Sinergi menjadi kata kunci bagi Artajasa untuk melangkah maju. Selain berkomitmen tinggi untuk menciptakan keandalan infrastruktur dan layanan, Artajasa juga fokus pada customer experience untuk meningkatkan customer satisfaction.
Direktur Utama Artajasa Armand Hermawan.
Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) merupakan salah satu perusahaan penting dalam sistem pembayaran elektronik di Indonesia. Berusia hampir seperempat abad, Artajasa berperan sebagai penyedia infrastruktur teknologi di bidang sistem pembayaran atau penyelengara infrastruktur sistem pembayaran (PIP), yang memungkinkan terjadinya transaksi keuangan secara elektronik, baik antarbank maupun antarlembaga keuangan lainnya.
Kehadiran Artajasa membuat transaksi elektronik (electronic transaction) menjadi semakin mudah, nyaman, andal, dan efisien. Melalui perannya sebagai perusahaan switching, Artajasa sebagai pengelola jaringan ATM Bersama, yang merupakan jaringan ATM terbesar di Indonesia, memungkinkan perbankan dan lembaga keuangan lainnya saling terhubung (interkoneksi) dalam memproses transaksi elektronik dan pembayaran.
Artajasa sendiri, saat ini memiliki dan mengelola terminal ATM dengan brand ATM Plus. Layanan ini telah hadir sejak tahun lalu. Tahun depan, untuk meningkatkan daya jangkau dan memenuhi permintaan pasar, Artajasa siap lebih ekspansif meningkatkan layanan ATM Plus yang dikelolanya ini, mengingat kebutuhan nasabah akan dana tunai masih tinggi. Sementara untuk jaringan ATM Bersama saat ini telah terkoneksi dengan lebih dari 80 ribu ATM di seluruh Indonesia.
Dengan perannya sebagai salah satu penyedia infrastruktur utama di sistem pembayaran Indonesia, Artajasa memfasilitasi kemudahan, keamanan, dan efisiensi transaksi keuangan antarlembaga dan konsumen. Selain itu, yang juga tak kalah penting, Artajasa mendukung dan berkontribusi dalam ekosistem pembayaran digital di Indonesia.
Berbekal keahliannya yang sudah teruji di bidang infrastruktur sistem transaksi elektronik, Artajasa ingin menggapai market yang lebih luas, yakni pasar global. Dalam lima tahun ke depan, Artajasa ingin menjadi global player. “Di 2029, kami ingin menjadi regional player in financial solution, bukan hanya switching,” kata Armand Hermawan, Direktur Utama Artajasa.
Untuk mewujudkan keinginan itu, Artajasa akan memperkuat sinergi. Dijelaskan oleh Armand, sinergi yang pertama adalah terkait dengan produk. Saat ini, Artajasa memiliki empat bisnis, yakni switching, payment, settlement, dan managed service. Ke depan, keempatnya akan lebih disinergikan sehingga bisa memberi manfaat yang lebih besar untuk member Artajasa.
Sinergi berikutnya adalah penguatan kerja sama dengan industri keuangan dan Bank Indonesia (BI) selaku regulator. Keduanya, merupakan bagian penting dari industri sistem pembayaran nasional. “Nah, sekarang konsolidasi dengan industri, sinergi dengan BI, dan sinergi atau bundling antarbisnis produk untuk menciptakan customer experience yang lebih besar,” tukas Armand.
Hal lain yang juga menjadi fokus Artajasa adalah customer experience. Sebagai catatan, saat ini untuk layanan ATM Bersama Artajasa memiliki member sebanyak 97 bank, dari total 106 bank umum di Indonesia (per Juni 2024). Sebagai pihak yang melayani sistem transaksi elektronik dan pembayaran para member, Artajasa selalu memastikan jika layanan yang diakses nasabah bank member berada dalam level terbaik. Begitu pun di sisi bank member, layanan Artajasa dijaga agar selalu optimal.
“Memang di (bisnis) switching ini harus trusted, service level-nya harus bagus dan secure. Nah, yang bisa dilakukan Artajasa adalah menjaga itu. Menurut saya customer is the boss and first. Makanya mengedepankan customer experience dengan seamless program. Apa maunya nasabah harus bisa dipenuhi. Makanya, semua resources yang kami punya, baik di produk, sistem, teknologi, kapasitas, talent, struktur organisasinya, semua harus digital mindset dan disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan,” tegas Armand.
Di lain sisi, kemajuan teknologi dan perubahan profil penduduk turut membuat industri sistem transaksi elektronik di Indonesia mengalami perubahan. Penetrasi internet yang semakin dalam dan demografi penduduk Indonesia yang didominasi generasi muda yang sangat melek teknologi dan internet, menantang industri, khususnya Artajasa, untuk melakukan inovasi.
Berkaitan dengan inovasi, Artajasa telah memiliki goal yang ingin dicapai. Artajasa ingin semakin unggul di bidang transaksi elektronik, lebih dari bidang pembayaran elektronik. Menurut Armand, Artajasa sedang melangkah maju untuk menjadi integrated solution dan financial solution company.
“Artajasa akan terus berkembang, bukan hanya sebagai switching company, tapi integrated solution dan financial solution bagi customer. Kami akan play a role, expanding role our switching company, menjadi financial solution for customer,” ujar Armand.
Lebih jauh, Artajasa juga adaptif dengan teknologi baru yang bisa memberi manfaat lebih untuk layanan dan produk yang disediakan, serta para member Artajasa. Sebagai contoh, teknologi artificial intelligent (AI). Sejauh ini, Artajasa tengah dalam fase awal menjajaki teknologi AI. Tapi, meski terbuka terhadap teknologi baru, Artajasa memastikan bahwa pengembangan dan inovasi yang dilakukan akan tetap berjalan sesuai arahan dan ketentuan Bank Indonesia (BI) selaku pengatur dan pengawas sistem pembayaran nasional.
“Jadi, kami sedang melakukan early assessment untuk melihat apakah AI dapat digunakan secara bersama untuk membantu bisnis operasional perbankan, khususnya BPD dan juga bank-bank medium dengan harga yang affordable,” tambah Armand.
Sebagai pemain kunci dalam lanskap sistem transaksi elektronik dan pembayaran di Indonesia, Artajasa bertindak sebagai gerbang pembayaran vital yang menghubungkan berbagai institusi atau lembaga keuangan dan sistem pembayaran di seluruh negeri dan bahkan lintas negara. Dalam perjalanannya, banyak peran penting yang diambil Artajasa dalam memajukan sistem transaksi elektronik dan pembayaran nasional.
Layanan Transaksi Elektronik Terintegrasi Artajasa
1. Switching Service: Layanan switching jaringan ATM Bersama memungkinkan terjalinnya interkonektifitas dan interoperabilitas di antara berbagai institusi keuangan, memfasilitasi transaksi elektronis dengan cepat, aman, dan andal.
> ATM Bersama
> ATM Bersama Debit
> ATM Bersama QR
2. Payment Service: Menawarkan beragam fitur pembayaran tagihan dan top up saldo yang luas. Dengan lebih dari 500 penyedia jasa tagihan dan 140 agen pembayaran dari berbagai sektor industri, termasuk telekomunikasi, multifinance, asuransi, dan layanan publik, Artajasa telah membangun kompetensi yang kuat dalam memfasilitasi sinergi antara penyedia tagihan dan agen pembayaran.
> Bersama Billing
> Bersama Top Up
> Bersama VA Bank
> Bersama H2H Bank
3. Settlement Service: Layanan pengiriman dana real time melalui infrastruktur perbankan. Layanan ini tidak hanya memfasilitasi transaksi antar bank, tetapi juga melibatkan penyelenggara penerusan transfer dana yang berperan sebagai perantara dalam proses pengiriman uang.
> Bersama Kirim Uang (BersamaKU) to Cash
> Bersama Kirim Uang (BersamaKU) to Account
> Disbursement > Pre Validation
4. Managed Service: Solusi penyediaan dan pengelolaan sistem infrastruktur pembayaran end-to-end yang optimal dan terjangkau. Solusi ini tidak hanya cocok untuk bank, tetapi juga untuk lembaga keuangan non-bank yang juga membutuhkan sistem pembayaran yang efisien.
> Managed Service Channel
> Managed Service Acquiring
> Managed Service Issuing
> Managed Service Switching
> Managed Service Infra Pembayaran
> ATM Plus
Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) merupakan salah satu perusahaan penting dalam sistem pembayaran elektronik di Indonesia. Berusia hampir seperempat abad, Artajasa berperan sebagai penyedia infrastruktur teknologi di bidang sistem pembayaran atau penyelengara infrastruktur sistem pembayaran (PIP), yang memungkinkan terjadinya transaksi keuangan secara elektronik, baik antarbank maupun antarlembaga keuangan lainnya.