KB Bank telah melangkah lebih jauh dalam hal inovasi teknologi. Menggandeng PFC Technologies, perusahaan teknologi asal Korea, bank ini memanfaatkan artificial intelligence (AI) dalam penyaluran kredit.
Sumber: Istimewa
Pemanfaatan teknologi saat ini ikut memberikan dampak positif bagi kemajuan industri perbankan Indonesia. Transformasi dan inovasi digital mendorong kualitas dan pelayanan industri perbankan yang lebih luas, cepat, modern, dan efisien.
Sebagai upaya untuk menciptakan operasional bisnis yang seamless dengan manajemen risiko yang tepat pada industri keuangan khususnya sektor perbankan menjadi penting dan krusial. KB Bank berkolaborasi dengan PFC Technologies dari Korea Selatan untuk membangun dan meningkatkan mekanisme penilaian pada penyaluran kredit pensiunan dan UMKM, dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kerja sama inovatif melalui implementasi model penyaluran kredit berbasis AI pertama di Indonesia antara KB Bank dengan PFC Technologies ini dilakukan Juli lalu di Jakarta. Dalam penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara KB Bank dan PFC Technologies, yang dihadiri Direktur KB Bank; Dodi Widjajanto, CEO PFC Technologies; Soohwan Lee, dan CIO PFC Technologies; Nathan Na.
Pada kesempatan itu Dodi menyampaikan, pihaknya sangat senang bermitra dengan PFC Technologies untuk membawa model kredit berbasis AI ke Indonesia. Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen KB Bank terhadap inovasi dan keunggulan dalam layanan keuangan.
“Kami mengantisipasi pertumbuhan yang signifikan dalam portofolio pinjaman kami dengan manajemen risiko yang lebih baik,” kata Dodi, bulan lalu.
Kolaborasi antara KB Bank dan PFC Technologies ini diharapkan dapat merevolusi proses penilaian kredit, dengan target pengurangan debitur berisiko tinggi sebesar 2%-3%. Selain itu, dengan memanfaatkan algoritma canggih dan analitik data berbasis AI, kolaborasi ini menawarkan solusi pemberian pinjaman yang inovatif dan efisien melalui proses pengambilan keputusan yang berbasis data holistik, optimalisasi proses penilaian risiko kredit, dan personalisasi pengalaman bagi nasabah.
CEO PFC Technologies, Soohwan Lee menuturkan, pihaknya merasa bangga dapat bermitra dengan KB Bank di Indonesia. “Hal ini memungkinkan kami menawarkan solusi berbasis AI PFC Technologies yang telah diadopsi oleh institusi keuangan terkemuka di Korea. Melalui kemitraan ini, harapan kami adalah untuk memajukan teknologi manajemen risiko di Indonesia dan berkontribusi pada kehidupan finansial yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Bagi KB Bank transformasi dan inovasi – termasuk dalam bidang teknologi, yang dilakukan selama ini merupakan fondasi bagi perseroan untuk lebih meningkatkan kualitas layanan dan menjangkau masyarakat lebih luas. KB Bank sendiri telah mencapai sejumlah progres inovasi dan pertumbuhan yang signifikan dalam perjalanan transformasinya.
Dengan menggandeng PFC Technologies perusahaan asal Korea Selatan yang mengkhususkan diri di bidang pengembangan AI yang berpengalaman sejumlah institusi keuangan global, seperti Bain Capital, Goldman Sachs Korea dan lainnya, KB Bank yakin dapat lebih berkembang signifikan dalam kualitas aset dan ekspansi kredit ke depannya.
Sebagai upaya untuk menciptakan operasional bisnis yang seamless dengan manajemen risiko yang tepat pada industri keuangan khususnya sektor perbankan menjadi penting dan krusial. KB Bank berkolaborasi dengan PFC Technologies dari Korea Selatan untuk membangun dan meningkatkan mekanisme penilaian pada penyaluran kredit pensiunan dan UMKM, dengan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kerja sama inovatif melalui implementasi model penyaluran kredit berbasis AI pertama di Indonesia antara KB Bank dengan PFC Technologies ini dilakukan Juli lalu di Jakarta. Dalam penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara KB Bank dan PFC Technologies, yang dihadiri Direktur KB Bank; Dodi Widjajanto, CEO PFC Technologies; Soohwan Lee, dan CIO PFC Technologies; Nathan Na.