Provinsi DKi Jakarta memiliki peran yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Segala aktivitas bisnis, ekosistem digital, hingga perkembangan harga pangan yang ada di Jakarta selalu menjadi barometer bagi daerah-daerah lainnya di indonesia.
Heru Budi Hartono, Pj. Gubernur DKi
Kemajuan Jakarta yang begitu pesat kembali membuat provinsi ini menempati posisi pertama dalam rating “Regional Champion 2024” yang digelar The Asian Post, member of Infobank Media Group pada 1 Juni 2024. Provinsi DKI Jakarta dinobatkan sebagai provinsi terunggul menempati Peringkat ke-1 Provinsi dengan Indeks Umum Terbaik, Peringkat ke-1 Provinsi dengan Tingkat Pertumbuhan Fiskal Terbaik, Peringkat ke-1 Provinsi dengan Tingkat Daya Saing Terbaik, dan Peringkat ke-5 Provinsi dengan Keadaan Sosial Terbaik. Dalam hal pertumbuhan fiskal, sudah tidak diragukan lagi bahwa realisasi pendapatan, pajak, dan belanja daerah Jakarta merupakan yang terbesar di antara kota-kota lainnya.
Sepanjang 2023, realisasi pendapatan daerah Jakarta mencapai Rp71 triliun atau setara 100,53% dari target sebesar Rp70,6 triliun. Capaian ini juga meningkat Rp3,7 triliun dibandingkan realisasi pendapatan daerah tahun 2022 sebesar Rp67,3 triliun. Realisasi pendapatan daerah yang melebihi dari target tersebut didukung oleh kondisi makro ekonomi yang membaik serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang terjaga.
Realisasi itu berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi sebesar Rp49,1 triliun atau mencapai 101,46% dari target sebesar Rp48,4 triliun. Capaian PAD tersebut terdiri dari pos pajak daerah sebesar Rp43,5 triliun dan pos hasil pengelolaan kekayaan daerah sebesar Rp545,8 miliar.
Selanjutnya pos lain-lain PAD yang sah terealisasi sebesar Rp4,6 triliun, serta retribusi daerah yang terealisasi sebesar Rp454 miliar. Selanjutnya, pada pendapatan daerah yang berasal dari pendapatan transfer pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp20,2 triliun. Sedangkan yang berasal dari aspek pendapatan lain-lain terealisasi sebesar Rp1,7 triliun.
Di segi daya saing, Sumber Daya Manusia (SDM) di Jakarta adalah yang terbaik. Jakarta diisi oleh porsi tenaga kerja berpendidikan tinggi dan pembangunan manusia yang baik. Barubaru ini pula, Jakarta menempati posisi teratas dalam indeks daya saing digital (digital competitiveness index) pada 2023 dalam laporan East Ventures Digital Competitiveness Index (EVDCI).
Jakarta juga unggul dalam aspek daya saing investasi dengan nilai Incremental Capital Output Ratio/ICOR yang cukup baik di mana tingkat efisiensi investasi terkendali sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi. Pun, daya saing Jakarta juga ditopang oleh pembangunan institusi dan infrastruktur pendidikan massif, yang menjadi acuan bagi setiap daerah dalam menentukan kualitas pendidikan mereka. Pemanfaatan teknologi informasi juga sukses diaplikasikan dalam membantu kinerja dan pelayanan publik.
Pertumbuhan ekonomi yang baik, dan laju inflasi yang terkendali membuat indikator kesejahteraan masyarakat Jakarta juga meningkat. Tingkat kemiskinan menurun menjadi 4,44% pada Maret 2023 dibandingkan September 2022 sebesar 4,61%.
Di periode yang sama, jumlah penduduk miskin di Jakarta tercatat sebanyak 477,83 ribu orang. Jika dibandingkan se-Pulau Jawa, Jakarta menempati tingkat kemiskinan paling rendah. Angka pengangguran di Jakarta menurun, dari 8% di Februari 2022 menjadi 7,57% di Februari 2023.
Jumlah pengangguran terbuka juga menurun menjadi 0,43%. Sementara, tingkat ketimpangan atau gini ratio terpantau sebesar 0,43 di mana masuk dalam kategori ketimpangan menengah.
Sejatinya, jumlah kemiskinan, pengangguran, dan gini ratio tidak bisa serta-merta terjun bebas lantaran jumlah pendatang dari luar daerah untuk mengadu nasib ke Jakarta terus bertambah. Oleh sebab itu, Pemprov DKI Jakarta terus menelurkan program-program untuk menekan angka kemiskinan yang lebih menyentuh ke akar persoalan. Program tersebut mulai dari upaya untuk menggenjot penyediaan lapangan kerja, menyalurkan permodalan bagi UMKM melalui Bank DKI, memberikan bantuan sosial, dan pengendalian inflasi.
Sepanjang 2023, realisasi pendapatan daerah Jakarta mencapai Rp71 triliun atau setara 100,53% dari target sebesar Rp70,6 triliun. Capaian ini juga meningkat Rp3,7 triliun dibandingkan realisasi pendapatan daerah tahun 2022 sebesar Rp67,3 triliun. Realisasi pendapatan daerah yang melebihi dari target tersebut didukung oleh kondisi makro ekonomi yang membaik serta meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi yang terjaga.
Realisasi itu berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang terealisasi sebesar Rp49,1 triliun atau mencapai 101,46% dari target sebesar Rp48,4 triliun. Capaian PAD tersebut terdiri dari pos pajak daerah sebesar Rp43,5 triliun dan pos hasil pengelolaan kekayaan daerah sebesar Rp545,8 miliar.