksi pembayaran, pengguna Jakarta Tourist Pass dapat menggunakan metode scan to pay, update balance, dan Top Up JakCard.

Sedangkan JakCard dapat digunakan untuk transportasi terintegrasi, seperti Transjakarta, JakLingko, mass rapid transit (MRT), light rapid transit (LRT), Commuter Line Jabodebek. Selain itu, untuk pembayaran tiket masuk berbagai tempat wisata kelolaan Pemprov DKI Jakarta, seperti Monas, Taman Margasatwa Ragunan, dan beberapa Museum di wilayah Jakarta.

Produk unggulan Bank DKI selanjutnya ialah JakOne Mobile, super app yang digunakan untuk berbagai transaksi keuangan. Nasabah dapat membuka rekening tabungan dan deposito tanpa mendatangi kantor cabang, pembayaran tagihan, transaksi menggunakan QRIS, fitur top-up Jakcard, hingga tarik tunai tanpa kartu.

Amirul bilang, jumlah pengguna aplikasi JakOne Mobile di periode kuartal IV/2023 mencapai 2,23 juta orang, atau tumbuh 12,11% secara tahunan (year on year/YoY) dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara volume transaksi periode Desember 2024 menyentuh 29,62 juta transaksi dengan nominal transaksi mencapai Rp30,63 triliun.

“Salah satu fokus kami adalah memperluas cakupan layanan JakOne Mobile agar semakin banyak transaksi yang dapat dilakukan secara digital, baik untuk kebutuhan seharihari maupun untuk keperluan bisnis,” jelasnya.

Menurutnya, JakOne Mobile tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi, tetapi juga diharapkan dapat mendorong inklusi keuangan di DKI Jakarta dan sekitarnya.

Berjalan serempak dengan pengembangan sektor pariwisata, Bank DKI juga berupaya mendukung kemajuan UMKM yang selama ini berperan krusial dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Bank DKI menyediakan berbagai produk pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan skala bisnis UMKM, mulai dari kredit mikro, kredit usaha kecil, hingga kredit komersial.

“Sebagai perusahaan yang menyandang flagship nama DKI, Bank DKI selain sebagai entitas bisnis juga berkomitmen penuh menjalankan peran sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah, di antaranya melalui dukungan kepada sektor UMKM, sejalan dengan visi misi dan arahan stakeholder,” terangnya.

Tak kalah penting, perseroan juga berkolaborasi dengan pasar kelolaan Perumda Pasar Jaya guna memfasilitasi pedagang dan pembeli melakukan transaksi melalui QRIS. Melalui platform digital itu, pembayaran iuran, retribusi pasar, dan pengajuan produk kredit untuk segmen UMKM.

“Termasuk JakOne Abank, yaitu kerja sama dengan sistem keagenan antara Bank DKI dengan UMKM dalam memberikan layanan informasi dan akses penyebaran produk dan layanan Bank DKI,” tambahnya.

Bank DKI juga aktif dalam program kemitraan dan pendampingan bagi pengusaha UMKM dengan menyelenggarakan pelatihan, workshop. Bahkan, perseroan telah memperbaiki, maupun rebranding lokasi UMKM menjadi tematik, dengan nama Kampung UMKM, salah satunya Kampung UMKM di Kepulauan Seribu yang diresmikan pada 21 September 2023.

“Selain itu, di tahun 2024 ini Bank DKI juga dalam proses melakukan peremajaan lokasi Kampung UMKM di Kawasan Sentra Kuliner Nyi Ageng Serang JS-09 dengan menghadirkan pengalaman bertransaksi nontunai secara nyaman bagi pengunjung dan pelaku UMKM, diharapkan perbaikan dapat segera selesai untuk selanjutnya, dapat segera diresmikan,” sebutnya. Dinobatkan sebagai BUMD Terbaik Di awal Juni tahun ini, Bank DKI sukses meraih penghargaan Excellent for the Financial Performance During 2022 – 2023 dalam ajang “Best Regional Champion 2024” yang diselenggarakan the Asian Post di Hotel Stones, Kuta, Bali. Bank DKI mendapat nilai terbaik di kategori Aset Rp50 Triliun sd. Rp100 Triliun. Prestasi ini mencerminkan keberhasilan Bank DKI dalam menjaga dan meningkatkan kinerja keuangan secara solid dan konsisten. Menurutnya, hal ini merupakan buah dari upaya pengelolaan aset yang efisien dan efektif, keseriusan perusahaan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG), sehingga menciptakan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

“Pencapaian ini sangat membanggakan bagi Bank DKI. Kami mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan dan memaknai hal ini sebagai hasil kerja keras seluruh tim dan manajemen Bank DKI, serta dukungan penuh dari Pemprov DKI Jakarta, seluruh nasabah, dan para mitra kerja kami,” tegasnya.

Ia menuturkan, Bank DKI terus berupaya mencapai pertumbuhan berkelanjutan kendati dihadapkan pada tantangan tahun politik dan era suku bunga tinggi.

Menutup tahun 2023, perseroan berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang tangguh dengan membukukan laba bersih sebesar Rp1,02 triliun. Perolehan tersebut tumbuh 8,63% dibanding 2022 sebesar Rp939,11 miliar. Angka ini merupakan capaian laba bersih tertinggi sejak Bank DKI berdiri di tahun 1961. Jika dirinci, peningkatan laba bersih didorong oleh naiknya pendapatan bunga sebesar 17,82% menjadi Rp5,34 triliun di kuartal IV/2023 dari tahun sebelumnya Rp4,53 triliun.

Kemudian, adanya peningkatan fee based income sebesar 8,47% dari yang sebelumnya Rp576,00 miliar pada di 2022 menjadi Rp624,77 miliar di 2023. Di segi intermediasi, realisasi penyaluran kredit dan pembiayaan syariah yang digelontorkan perseroan tumbuh 7,50% menjadi Rp52 triliun sepanjang 2023 dari yang sebelumnya Rp48,37 triliun di 2022. Pertumbuhan kredit dan pembiayaan utamanya didorong oleh segmen kredit ritel yang tumbuh 49,01% menjadi Rp1,93 triliun. Sedangkan pertumbuhan segmen kredit mikro naik 42,67% menjadi Rp3,66 triliun.

Akselerasi pertumbuhan kredit ritel dan mikro itu mendorong peningkatan porsi kredit UMKM secara akumulasi dibanding total kredit Bank DKI hingga mencapai 10,74% di akhir 2023 dibanding 2022 yang hanya 7,98%. “Peningkatan porsi UMKM ini selaras dengan visi dan misi Bank DKI serta sebagaimana harapan pemegang saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk bisa terus meningkatkan pemberdayaan UMKM,” ungkapnya. Selain itu, kredit konsumer turut mencatat pertumbuhan positif sebesar 11,58% menjadi sebesar Rp22,10 triliun. Pertumbuhan juga diikuti pada segmen kredit komersial (termasuk term loan) yang tumbuh 6,37% menjadi Rp17,56 triliun, kredit menengah tumbuh 1,34% menjadi Rp1,92 triliun. Sedangkan penyaluran kredit sindikasi mencapai sebesar Rp4,84 triliun pada di 2023.

Amirul Wicaksono, Direktur Teknologi & Operasional merangkap Plt. Direktur Utama Bank DKI menjelaskan, untuk maksimalisasi bisnis yang ada, Bank DKI melakukan langkah kolaborasi dengan berbagai entitas, mulai dari Pemda, swasta, komunitas, dan membangun kemitraan strategis untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juli 2024

Rp 65.000

BELI