Awaldi, Pemerhati SDM bank.
Branding adalah proses menciptakan identitas, citra, dan persepsi yang kuat tentang suatu produk, layanan, atau perusahaan di benak konsumen maupun karyawannya sendiri. Tujuan branding bukan sekadar memperkenalkan suatu produk, tetapi juga menciptakan kepercayaan, loyalitas, dan kecintaan terhadap sebuah brand.
Branding yang kuat dapat membuat karyawannya tergila-gila tak karuan. Siapa pun yang menjelek-jelekkan perusahaannya, dia akan tampil ke depan mati-matian menjelaskan bahwa perusahaannya tidak begitu. Bahwa produk perusahaannya sangat berkualitas dan perusahaannya mempunyai manfaat yang banyak bagi komunitas serta masyarakat luas.
Branding yang kuat juga membuat pelanggan maupun pengguna produk tertentu tak mau berpindah ke lain hati. Mereka sudah mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari produk atau perusahaan tersebut. Hati mereka tidak gampang berpindah, sekalipun harga yang ditawarkan produk lain lebih murah, fitur produknya sedikit lebih bagus, atau layanannya lebih kekinian dan lebih mengandalkan teknologi terbaru.
Bahkan, pada tahap tertentu, mereka membentuk fans club yang fanatik. Kelompok komunitas, tribe atau squad, yang gila. Mereka ikut mencoba menarik lebih banyak anggota untuk menjadi bagian dari mereka yang mencintai produk atau perusahaan tersebut. Kelompok komunitas ini termasuk yang membela mati-matian supaya perusahaan atau produk yang dicintai ini makin bagus dan berjaya.
Branding yang mengandalkan pendekatan teknologi dan digital, yang menggunakan distribusi komunikasinya melalui media sosial (medsos), akan turut membantu perusahaan atau suatu produk mencapai tahap tersebut. Teknologi terbaru yang dapat menciptakan digital customer experience akan membantu memperkuat hubungan antara pelanggan dan perusahaan. Menciptakan interaksi yang kuat dan intens dengan pelanggan adalah kunci, dan digital branding memungkinkan hal itu terjadi secara lebih luas dan cepat.
Sejarah menunjukkan bahwa produk yang berhasil menciptakan pelanggan dengan komunitas yang gila turut menggunakan pendekatan digital yang efektif. Pelanggan yang gila itu diciptakan melalui proses panjang dan berliku; menggunakan banyak tools, baik digital maupun tatap muka; yang kemudian melahirkan fans club sepak bola seperti The Red Army (Manchester United) dan Gooners (Arsenal), fans club musik seperti Blink (Blackpink) dan Army (BTS), atau produk/perusahaan seperti HOG (Harley Davidson) dan LV Lovers (Louis Vuitton).
Digital branding memiliki dampak besar dalam membentuk kesadaran dan pengetahuan bahwa produk itu punya keunggulan tertentu yang lebih dibandingkan dengan produk lain. Dengan pendekatan yang tepat, digital branding juga bisa membantu menyentuh aspek emosional dan spiritual pelanggan. Tentu, pendekatannya mesti multidimensi, yang di dalamnya mencakup selain digitalisasi proses maupun komunikasi medsos yang canggih, juga adalah sentuhan fisik, tatap muka, diskusi berkala, banyak games, dan kegiatan luar ruang.
Branding yang kuat, yang menciptakan kegilaan fans club, banyak dipertontonkan industri hiburan dan sepak bola, antara lain karena variasi digital serta banyaknya sentuhan kegiatan fisik dan luar ruang yang menyebabkan interaksi intensif dari produk dan komunitas pelanggan.
Menumbuhkan branding yang kuat dapat mengandalkan digital branding, yang mampu membantu menyentuh secara emosional dan memperkuat hubungan antara pelanggan dan perusahaan. Digital branding adalah bagian penting dari banyak peralatan dan pendekatan yang harus digunakan.
Branding yang kuat bukan sekadar soal nama atau logo yang menarik. Ia adalah identitas, perasaan, dan pengalaman yang melekat di benak pelanggan. Sebuah brand harus memiliki purpose yang jelas, yaitu alasan keberadaannya di pasar dan nilai yang ingin dibawa kepada konsumen. Purpose inilah yang membentuk pesan brand, menciptakan hubungan emosional dengan audiens, dan menjadikannya lebih dari sekadar produk, tetapi juga sebuah cerita yang hidup.
Branding yang kuat lebih dari sekadar produk, tetapi juga sebuah pengalaman yang membekas dan membentuk kecintaan emosional yang gila dari karyawan dan pelanggan. Digital branding yang efektif, yang menyentuh komponen emosional dan spiritual, turut membantu untuk membentuknya.
Branding yang kuat dapat membuat karyawannya tergila-gila tak karuan. Siapa pun yang menjelek-jelekkan perusahaannya, dia akan tampil ke depan mati-matian menjelaskan bahwa perusahaannya tidak begitu. Bahwa produk perusahaannya sangat berkualitas dan perusahaannya mempunyai manfaat yang banyak bagi komunitas serta masyarakat luas.
Branding yang kuat juga membuat pelanggan maupun pengguna produk tertentu tak mau berpindah ke lain hati. Mereka sudah mengidentifikasikan dirinya sebagai bagian dari produk atau perusahaan tersebut. Hati mereka tidak gampang berpindah, sekalipun harga yang ditawarkan produk lain lebih murah, fitur produknya sedikit lebih bagus, atau layanannya lebih kekinian dan lebih mengandalkan teknologi terbaru.