Direksi Asuransi Artarindo; kinerja makin apik
Asuransi Artarindo menjadi yang terbaik di kelasnya pada rating asuransi kali ini. Total skornya tahun ini tercatat 92,00% dan berhak mendapat predikat “sangat bagus”. Capaian perusahaan asuransi umum ini lebih baik, setelah pada rating tahun sebelumnya berada di peringkat ketiga.
Kinerja Asuransi Artarindo memang apik dari tahun ke tahun. Tak heran jika perusahaan asuransi umum yang dipimpin Tommy Lau sebagai direktur utama ini selalu mendapat predikat “sangat bagus” dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data Biro Riset Infobank (birI), pada 2023, premi bruto Asuransi Artarindo tumbuh 36,23% atau menjadi Rp352,19 miliar. Pertumbuhan itu lebih tinggi ketimbang tahun sebelumnya yang tercatat 21,68%. Pertumbuhan premi bruto Asuransi Artarindo pun lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata industri yang sebesar 27,18%.
Pertumbuhan premi bruto Asuransi Artarindo tahun lalu juga menjadi salah satu yang tertinggi di antara peer nya di industri asuransi umum. Kenaikan ini turut berkontribusi pada jumlah investasinya yang meningkat 9,36%, dari Rp232,56 miliar menjadi Rp254,77 miliar. Sementara, hasil investasinya tercatat Rp10,80 miliar. Perusahaan asuransi ini juga mencatatkan kenaikan pendapatan underwriting sebesar 28,08% dari Rp109,32 miliar menjadi Rp140,01 miliar.
Asuransi Artarindo mengakhiri 2023 dengan mengantongi laba bersih Rp26,45 miliar. Adapun total asetnya tercatat Rp595,66 miliar atau mengembang 15,33% dalam setahun. Di samping itu, Asuransi Artarindo mencatat rasio rasio keuangan lain yang solid. Misalnya, rasio pencapaian solvabilitas (RBC) yang berada di level 438%, jauh melampaui ketentuan minimum yang disyaratkan regulator, yakni 120%. Sementara, rasio kecukupan investasinya tercatat 245%. Rasio likuiditas Asuransi Artarindo juga meningkat dari 161% pada 2022 menjadi 176% per 2023. Rasio likuiditas yang tinggi menunjukkan bahwa kemampuan perusahaan membayar utang jangka pendeknya makin baik. Tahun lalu, Asuransi Artarindo juga memegang rasio antara laba sebelum pajak berbanding rata-rata modal sendiri dan laba komprehensif berbanding rata-rata modal sendiri tertinggi kedua di kategori ini. Masing masing berada di level 13,49% dan 11,13%. Laba bersih Asuransi Artarindo tercatat tumbuh 24,08% pada Mei 2024. Semoga tahun ini pertumbuhannya makin apik, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya.
PADA rating asuransi kali ini, Kookmin Best Insurance Indonesia (KB Insurance) naik satu peringkat dari rating tahun sebelumnya. KB Insurance memperoleh predikat “sangat bagus” dengan total skor 91,67%. Dipimpin Jeonglae Cho sebagai presiden direktur, KB Insurance berhasil mencatat pertumbuhan premi bruto sebesar 26,57%, atau menjadi Rp334,51 miliar pada 2023. Angka pertumbuhan itu menjadi yang tertinggi kedua di antara top 6 perusahaan asuransi umum di kategori ini. KB Insurance membukukan persentase RBC di angka 356%, dengan rasio likuiditas 133% dan rasio kecukupan investasi 237%. MAS
PERINGKAT keempat diduduki Asuransi Umum Bumiputera Muda 1967 (Asuransi Bumida). Pada rating kali ini, total skor Asuransi Bumida tercatat 90,98% dengan predikat “sangat bagus”. Kinerja perusahaan asuransi ini cemerlang di 2023. Perusahaan asuransi yang dipimpin Ramli Forez sebagai direktur utama ini membukukan premi bruto Rp403,73 miliar pada 2023 atau tumbuh 24,10%. Pertumbuhan premi bruto ini menjadi yang tertinggi di antara peer-nya. Sementara, laba bersihnya tercatat Rp40,25 miliar atau tumbuh 40,14% dari 2022. Laba Asuransi Bumida ini diatas rata rata pertumbuhan industri yang tercatat 34,05%. MAS
ASURANSI Candi Utama menempati peringkat kelima pada rating asuransi kali ini. Di bawah komando Budi Herawan selaku direktur utama, perusahaan asuransi umum yang berdiri pada 2018 ini membukukan pertumbuhan premi bruto sebesar Rp263,97 miliar di 2023 atau tumbuh 23,55% dari Rp213,65 miliar pada 2022. Rasio-rasio keuangan perusahaan asuransi umum ini juga tercatat sangat baik. RBC-nya berada di level 437,75% dengan rasio kecukupan investasi 245,6%. Asuransi Candi Utama juga mencatat pertumbuhan aset tertinggi di kelompoknya, yakni 21,68% menjadi Rp624,34 miliar. MAS
MELENGKAPI jajaran enam teratas di kategori ini ada Meritz Korindo Insurance. Tahun lalu, perusahaan asuransi umum yang dinakhodai Cha Heejun sebagai presiden direktur ini mencatat pertumbuhan premi bruto sebesar 11,32% menjadi Rp256,97 miliar. Secara fundamental, kondisi keuangan perusahaan asuransi ini sangat sehat. Lihat saja RBC-nya yang di level 512,07% dan rasio kecukupan investasinya yang tercatat 616,8%. Meritz Korindo Insurance juga mencatat persentase perimbangan hasil investasi dengan pendapatan premi neto 13,5%. MAS
Kinerja Asuransi Artarindo memang apik dari tahun ke tahun. Tak heran jika perusahaan asuransi umum yang dipimpin Tommy Lau sebagai direktur utama ini selalu mendapat predikat “sangat bagus” dalam beberapa tahun terakhir.