Sumber : Istimewa
Indonesia adalah negara kepulauan yang besar dengan kekayaan sumber daya alam yang besar pula. Kekayaan alam yang besar itu perlu dikelola dengan baik untuk kesejahteraan rakyat. Salah satunya, melalui pasar karbon.
Peluang internasional turut mendukung potensi perdagangan karbon Indonesia. Berdasarkan data McKinsey 2023, demand pasar karbon internasional akan meningkat 29% per tahun sampai dengan 2030, dan meningkat lagi hingga 2050. Sementara, total target pengurangan emisi per tahunnya ditaksir mencapai 5,88 miliar ton CO2.
Adapun, harga rata-rata kredit karbon di Indonesia saat ini tercatat US$5/t CO2e, dengan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 10% dari setiap total transaksi. Di Singapura, harga rerata kredit karbon mencapai US$19,2/t CO2e, dan ke depan diprediksi bisa mencapai US$34,5/t CO2e.