Tantangan pengelolaan risiko dan kepatuhan makin kompleks di tengah ketidakpastian ekonomi global. Patuh pada peraturan itu baik untuk semua pihak.
Marjana, Direktur Risk & Compliance Bank Mega Syariah
Bidang pengelolaan risiko dan kepatuhan penting bagi perbankan, tak terkecuali perbankan syariah. Marjana, Direktur Risk & Compliance Bank Mega Syariah, mengatakan bahwa bidang atau posisi ini sangat vital, tidak hanya untuk mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh regulator, tapi juga untuk mengelola risiko kepatuhan di seluruh organisasi. Dalam wawancara khusus dengan Infobank, di Menara Mega Syariah, Jakarta, Januari lalu, Marjana menjelaskan sejumlah tantangan di bidang risiko dan kepatuhan, termasuk strategi Bank Mega Syariah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Berikut petikannya:
Apa peran Anda sebagai direktur kepatuhan dan risiko di Bank Mega Syariah?
Sebagai direktur kepatuhan dan risiko, saya bertanggung jawab memastikan bahwa Bank Mega Syariah mematuhi semua peraturan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, saya mengelola risiko yang ada, baik itu risiko kepatuhan maupun risiko lainnya yang dihadapi bank.
Seberapa penting peran ini dalam sebuah bank?
Peran ini sangat penting karena posisi direktur kepatuhan dan risiko merupakan yang pertama bertanggung jawab jika terjadi pelanggaran peraturan. OJK bahkan mengatur pengangkatan dan pengunduran diri posisi ini secara ketat. Menunjukkan betapa pentingnya peran ini dalam memastikan kepatuhan dan pengelolaan risiko yang baik.
Apa tantangan terbesar dalam satuan kerja ini?
Tantangan terbesarnya adalah membangun budaya kepatuhan dan kesadaran risiko, mengingat bahwa di masyarakat kita budaya patuh masih rendah. Karena budaya kepatuhan yang rendah, peraturan harus lebih ketat diterapkan, tidak hanya di masyarakat, tapi juga di dunia perbankan. Selain itu, banyaknya aturan yang tumpang tindih dan belum harmonis antar-instansi juga menjadi tantangan besar dalam menerapkan kepatuhan yang efektif.
Bagaimana Anda mengatasi tantangan-tantangan tersebut?
Kami berfokus pada sosialisasi aturan dan pentingnya kepatuhan. Kami berusaha membangun kesadaran, bukan hanya menekan, supaya setiap orang memahami bahwa mengikuti aturan tidak hanya untuk kebaikan bank, tapi juga untuk melindungi diri sendiri secara hukum. Kami juga menerapkan pendekatan “three lines of defense” dalam manajemen risiko, dengan melibatkan pengambil risiko yang terlatih dan kontrol internal yang ketat.
Apa indikator keberhasilan Bank Mega Syariah dalam mematuhi peraturan?
Indikator keberhasilannya tidak hanya pada profit, tapi juga pada kesehatan bank yang terjaga, tata kelola yang baik, serta tidak adanya masalah operasional. Kami juga selalu memastikan bahwa pertumbuhan yang terjadi tidak menimbulkan masalah jangka panjang bagi bank.
Apa strategi Bank Mega Syariah dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi? Dalam menghadapi ketidakpastian, penting untuk fokus pada hal-hal yang dapat kita kontrol, seperti aspek dalam organisasi, dan memisahkan antara hal yang bisa dipengaruhi dan yang tidak bisa dipengaruhi. Langkah pertama adalah mengidentifikasi dan mengatasi bagian organisasi yang tidak produktif untuk meningkatkan efisiensi dan layanan. Selanjutnya, arah bisnis harus disesuaikan dengan kondisi saat ini, dengan memberikan perhatian lebih ketat pada sektor yang terdampak krisis. Kami juga memastikan seluruh pihak memahami kondisi yang ada melalui pengkategorian area yang aman, berisiko, dan berbahaya.
Apa peran Anda sebagai direktur kepatuhan dan risiko di Bank Mega Syariah?
Sebagai direktur kepatuhan dan risiko, saya bertanggung jawab memastikan bahwa Bank Mega Syariah mematuhi semua peraturan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, saya mengelola risiko yang ada, baik itu risiko kepatuhan maupun risiko lainnya yang dihadapi bank.