Sumber: Istimewa
PT Infobank Digital Inisiatif Asia (Infobank Digital) member of Infobank Media Group menyelenggarakan talkshow dan launching buku bertema “Keamanan Siber Bank”, pada 10 Juli 2024, di kampus Universitas Trisakti, Jakarta. Kegiatan ini menghadirkan pembicara Roberto Akyuwen, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek dan Provinsi Banten sekaligus penulis buku Keamanan Siber Bank, dan Slamet Aji Pamungkas, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Talkshow dimulai dengan catatan pembuka yang disampaikan oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group. Dalam catatan pembukanya, Eko menyampaikan bahwa dalam rangka mengantisipasi keamanan siber, khusus nya di industri perbankan, penting melakukan literasi, baik literasi digital maupun literasi terkait kejahatan siber.
“Yang paling penting itu adalah bagaimana kita mengantisipasi dari serangan siber, bagaimana IT-nya, terus yang kedua bagaimana people-nya, terus bagaimana business process-nya. Ketika suatu lembaga telah mengalami kejahatan siber akan sulit untuk dihentikan, karena serangan siber sendiri saat ini semakin masif. Dan kejahatan siber saat ini sudah masuk kepada teroris siber yang membahayakan,” jelas Eko.
Selanjutnya, dalam pemaparannya Roberto menyampaikan bahwa serangan siber di industri perbankan akan terjadi terus-menerus dan semakin canggih. “Kalau dulu serangan siber lebih mendekati end user, atau core system bank. Sekarang, core banking system meningkat, biasanya kita tingkatkan kapasitasnya. Ini yang membuat kita lebih terekspose, mendatangkan risiko serangan siber,” ujar Roberto.
Sementara itu, Slamet dalam pemaparannya menyampaikan bahwa sepanjang 2023, BSSN mencatat ada 347 dugaan insiden siber di Indonesia. Insiden siber ini meliputi kebocoran data, ransomware, web defacement (peretasan situs web), dan serangan DDoS (gangguan terhadap fungsi situs web). “Pemerintah adalah sektor paling rentan insiden siber dengan 186 dugaan insiden siber. Diikuti sektor keuangan dengan 38 dugaan insiden siber,” ujar Slamet. WAO
Terima kasih kepada pendukung acara:
Talkshow dimulai dengan catatan pembuka yang disampaikan oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group. Dalam catatan pembukanya, Eko menyampaikan bahwa dalam rangka mengantisipasi keamanan siber, khusus nya di industri perbankan, penting melakukan literasi, baik literasi digital maupun literasi terkait kejahatan siber.
“Yang paling penting itu adalah bagaimana kita mengantisipasi dari serangan siber, bagaimana IT-nya, terus yang kedua bagaimana people-nya, terus bagaimana business process-nya. Ketika suatu lembaga telah mengalami kejahatan siber akan sulit untuk dihentikan, karena serangan siber sendiri saat ini semakin masif. Dan kejahatan siber saat ini sudah masuk kepada teroris siber yang membahayakan,” jelas Eko.