Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Perkuat Layanan Nasabah sebagai Kunci Pertumbuhan Bisnis di Indonesia

Sun Life Indonesia, perusahaan asuransi jiwa terkemuka, telah melakukan transisi kepemimpinan pada Juli 2024. Di bawah kepemimpinan teck Seng Ho sebagai presiden direktur, Sun Life Indonesia bertekad untuk terus tumbuh lebih kuat dengan ambisi menjadi jajaran lima perusahaan asuransi jiwa teratas di Indonesia.

Oleh Infobank
Teck Seng Ho, Presiden Direktur Sun Life Indonesia

Teck Seng Ho, Presiden Direktur Sun Life Indonesia

Teck Seng Ho, resmi menjabat sebagai presiden direktur Sun Life Indonesia pada Juli 2024. Ia melanjutkan estafet kepemimpinan Sun Life Indonesia yang sebelumnya dijalankan oleh Elin Waty selama lebih dari satu dekade. Transisi kepemimpinan Sun Life Indonesia ini pun sekaligus menandakan komitmen Sun Life untuk terus berinovasi dan meningkatkan layanan asuransi jiwa kepada masyarakat. 

Jika kilas balik perjalanan kariernya, pria yang akrab disapa Teck Seng ini memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun berkarier di industri jasa keuangan global. Ia juga mempunyai keahlian di bidang bancassurance dan perbankan syariah. Sebelum bergabung dengan Sun Life, Teck Seng pernah berkarier di berbagai Lembaga keuangan, seperti CIMB, Uni Asia Life Assurance, dan KPMG Consulting.

 Kemudian, ia mulai bergabung dengan Sun Life group, di Sun Life Malaysia pada tahun 2013 sebagai direktur operasional. Keahlian dan kemampuan yang mumpuni, membuat kariernya kian melejit. Pada 2016, Teck Seng naik jabatan menjadi Wakil CEO Sun Life Malaysia yang bertanggung jawab atas distribusi, pemasaran, transformasi digital, dan pengalaman pelanggan.

Selama masa jabatan sebagai direksi di Sun Life Malaysia ini, Teck Seng berperan mengembangkan bisnis Sun Life di bidang bancassurance dan bancatakaful. Ia pun memberikan kontribusi signifikan terhadap posisi kepemimpinan Sun Life di pasar asuransi Malaysia, serta pertumbuhan yang substansial dalam jumlah pelanggan. Selain itu, Teck Seng juga mendukung ekspansi berbagai produk asuransi jiwa inovatif dan produk syariah di Sun Life, termasuk solusi asuransi berbasis syariah dalam pendanaan Takaful berkelanjutan.

Sebagai seorang leader, Teck Seng merupakan sosok pemimpin dengan gaya kepemimpinan supportif leadership. Ia tak sungkan untuk menunjukkan rasa empati, kepedulian dan perhatian terhadap kesejahteraan karyawannya.

“Saya sangat senang jika bisa menciptakan budaya kerja yang transparan atau terbuka. Menurut saya, gaya kepemimpinan ini sangat efektif dalam membangun hubungan jangka panjang yang bermakna dengan anggota tim, mendorong kepercayaan, loyalitas, dan kesejahteraan,” ungkap pria yang lahir di Kuala Lumpur, Malaysia ini.

Sepanjang tiga dekade kariernya, Ayah dua anak ini selalu memegang nilai-nilai atau prinsip yang membuatnya berhasil menjadi pucuk pimpinan seperti sekarang. Prinsipnya itu, yakni terbuka terhadap segala perubahan. “Jadi kita lebih siap dalam mengantisipasi perubahan, sehingga kita bisa selangkah lebih maju,” ujar leader yang hobi membaca buku ini.

Perubahan itu pula yang hendak ia bawa di Sun Life Indonesia. Teck Seng, yang memilki pengalaman sangat baik dan dedikasi di industri asuransi, hendak memperkuat kemitraan bancassurance serta menghidupkan kembali bisnis keagenan dengan dukungan transformasi digital, penerapan prinsip ekonomi berkelanjutan, dan pendekatan yang berfokus pada nasabah.

“Dengan komitmen Sun Life Indonesia terhadap pengembangan infrastruktur dan inovasi digital, Indonesia menjadi pasar yang sangat berpotensi bagi pertumbuhan bisnis Sun Life di Asia, dan saya sangat antusias akan peluangpeluang yang kami miliki,” tuturnya.

Strategi Sun Life Indonesia Menjadi Top 5 Asuransi Jiwa Indonesia

Pada tahun 2022, indeks literasi keuangan Indonesia tercatat sebesar 49,6%, sementara inklusi keuangan mencapai 85,1%. Meskipun angka-angka ini menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya, namun tetap relatif rendah dibandingkan dengan sebagian besar negara Asia Tenggara. Rendahnya indeks literasi keuangan tentu berkaitan dengan jumlah penduduk Indonesia yang memiliki asuransi.

Namun demikian, Teck Seng melihat ini sebagai peluang besar karena Sun Life Indonesia berkomitmen untuk membantu jutaan keluarga di Indonesia mencapai keamanan finansial seumur hidup dan hidup lebih sehat. Apalagi ada potensi masyarakat kelas menengah Indonesia yang terus mengalami peningkatan.

Dibawah kepemimpinan Teck Seng, sejumlah visi dan strategi pun sudah dirangkainya untuk memberikan manfaat asuransi kepada masyarakat, serta memajukan Sun Life Indonesia mencapai target bisnisnya. “Visi saya adalah membantu lebih banyak orang merencanakan dan menabung untuk masa depan keuangan mereka serta mencapai tujuan keamanan finansial seumur hidup dan hidup yang lebih sehat,” ungkapnya.

Selain itu, Teck Seng juga memiliki visi untuk merevitalisasi bisnis keagenan dengan meningkatkan kemampuan digital dan memastikan disiplin keuangan yang berkelanjutan sambil tetap menjaga pendekatan yang berfokus pada klien, serta dengan memanfaatkan inovasi, Sun Life Indonesia berencana menawarkan layanan yang lebih personal dan efektif, serta beradaptasi dengan kebutuhan klien yang terus berubah.

Untuk mencapai misi-misi tersebut, Sun Life Indonesia akan menjalankan strategi multi-distribusi yang mencakup prioritas-prioritas perseroan kedepan, diantaranya memperkuat kemitraan bancassurance dengan CIMB Niaga dan Bank Muamalat Indonesia.

Bancassurance menjadi pendorong utama pertumbuhan industri asuransi di Indonesia, dengan berkontribusi sebesar 43,41% terhadap pasar pada tahun 2023. Hal ini sekaligus menegaskan pengaruh besar sektor perbankan terhadap kepercayaan konsumen bagi produk asuransi.

“Untuk memanfaatkan tren ini, kami akan memperdalam preferred partnership kami dengan CIMB Niaga yang dimulai pada Januari 2025. Aliansi strategis ini merupakan tonggak penting dalam upaya kami memperluas pangsa pasar di Indonesia,” ujarnya.

Sun Life Indonesia pun berkomitmen untuk mengembangkan pasar produk dan layanan berbasis syariah di Indonesia. Itu sebabnya, Sun Life Indonesia akan memperluas kemitraan dengan Bank Muamalat dalam menyediakan solusi perlindungan seperti produk Haji dan Kesehatan Perjalanan dengan jenis produk Premi Reguler (RP).

Hal ini pun sejalan dengan rencana Sun Life Indonesia dalam memperluas jaringan agen secara organik dan fokus mengembangkan bisnis asuransi syariah dengan meningkatkan saluran disribusi dan kualitas tenaga penjualan, mempercepat proses underwriting dan penerbitan polis baru, hingga meningkatkan efisiensi dan kepuasan pelanggan yang mencakup penerapan formulir digital untuk persetujuan dan pembayaran klaim lebih cepat.

“Kami secara aktif bekerja untuk menyederhanakan dan mengoptimalkan proses internal di berbagai aspek seperti onboarding, layanan, dan klaim untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas,” katanya.

Di sisi pengembangan teknologi informasi, di bawah kepemimpinan Teck Seng, Sun Life Indonesia pun akan melakukan transformasi digital secara lebih masif. Sun Life Indonesia telah berinvestasi dalam sejumlah inovasi digital untuk memudahkan layanan bagi nasabah. “Misalnya, inovasi sistem terintegrasi dengan CIMB Niaga yang memungkinkan klien kami untuk mengakses dan mengelola polis mereka dengan mudah melalui aplikasi OctoMobile,” ujarnya.

Di sisi lain, Sun Life Indonesia telah bekerja sama dengan regulator dan pemerintah untuk memberikan akses yang lebih luas ke produk dan layanan asuransi dengan menawarkan rangkaian solusi kekayaan dan kesehatan yang holistik, memberikan pengalaman multi-channel, terlibat dengan klien di mana, kapan, dan bagaimana mereka menginginkannya.

“Kami telah memiliki strategi saluran distribusi multi-channel yang kuat, termasuk agen (konvensional dan syariah), distribusi kemitraan (bancassurance), dan saluran distribusi alternatif. Perusahaan juga memiliki 4.605 agen konvensional dan 49 kantor pemasaran mandiri konvensional, serta memiliki lebih dari 1.601 agen syariah yang didukung oleh 21 Kantor pemasaran mandiri syariah di seluruh Indonesia,” ungkap Teck Seng.

Dengan berfokus pada inisiatif strategis yang didorong untuk melayani permasalahan klien, Sun Life Indonesia bertujuan memberikan nilai luar biasa bagi klien dan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan di pasar Indonesia. “Kedepannya, kami bertekad untuk terus tumbuh lebih kuat. Ambisi kami adalah menjadi salah satu dari lima perusahaan asuransi jiwa teratas di Indonesia,” pungkasnya.

Jika kilas balik perjalanan kariernya, pria yang akrab disapa Teck Seng ini memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun berkarier di industri jasa keuangan global. Ia juga mempunyai keahlian di bidang bancassurance dan perbankan syariah. Sebelum bergabung dengan Sun Life, Teck Seng pernah berkarier di berbagai Lembaga keuangan, seperti CIMB, Uni Asia Life Assurance, dan KPMG Consulting.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Oktober 2024

Rp 65.000

BELI