Belum ada produk di keranjang belanja kamu

RATING 105 BANK VERSI INFOBANK 2024 - KBMI 1

Duduk di Kursi Paling Terhormat

Bank Kalbar menjadi yang terbaik di kelompoknya dalam rating bank versi Infobank 2024. Kinerja gemilang bank ini tidak lepas dari dukungan semua stakeholder dan dibarengi kerja keras semua elemen bank ini. Bank Kalbar juga mencatatkan namanya sebagai bank “sangat bagus” selama lebih dari 20 tahun berturut-turut.

Oleh Steven Widjaja & Ari Astriawan
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa

BANK KALBAR

Nama Bank Kalbar makin berkilau di rating bank versi Infobank. Bank kebanggaan warga Kalimantan Barat ini kembali meraih predikat “sangat bagus” dalam rating kali ini. Total skor yang didapat adalah 93,66%. Dengan skor itu, bank yang dipimpin Rokidi sebagai direktur utama ini berhak duduk di kursi paling terhormat, di kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 1, kelas aset Rp25 triliun ke atas. Tak hanya itu.

Dengan diraihnya predikat bergengsi tersebut, Bank Kalbar melanjutkan prestasi top yang sudah dicapainya selama ini, yakni sebagai bank berpredikat “sangat bagus” lebih dari 20 tahun berturut-turut. Atas capaian yang luar biasa tersebut, apresiasi lebih tinggi jelas pantas diberikan kepada Bank Kalbar.

Sebagai informasi, kelas aset Rp25 triliun ke atas ini dihuni oleh 17 bank. Dari 17 bank itu, 10 bank di antaranya berhasil meraih predikat “sangat bagus” karena kinerjanya yang cemerlang di 2023. Capaian Bank Kalbar yang mengagumkan di rating ini tak lepas dari kinerjanya yang cemerlang di tahun lalu. Sejumlah komponen keuangan utama dan rasio penting tumbuh dan berkualitas. Berdasarkan data rating, Bank Kalbar unggul di aspek permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi.

“Kinerja positif Bank Kalbar tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak. Terutama gubernur, bupati dan wali kota, serta DPRD. Baik tingkat provinsi maupun daerah se-Kalimantan Barat. Peran nasabah dan masyarakat juga sangat penting bagi Bank Kalbar. Kami berkomitmen dan akan terus berinovasi untuk meningkat kan kinerja agar bisa semakin optimal berkontribusi mem[1]bangun perekonomian daerah. Pada akhirnya keberadaan Bank Kalbar bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat Kalbar,” Rokidi, Direktur Utama Bank Kalbar.

Dari sisi kinerja, Biro Riset Infobak (birl) mencatat, pada 2023 lalu, Bank Kalbar mengantongi laba bersih sebesar Rp455,45 miliar, meningkat 7,31% year on year (yoy). Raihan laba ditopang oleh fungsi intermediasi yang berjalan baik. Penyaluran kredit naik 7,67% menjadi Rp15,58 triliun. Kualitas aset Bank Kalbar pun terjaga dengan baik. Tecermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga di level 1,86%, di bawah rata-rata industri bank umum di posisi 2,19%.

Kinerja kredit juga ditopang likuiditas yang kuat. Dana pihak ketiga (DPK) bank ini tercatat tumbuh 8,16% menjadi Rp18,97 triliun. Kenaikan DPK Bank Kalbar pun melampaui rata-rata pertumbuhan industri yang tercatat 3,73%.

Dari sisi permodalan, para shareholder menunjukkan komitmen kuat untuk memperkuat modal bank ini. Tengok saja modal intinya yang bertambah 12,38%, dari Rp3,49 triliun menjadi Rp3,92 triliun di akhir 2023. Tambahan modal itu mendongkrak rasio kecukupan modal (CAR) Bank Kalbar ke posisi 37,18%. Dengan kondisi permodalan dan likuiditas yang solid, Bank Kalbar memiliki cukup ruang untuk melakukan ekspansi dan bertumbuh.

Sementara, dari sisi operasional, Rokidi dan jajarannya mampu menjalankan bisnis bank ini dengan makin efisien. Tengok rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) yang terus menurun dari tahun ke tahun. Pada 2021 sebesar 70,40%, lalu turun menjadi 69,36% pada 2022.

Tahun lalu angkanya kembali turun ke posisi 67,94%. Angka BO/ PO ini juga jauh di atas rata-rata BO/PO industri bank umum yang ada di posisi 78,92%.

Tak sampai di situ. Dari sisi aset juga mengalami pertumbuhan. Total asetnya di akhir 2023 mencapai Rp25,01 triliun, meningkat 6,08% dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan asetnya pun di atas rata-rata industri yang sebesar 5,87%.

Dukungan Semua Pihak

Dalam sejumlah kesempatan, Rokidi menyebut keberhasilan Bank Kalbar menjaga momentum pertumbuhan positif adalah buah kerja keras dan dukungan semua pihak. Mulai dari pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat sebagai pemegang saham, lalu seluruh karyawan, hingga nasabah Bank Kalbar. Dukungan dari masyarakat Kalbar juga tidak kalah penting bagi eksistensi BPD ini di industri perbankan.

Manajemen Bank Kalbar pun bertekad membalas dukungan semua pihak tersebut dengan memberikan kinerja terbaik. Tujuannya tidak lain untuk berkontribusi optimal dalam mendorong geliat perekonomian, khususnya di Kalbar.

“Kami mengapresiasi Bank Kalbar yang telah memberikan kemudahan dalam proses pengajuan kredit, di mana Bank Kalbar telah menyederhanakan proses pengajuan kredit UMKM agar lebih mudah dan cepat,” Harisson, PJ Gubernur Kalimantan Barat.

“Kinerja positif Bank Kalbar tentu tidak lepas dari dukungan semua pihak. Terutama gubernur, bupati dan wali kota, serta DPRD. Baik tingkat provinsi maupun daerah se-Kalimantan Barat. Peran nasabah dan masyarakat juga sangat penting bagi Bank Kalbar. Kami berkomitmen dan akan terus berinovasi untuk meningkatkan kinerja agar bisa semakin optimal berkontribusi membangun perekonomian daerah. Pada akhirnya keberadaan Bank Kalbar bisa dirasakan oleh semua lapisan masyarakat Kalbar,” ujar Rokidi, beberapa waktu lalu.

Komitmen Bank Kalbar menggerakkan perekonomian daerah antara lain diwujudkan lewat fungsi intermediasinya, termasuk penyaluran kredit untuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kredit UMKM Bank Kalbar berdasarkan perhitungan RPIM per Desember 2023 sebesar Rp5,759 triliun dari total kredit sebesar Rp15,576 triliun, atau sebesar 36,98%. Hal ini sejalan dengan arahan Pemprov Kalbar, dalam hal ini perseroan didorong untuk menjadi katalisator pengembangan UMKM di Kalbar.

Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, dalam suatu kesempatan mengungkapkan, pada 2023 kredit UMKM Bank Kalbar bisa tumbuh sekitar 19,25% dari tahun sebelum nya. Ini didorong oleh makin banyaknya UMKM di Kalbar yang membutuhkan modal untuk mengembangkan kapasitas usahanya. Bank Kalbar juga sangat aktif dalam melakukan sosialisasi dan edukasi tentang kredit UMKM kepada pengusaha kecil. Akses kredit bagi pengusaha kecil pun kian dipermudah.

“Kami mengapresiasi Bank Kalbar yang telah memberikan kemudahan dalam proses pengajuan kredit, di mana Bank Kalbar telah menyederhanakan proses pengajuan kredit UMKM agar lebih mudah dan cepat,” kata Harisson.

Harisson menambahkan, akses permodalan yang memadai menjadi salah satu faktor utama dalam pemberdayaan dan pengembangan UMKM. Sektor ini membutuhkan modal untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat daya saing. Dengan dibukanya akses permodalan yang mudah dan pricing kompetitif, daya saing UMKM meningkat, kontribusinya bagi ekonomi daerah pun akan makin besar.

Sektor UMKM tidak lain adalah tulang punggung perekonomian. Sektor ini juga menyerap banyak tenaga kerja. Perannya bagi perekonomian daerah sangat penting. Karena itu, UMKM harus dibantu untuk bisa terus berkembang. Pemprov Kalbar pun terus mendukung upaya pengembangan UMKM, termasuk dengan mendorong peran Bank Kalbar dalam menjalankan fungsi intermediasinya, menyalurkan kredit bagi UMKM.

“Intinya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan dan kemajuan UMKM sebagai salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi daerah. Dengan langkah-langkah seperti ini, diharapkan UMKM di Kalimantan Barat dapat menjadi lebih kuat dan berdaya saing, serta dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” tandas Harisson.

Agar perannya makin maksimal, Pemprov juga mendorong Bank Kalbar untuk terus melakukan inovasi digital. Aspek digital menjadi bagian penting dalam meningkatkan layanan Bank Kalbar. Perseroan juga menjadikan digitalisasi sebagai salah satu fokus untuk meningkatkan efisiensi operasional dan layanan kepada nasabah. Dengan digitalisasi, daya saing Bank Kalbar pun akan makin kompetitif, tidak hanya di ranah lokal tapi juga regional.

Digitalisasi tentu harus dilakukan tanpa mengesampingkan pentingnya manajemen risiko. Keamanan data tetap menjadi prioritas. Digitalisasi juga menjadi salah satu sarana Bank Kalbar untuk memperluas akses keuangan bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi, termasuk dengan memperdalam penetrasi pembiayaan bagi UMKM.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Agustus 2024

Rp 65.000

BELI