Kinerja apik di 2023 mengantarkan Bank BJB kembali meraih predikat “sangat bagus” dalam rating bank versi Infobank. Satu prestasi baru pun diukir Bank BJB tahun ini, yakni sebagai bank yang selalu berpredikat “sangat bagus” selama 25 tahun berturut-turut. Luar biasa
Sumber : Istimewa
1. Bank BJB
Predikat “sangat bagus” kembali diraih Bank BJB dalam rating bank versi Infobank tahun ini. Dengan demikian, bank ini mengukir satu capaian baru, yakni mencatatkan namanya sebagai bank yang selalu berpredikat “sangat bagus” selama 25 tahun.
Bank yang dipimpin Yuddy Renaldi sebagai direktur utama ini mendapat total skor 89,06%. Bank BJB sendiri mengisi kelas aset Rp150 triliun hingga di bawah Rp200 triliun, di kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 3, bersama Bank Maybank Indonesia dan Bank UOB Indonesia.
Kinerja yang cemerlang di 2023 menjadi dasar bagi Infobank untuk memberikan predikat “sangat bagus” kepada Bank BJB. Berdasarkan data rating, bank ini tampak unggul di sejumlah aspek penilaian, yakni permodalan, kualitas aset, dan efisiensi. Bank ini juga terlihat kuat dalam tata kelola, tecermin dari nilainya yang sempurna di aspek peringkat nilai komposit GCG. Untuk aspek ini, dari 105 bank yang dirating, hanya 9 bank yang meraih skor sempurna, dan Bank BJB salah satunya.
Bank BJB mencatatkan kinerja keuangan yang solid di 2023, dengan laba bersih Rp1,68 triliun. Adapun total asetnya tumbuh 3,89% secara tahunan atau menjadi Rp188,29 triliun. Dengan aset sebesar itu, Bank BJB memperkokoh posisinya sebagai bank pembangunan daerah (BPD) terbesar di Indonesia.
Fungsi intermediasi yang dijalankan di tahun lalu juga terlihat sangat baik. Dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 4,17% atau menjadi Rp136,61 triliun. Struktur DPK Bank BJB pun terbilang cukup baik. Rasio dana murah (CASA)-nya 41,49%. Dan, hebatnya lagi, penghimpunan dana murah mengalami peningkatan 3,37% atau menjadi Rp56,55 triliun.
Di sisi lending, Bank BJB mencatatkan pertumbuhan kredit 8,05% atau menjadi Rp125,08 triliun. Di kelasnya, pertumbuhan kredit Bank BJB ini merupakan yang tertinggi. Kredit yang mengucur makin deras diikuti dengan kualitas kredit yang baik. Di akhir 2023, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) Bank BJB tercatat 1,35%. NPL-nya ini lebih baik daripada NPL industri bank umum yang tercatat 2,19%, juga menjadi yang terendah di kelasnya.
Keunggulan Bank BJB di sisi rasio penting terlihat pula di aspek return on equity (ROE). ROE bank ini di akhir 2023 tercatat 13,38%, tertinggi di kelasnya. ROE yang tinggi itu mencerminkan bahwa Bank BJB sangat efektif memperoleh keuntungan dari modal yang dimiliki.
“Dukungan seluruh pemegang saham, khususnya Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai pemegang saham terbesar, mendukung catatan kinerja Bank BJB sepanjang 2023. Kami optimistis kinerja Bank BJB akan semakin positif,” katanya, beberapa waktu lalu.
2. Bank Maybank Indonesia
Bank Maybank Indonesia berhasil meraih capaian yang lebih baik dalam rating bank kali ini, dengan mendapat predikat “sangat bagus”. Pada rating tahun sebelum-nya, bank ini berpredikat “bagus” saja. Itu artinya, dalam setahun terakhir, bank ini mampu mengoptimalkan bisnisnya sehingga rapor keuangannya lebih baik.
Di rating ini, bank yang pada April lalu mengangkat Steffano Ridwan sebagai presiden direktur ini mendapat total skor 88,39%. Bank ini tampak menonjol di aspek efisiensi. Tecermin dari nilainya yang sempurna. Di aspek rentabilitas, bank ini juga terlihat kuat. Nilainya tertinggi dibandingkan dengan peer-nya.
Tahun lalu, Bank Maybank Indonesia berkinerja mengesankan. Biro Riset Infobank (birI) mencatat, pada 2023, Bank Maybank Indonesia membukukan laba bersih Rp1,82 triliun atau tumbuh 18,56% secara tahunan. Pertumbuhan laba tersebut menjadi satu-satunya yang positif di kelompok bank beraset Rp150 triliun hingga di bawah Rp200 triliun. Secara nilai, juga menjadi yang terbesar. Meningkatnya laba ditopang oleh pendapatan operasional yang meningkat dan komposisi aset yang membaik.
Bank ini mampu menjalankan fungsi intermediasinya dengan sangat baik. Tercatat, tahun lalu dana pihak ketiga (DPK) naik 9,27% atau menjadi Rp115,50 triliun. Kredit mengembang 7,59% atau menjadi Rp116,00 triliun. Menutup 2023, Bank Maybank Indonesia memiliki aset Rp171,80 triliun atau tumbuh 6,83%.