KB Bank berkomitmen untuk bisa memberikan kontribusi positif lebih banyak lagi dalam menciptakan komunitas UMKM yang lebih melek finansial dan berdaya saing tinggi.
Sumber: Istimewa
KB Bank terus memperkuat komitmennya untuk meningkatkan literasi keuangan kepada masyarakat Indonesia khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui program literasi keuangan ini, KB Bank ingin memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan, sehingga pelaku UMKM akan lebih siap menghadapi tantangan, memanfaatkan peluang, dan mencapai kesuksesan jangka panjang.
Menurut Robby Mondong, Wakil Direktur Utama KB Bank, UMKM memiliki peran penting dalam peningkatan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu memiliki literasi keuangan yang lebih baik sehingga mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat. Dan sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia pada 2024 mencapai lebih dari 65 juta. UMKM ini tersebar di berbagai sektor, termasuk kuliner, fesyen, kerajinan tangan, hingga teknologi digital.
“Oleh karena itu, kami akan terus berinovasi dan meningkatkan program-program edukasi keuangan agar lebih banyak lagi masyarakat indonesia yang dapat merasakan manfaatnya,” katanya, bulan lalu.
Upaya konkret dari KB Bank dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, salah satunya dilakukan dengan menggelar kegiatan “Community Development, Meningkatkan Literasi Keuangan dan Pemberdayaan UMKM”, pada Sabtu, 7 September 2024 di Perpustakaan Multikultural, Desa Muktiwari, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Melalui kegiatan yang terselenggara bersama dengan Sekolah Tinggi PPM School of Management, MME 76, SMART SME, dan Yayasan Gugah Nurani Indonesia, KB Bank menjangkau
pelaku UMKM yang berlokasi di sekitar Kecamatan Cibitung
Achmad Fahrozi, Dosen PPM School of Managment sekaligus Mentor MME 76, menuturkan, literasi keuangan adalah fondasi utama bagi UMKM untuk naik kelas dan berkontribusi pada ketahanan serta pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan pemahaman yang mendalam tentang pengelolaan keuangan, UMKM dapat meningkatkan kapasitas bisnisnya, membuat keputusan yang lebih cerdas, mengoptimalkan arus kas, memperluas akses ke pendanaan, dan menciptakan stabilitas yang berkelanjutan.
“Agar UMKM dapat mencapai potensi ini, diperlukan kolaborasi berbagai pihak, seperti entitas bisnis, akademisi, dan masyarakat. Seperti yang telah dilakukan oleh KB Bank, PPM School of Management, dan Yayasan Gugah Nurani Indonesia dalam meningkatkan literasi keuangan bagi pelaku UMKM di Kecamatan Cibitung. Sinergi ini menjadi langkah nyata untuk mendorong UMKM naik kelas dan memperkuat ekonomi nasional,” tukas Fahrozi.
Pada kegiatan ini, peserta yang hadir antusias mengikuti berbagai materi literasi yang diberikan mulai dari pelatihan keuangan, pelatihan digital marketing, hingga materi pendanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk pelaku UMKM yang memerlukan modal lebih dalam mengembangkan usahanya.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya KB Bank untuk mendukung program Literasi Keuangan yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ke depan, KB Bank berkomitmen untuk bisa memberikan kontribusi positif lebih banyak lagi dalam menciptakan komunitas UMKM yang lebih melek finansial dan berdaya saing tinggi melalui rangkaian program edukasi keuangan yang sudah menjadi komitmen KB Bank. KB Bank berharap kegiatan ini dapat turut berkontribusi untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih kuat dan berkelanjutan di Indonesia, sejalan dengan misi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Robby Mondong, Wakil Direktur Utama KB Bank, UMKM memiliki peran penting dalam peningkatan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu memiliki literasi keuangan yang lebih baik sehingga mampu mengambil keputusan keuangan yang tepat. Dan sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia pada 2024 mencapai lebih dari 65 juta. UMKM ini tersebar di berbagai sektor, termasuk kuliner, fesyen, kerajinan tangan, hingga teknologi digital.
“Oleh karena itu, kami akan terus berinovasi dan meningkatkan program-program edukasi keuangan agar lebih banyak lagi masyarakat indonesia yang dapat merasakan manfaatnya,” katanya, bulan lalu.