Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Rating 252 Institusi Keuangan Syariah Versi Infobank 2024 – Optimalisasi Potensi Pasar agar Market Share Lebih Besar

Industri keuangan syariah nasional terus mengalami pertumbuhan. Ini hal yang patut disyukuri. Tapi, jika mampu memaksimalkan potensi pasar ekonomi syariah yang dimiliki negeri ini, pertumbuhan yang dicapai bisa lebih besar.

Oleh Ari Nugroho
Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)

Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF)

INDUSTRI keuangan syariah nasional terus berkembang. Secara size, industri ini makin membesar dan menjangkau lebih banyak masyarakat Indonesia. Keuangan syariah juga menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan ekosistem halal di negeri ini.

Sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri halal dan keuangan syariah secara global. Perlahan tapi pasti, industri halal dan keuangan syariah Indonesia terus memperkuat kapasitas dan daya saingnya.

Pencapaian Indonesia dalam membangun industri halal dan keuangan syariahnya mendapat perhatian dan pengakuan dari masyarakat internasional. Salah satunya, menurut State of The Global Islamic Economy (SGIE) Report 2023 yang dirilis DinarStandard, Indonesia berhasil menempati peringkat ketiga dalam The Global Islamic Economy Indicator (GIEI), di belakang Malaysia dan Arab Saudi atau naik satu peringkat dibandingkan dengan 2022. Laporan ini melakukan pemeringkatan terhadap sejumlah negara dengan beberapa indikator yang terkait dengan industri ekonomi syariah.

Sementara, menurut catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total aset industri syariah di Indonesia per Juni 2024 mencapai Rp2.756 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan dengan 2023 yang tercatat Rp2.582 triliun. “Total aset industri keuangan syariah mencapai Rp2.756 triliun per Juni 2024,” kata Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, dalam webinar ISEI, Senin, 26 Agustus lalu.

Dari total aset itu, pasar modal syariah berkontribusi Rp1.689 triliun, diikuti perbankan syariah Rp897 triliun dan industri keuangan nonbank (IKNB) syariah Rp170 triliun. Adapun kontribusi usaha syariah dan pembiayaan syariah terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 45,66%.

Meski terus tumbuh, masih ada sejumlah hal yang perlu ditingkatkan industri keuangan syariah nasional agar peran dan kontribusinya terhadap perekonomian Indonesia lebih optimal. Salah satunya, terkait dengan literasi dan inklusi keuangan syariah. Tapi, memang, dalam beberapa tahun terakhir, angka literasi dan inklusi keuangan syariah terus meningkat, dan itu patut disyukuri.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi Inklusi Keuangan OJK dan Badan Pusat Statistik (BPS) di 2023, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 65% dan tingkat inklusi keuangan 75%. Sementara, indeks literasi keuangan syariah tercatat sebesar 39,11% dan indeks inklusi keuangan syariah baru 12,88%.

“Angka literasi ini sudah jauh meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yang di angka 9%. Jadi, ini sesuatu yang sangat baik. Artinya, masyarakat sudah mulai meningkat pemahamannya terhadap produk dan jasa keuangan syariah,” tegas Friderica.

Pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air ditopang sejumlah faktor, termasuk industri keuangan syariah. Dan, perbankan syariah menjadi salah satu motor utamanya. Hal itu ditegaskan K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia yang juga Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Secara khusus, ia meminta agar perbankan syariah menjadi jangkar yang mampu menggerakkan seluruh ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

“Industri keuangan syariah, terutama perbankan syariah, harus menjadi jangkar untuk menggerakkan seluruh ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia,” ujarnya pada sebuah kesempatan, Juni lalu.

Lebih jauh, dilihat dari sisi pangsa (market share) aset industri keuangan syariah terhadap total aset industri keuangan nasional, secara sekilas gambaran-nya terlihat dinamis dalam tiga tahun terakhir, di rentang 6% ke 8%. Perhitungan ini hanya diwakili industri perbankan syariah dan IKNB syariah banding industri perbankan dan IKNB nasional. Menurut data Biro Riset Infobank (birI), per Mei 2024, total aset perbankan syariah dan IKNB syariah tercatat 

Rp1.212,12 triliun atau memegang market share aset 8,29% terhadap total aset industri perbankan dan IKNB nasional yang sebesar Rp14.619,91 triliun. Market share itu terlihat meningkat dari akhir 2023 yang sebesar 7,32% dan akhir 2022 yang tercatat 6,99%.

                Market share yang dalam tren meningkat sejak 2021 layak disyukuri. Tapi, jika melihat potensi pasarnya, mestinya industri keuangan syariah – perbankan dan IKNB syariah – bisa lebih dari itu. Jadi, memperbesar market share juga menjadi satu tantangan tersendiri bagi industri keuangan syariah nasional. Memperdalam penetrasi perlu dilakukan agar makin banyak masyarakat yang mengunakan produk dan layanan institusi keuangan syariah. Dengan demikian, industri keuangan syariah dapat tumbuh lebih cepat, dan pada akhirnya market share pun akan makin besar.

Terkait dengan kinerja industri keuangan syariah nasional, Infobank kembali menerbitkan rating institusi keuangan syariah bertajuk “Rating 252 Institusi Keuangan Syariah Versi Infobank 2024”. Rating ini memotret kinerja industri keuangan syariah di 2023, khususnya yang diwakili industri perbankan syariah – bank umum, UUS, dan BPRS; industri asuransi jiwa dan asuransi umum syariah; serta industri penjaminan syariah. Hasilnya, dari total perusahaan keuangan syariah yang dirating, sebanyak 126 perusahaan berhasil mendapat predikat “sangat bagus”.

Sebagai negara dengan populasi penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri halal dan keuangan syariah secara global. Perlahan tapi pasti, industri halal dan keuangan syariah Indonesia terus memperkuat kapasitas dan daya saingnya.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi September 2024

Rp 65.000

BELI