Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Senjata Rahasia Ketika Penjualan Kendaraan Lesu

Di tengah menurunnya penjualan kendaraan, perusahaan multifinance mampu menggenjot pembiayaan multiguna lainnya untuk menjaga pertumbuhan bisnis. Jangan lengah, ekspansi tetap harus terukur agar tak jadi senjata makan tuan.

Oleh Alfi Salima Puteri
Sumber : Istimewa

Sumber : Istimewa

Ketika pasar utama dari bisnis pembiayaan, yakni otomotif, tengah melemah, industri multifinance tetap berupaya mengejar cuan dengan menggarap pasar yang lain. Mereka dengan cepat mengalihkan fokus ke sektor pembiayaan multiguna (multi-purpose loan/MPL) lainnya, yang kini boleh disebut sebagai senjata rahasia untuk tetap bertahan di tengah lesunya pasar otomotif.

Sektor pembiayaan multiguna tidak hanya memberikan angin segar bagi industri multifinance di tengah lesunya pasar otomotif, tapi juga menawarkan fleksibilitas dan kemudahan bagi konsumen yang mencari solusi keuangan untuk kebutuhan konsumsi pribadi. Sektor ini memberikan peluang baru bagi perusahaan­perusahaan multifinance untuk tetap tumbuh dan berkembang di pasar yang makin kompetitif.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), piutang pembiayaan industri multifinance pada Mei 2024 didominasi pembiayaan multiguna. Total penyaluran kredit multiguna per Mei 2024 mencapai Rp250,54 triliun, tumbuh 9,92% dari Rp224,7 triliun pada Mei 2023.

Di Mei 2023, OJK juga mencatat, pembiayaan multiguna menyumbang 51,06% dari total pembiayaan, dan menjadikannya sebagai sektor terbesar di antara jenis pembiayaan lainnya. Disusul pembiayaan investasi dengan porsi 33,77%, pembiayaan modal kerja 9,47%, dan pembiayaan syariah 5,43%. Sementara, pembiayaan lainnya menyumbang 0,27%.

Beberapa perusahaan multifinance telah menunjukkan minat yang besar untuk masuk ke bisnis pembiayaan multiguna dengan fokus pada berbagai sektor, seperti pembiayaan rumah, pernikahan, dan pen didikan. Mandiri Utama Finance (MUF), misalnya. Per usahaan multifinance ini mencatatkan pertumbuhan signi fikan dalam portofolio pembiayaan multiguna dana tunai.

Menurut Direktur Utama MUF, Stanley Setia Atmadja, pada semester pertama 2024, penyaluran pembiayaan multiguna MUF mencapai Rp1,9 triliun, tumbuh 5,2% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. “Pembiayaan multiguna pada 2024 berkontribusi sebesar 18% dari total portofolio pembiayaan perusahaan, angka yang sama dengan kontribusi pada tahun 2023,” ungkap Stanley.

Untuk terus mendukung pertumbuhan itu, MUF secara agresif mempromosikan produk pembiayaan multiguna nya. Selain itu, perusahaan ini terus memperluas jaringan kantor. MUF juga menciptakan program khusus untuk pembiayaan multiguna dengan menawarkan berbagai promo.

Dalam rangka menjaga kualitas portofolio pembiaya[1]an multiguna, MUF menerapkan manajemen risiko yang cermat dengan melakukan pembiayaan selektif dan pe[1]ningkatan utilitas informasi calon Debitur.

BRI Finance, salah satu pemain utama lainnya, juga menganggap pembiayaan multiguna sebagai solusi yang dapat menopang kinerja perusahaan di tengah lesunya penjualan ken daraan. Dengan diversifikasi produk pembiayaan, perusahaan dapat mempertahankan pen dapatan dan meningkatkan portofolio kredit di sektor­sektor lain yang memiliki permintaan tinggi. Pembiayaan multiguna dianggap sebagai segmen dengan potensi per tumbuhan profitabilitas yang tinggi, ter utama di segmen high yield, seperti refinancing dan used car.

“Pembiayaan multiguna dapat dipergunakan untuk pem biayaan segmen konsumer sehingga pembiayaan tersebut sangatlah menunjang pendapatan BRI Finance,” kata Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan.

Hingga semester pertama 2024, total penyaluran pem[1]biayaan multiguna BRI Finance mencapai Rp983 miliar, dengan porsi 51% dari total portofolio pembiayaan perusahaan.

Dalam mengelola risiko yang terkait dengan pening[1]katan pembiayaan multiguna, BRI Finance menerapkan analisis kredit yang ketat dengan prinsip kehati­hatian, memastikan adanya agunan yang memadai, melakukan diversifikasi portofolio kredit untuk mengurangi risiko konsentrasi, serta melakukan monitoring flow rate dan penagihan yang proaktif terhadap debitur.

“Kami juga melakukan penguatan tim collection dengan meningkatkan struktur dan perangkat early warning systems serta mengoptimalkan teknologi informasi untuk proses bisnis internal dan eksternal,” tambah Wahyudi.

Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance) pun turut serta dalam mendorong pertumbuhan bisnis perusahaan melalui pembiayaan multiguna. Pada semester pertama 2024, penyaluran pembiayaan multiguna MobilKu dan multiguna MotorKu dari WOM Finance mencapai Rp2,14 triliun. Hingga Juni 2024, penyaluran pembiayaan multiguna MobilKu dan multiguna MotorKu memberikan kontribusi lebih dari 70% terhadap total penyaluran pembiayaan baru perusahaan.

Menurut Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, untuk menggenjot pembiayaan multiguna hingga akhir tahun, pihaknya telah menyiapkan berbagai strategi. “Kami melakukan identifikasi segmen pasar yang tepat dan terukur, melakukan berbagai program promosi yang menarik, memberikan kemudahan akses dan proses pengajuan pembiayaan, serta memperluas jaringan perusahaan di wilayah potensial,” ujar Cincin.

Selain itu, perusahaan menerapkan penilaian kredit yang komprehensif untuk setiap pengajuan pembiayaan baru, termasuk melakukan know your customer (KYC) demi menjaga kualitas portofolio perusahaan. Cincin juga mengungkapkan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemantauan terhadap portofolio pembiayaan serta berupaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses penagihan untuk menjaga kualitas portofolio yang sehat dan terus bertumbuh.

Menurut Cincin, prospek pembiayaan multiguna ke depan sangat menjanjikan, didorong oleh berbagai faktor seperti tren pasar, kebutuhan konsumen, kondisi ekonomi, dan inovasi teknologi. “Kami terus melakukan riset terhadap kondisi pasar, mengadaptasi strategi, serta menawarkan produk yang kompetitif dan sesuai dengan kondisi pasar untuk memaksimalkan peluang ini secara efektif,” jelas Cincin.

Secara keseluruhan, meski pasar otomotif nasional tengah lesu, pembiayaan multiguna lainnya telah menunjukkan potensinya sebagai salah satu solusi yang mampu menopang kinerja perusahaan multifinance di Indonesia. Dengan berbagai strategi dan inovasi yang diterapkan para pemain di industri ini, prospek pem[1]biayaan multiguna diperkirakan akan terus meningkat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan­perusahaan multifinance di masa mendatang.

Sektor pembiayaan multiguna tidak hanya memberikan angin segar bagi industri multifinance di tengah lesunya pasar otomotif, tapi juga menawarkan fleksibilitas dan kemudahan bagi konsumen yang mencari solusi keuangan untuk kebutuhan konsumsi pribadi. Sektor ini memberikan peluang baru bagi perusahaan­perusahaan multifinance untuk tetap tumbuh dan berkembang di pasar yang makin kompetitif.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi September 2024

Rp 65.000

BELI