Mimpi Besarnya Untuk Menjadi Seorang Bankir Muncul Dari Sebuah Gedung Bank Klasik di Negeri Paman Sam yang Ia Lewati Setiap Hari Ketika Bersekolah Dulu. Sebagai Leader, Ia adalah Sosok yang Easy Going.
Presiden Direktur Bank CTBC Indonesia
“SAYA mau jadi banker!” Kalimat itu terlontar dari mulut anak laki-laki berusia 12 tahun, usai dirinya melihat sebuah bangunan megah, mewah, dan unik di perjalanan pulang selepas sekolah. Bangunan itu adalah gedung Home Savings of America, salah satu institusi perbankan di Amerika Serikat (AS) yang berdiri pada pertengahan 1900-an.
Anak laki-laki penuh semangat dan percaya diri itu bernama Iwan Satawidinata, yang kini menjabat sebagai Presiden Direktur Bank CTBC Indonesia. Iwan, panggilan akrabnya, kala itu sedang merantau bersama adiknya dari tempat tinggalnya di Tanah Abang, Jakarta, ke Negeri Paman Sam untuk menuntut ilmu. Namun, sesungguhnya, orang tua Iwan juga sengaja menitipkannya kepada sanak saudara yang menetap di sana.
Iwan kecil yang punya hobi bergaul dikenal bandel dan suka bermain hingga larut malam. “Saya dulu tuh bandel. Suka main sampai malam hari bersama teman-teman di Tanah Abang. Akhirnya, orang tua mengirim saya sekolah ke Amerika,” kenang Iwan kepada tim Infobank di Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2024.
Kendati begitu, ada hikmah di balik hijrahnya Iwan ke Amerika. Ia bisa bertemu dengan satu mimpi besar di umurnya yang masih belia. Kekagumannya pada kemegahan sebuah gedung bank di sana juga membuatnya termotivasi mengejar cita-cita.
“Saya pulang sekolah naik bus. Dari bus stop, saya harus jalan kaki ke rumah. Saya selalu ingat, di saat saya berjalan itu, saya melewati satu bank yang megah sekali: Home Savings of America. Sejak itu, saya bercita-cita ingin menjadi seorang bankir, ingin bekerja di gedung megah seperti itu,” tutur pria kelahiran Jakarta pada 1968 ini.
Konon, keinginan yang kuat akan terus terekam dalam diri dan ingatan seseorang. Sehingga, ke mana pun ia pergi atau di mana pun ia berpijak, keinginan itu juga yang akan selalu menyertai setiap langkahnya. Dan, inilah yang dialami Iwan. Setelah punya satu cita-cita yang ingin dicapai, ia terus giat belajar, ulet, disiplin, dan kerja keras.
Berkat ketekunan dan passionate itu, cita-cita masa kecil Iwan pun terwujud. Iwan juga termasuk jajaran bankir senior top di industri perbankan Tanah Air. Di 1990, peraih gelar bachelor of science in business administration dari University of Southern California, AS, ini menjalani debut karier perbankannya di United Savings Bank FSB, AS. Sekitar satu tahun kemudian, ia bergabung dengan Bank UOB Indonesia (saat itu United Overseas Bank Bali).
Karier perbankan Iwan di bank yang kini menjadi anak perusahaan UOB Group di Singapura ini berlangsung cukup lama – dari total 34 tahun perjalanan kariernya, selama 28 tahun ia habiskan di Bank UOB Indonesia. Jabatan terakhirnya di bank itu adalah wakil direktur utama. Lalu, di 2019, ia dipercaya untuk memimpin Bank CTBC Indonesia hingga sekarang.
Selama lebih dari tiga dekade menekuni profesi bankir, ada dua sosok idola yang menjadi panutan, mentor, dan inspirasi Iwan. Pertama, Jamie Dimon, CEO JPMorgan Chase. Dari Jamie, Iwan belajar tentang adaptasi dan improvisasi dalam bekerja, di mana pun berada. Iwan juga mempelajari cara-cara berbankir ala Jamie melalui buku.
Kedua, bankir senior sekaligus pendiri UOB, Wee Cho Yaw. Iwan bercerita, ia pertama kali bertemu dengan legend banker itu saat mengikuti recruitment karyawan UOB. “Kalau dengan beliau, saya belajar langsung. Karena, selama 28 tahun bekerja di UOB, saya selalu bertemu dengannya. Jadi, saya sangat respect. Beliau idola sekaligus mentor saya,” kata ayah dua anak ini.
Dari sosok Wee Cho Yaw, Iwan juga belajar tentang etos kerja dan berpikir visioner sebagai leader. Dan, bicara soal leadership, Iwan merupakan sosok leader yang supportive. Ia suka bergaul dan berbaur dengan semua karyawannya. Baginya, ketika melihat karyawannya sukses, itu artinya ia juga sukses menjadi leader!
Di lain sisi, Iwan tak pernah bosan untuk terus belajar hal-hal baru dan open minded terhadap perubahan, baik perubahan di sisi bisnis perbankan maupun tentang kepemimpinan. Sejatinya, sifat-sifat ini jugalah yang membuatnya sukses meraih cita-cita. Dan, Iwan pun merasa diberkahi dengan pilihan profesi yang dipilih serta dijalaninya saat ini.
Meski demikian, untuk meraih sukses, ada kalanya seseorang harus berani membuat keputusan atau keluar dari comfort zone. Seperti keputusan orang tua Iwan dahulu, yang berani melepas anaknya merantau.
Begitu pun Iwan, dengan keberaniannya menimba ilmu, walau harus jauh dari orang tua. Bahkan, bocah lakilaki berumur 12 tahun itu juga tak takut bermimpi. Dalam cerita Iwan, sepertinya semesta pun mendukung. Dari keberanian dan perjuangannya itu, Iwan berhasil menjadi satu di antara anak Tanah Abang yang sukses meraih mimpinya.
“God bless, tidak ada rasa menyesal atau pikiran saya salah memilih karier. Dari tahun ke tahun, malah saya banyak belajar. Misalnya, apa kesalahan saya yang harus diubah supaya saya bisa lebih enjoy. Saya masuk ke industri ini sebagai bankir sampai sekarang sudah tiga dekade, merasa sangat happy,” pungkas pria yang hobi jalan kaki ini.
Anak laki-laki penuh semangat dan percaya diri itu bernama Iwan Satawidinata, yang kini menjabat sebagai Presiden Direktur Bank CTBC Indonesia. Iwan, panggilan akrabnya, kala itu sedang merantau bersama adiknya dari tempat tinggalnya di Tanah Abang, Jakarta, ke Negeri Paman Sam untuk menuntut ilmu. Namun, sesungguhnya, orang tua Iwan juga sengaja menitipkannya kepada sanak saudara yang menetap di sana.