Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Misi Allo Bank menjadi Everyday Bank

Oleh AUS
Indra Utoyo, Direktur Utama AlloBank

Indra Utoyo, Direktur Utama AlloBank

Seperti apa arah perkembangan Allo Bank ke depan? Apakah akan tetap fokus pada ekosistem atau ada strategi lain?

Allo Bank ke depannya akan tetap mengusung prinsip lean. Saya membayangkan ini seperti kisah David dan Goliath. Goliath, dengan kekuatan besar, pedang, dan tamengnya, melambangkan bank konvensional. Sementara itu, David yang kecil tetapi cerdas, mengalahkan Goliath dengan strategi yang berbeda—menggunakan katapel.

Allo Bank ingin menjadi seperti David: kecil, lincah, dan bermain dengan cara yang baru. Fokus utama kami adalah digital first dan ecosystem first. Meski berbasis digital, kami ingin masuk ke dalam ekosistem kehidupan yang lebih luas—melibatkan berbagai aktivitas, mulai dari perusahaan besar, value chain, hingga konsumen. Konsepnya adalah B2B2C—melayani semua segmen, mulai dari konsumer hingga korporat, dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi.

Apakah Allo Bank mulai menyasar segmen-segmen tersebut?

Sudah. Dua tahun pertama kami fokus membangun kapabilitas digital, terutama di segmen konsumer dan pasar massal, dengan fokus khusus pada anak muda. Dalam dunia perbankan, keunggulan utama adalah kemampuan mengelola kredit. Kami terus memperkuat kapabilitas ini dengan membangun sistem scoring yang lebih terperinci, disesuaikan dengan profil risiko yang berbeda-beda.

Di lain sisi, kami juga mengembang kan inovasi produk simpanan yang menarik agar masyarakat makin percaya dan mau menyimpan dananya di Allo Bank. Sekarang, kami mulai masuk ke dalam ekosistem supply chain, terutama di sektor farmasi dan kesehatan. Contohnya, kami membiayai apotek-apotek yang menjadi bagian dari ekosistem layanan kesehatan melalui produk seperti invoice financing atau merchant financing.

Menurut Anda, apa tantangan yang dihadapi Allo Bank?

Tantangan terbesar adalah membangun kepercayaan (trust). Bank digital tidak memiliki infrastruktur fisik sehingga kami harus berkolaborasi dengan mitra yang memiliki jaringan fisik—seperti Indomaret—untuk menghadirkan layanan figital, gabungan antara fisik dan digital. Digital tidak bisa menggantikan trust, brand, atau service. Namun, tanpa digital, ketiganya juga sulit untuk dicapai. Di Allo Bank, membangun kepercayaan memerlukan konsistensi.

Kami mengedepankan prinsip radical transparency agar nasabah merasa aman dan percaya. Selain itu, kami memberi empowerment kepada nasabah, memungkinkan mereka memiliki kontrol penuh atas keuangan mereka. Contohnya, produk simpanan Allo Grow memungkinkan nasabah menarik dana kapan pun tanpa penalti, sambil tetap menikmati bunga seperti deposito.

Jadi, sudah sampai mana tahap perkembangan Allo Bank hingga saat ini?

Perjalanannya masih panjang, tapi yang terpenting adalah kami sudah membangun identitas yang jelas sebagai bank digital. Sekarang, orang mulai mengenal kami dan bisa berkata, ‘Oh, ini Allo Bank.’ Saat ini, kami sudah memiliki 11,5 juta nasabah. Target berikutnya adalah mencapai 50 juta nasabah, menjadikan Allo Bank sebagai everyday bank—bank yang hadir dan digunakan dalam keseharian masyarakat.

Allo Bank ke depannya akan tetap mengusung prinsip lean. Saya membayangkan ini seperti kisah David dan Goliath. Goliath, dengan kekuatan besar, pedang, dan tamengnya, melambangkan bank konvensional. Sementara itu, David yang kecil tetapi cerdas, mengalahkan Goliath dengan strategi yang berbeda—menggunakan katapel.

Allo Bank ingin menjadi seperti David: kecil, lincah, dan bermain dengan cara yang baru. Fokus utama kami adalah digital first dan ecosystem first. Meski berbasis digital, kami ingin masuk ke dalam ekosistem kehidupan yang lebih luas—melibatkan berbagai aktivitas, mulai dari perusahaan besar, value chain, hingga konsumen. Konsepnya adalah B2B2C—melayani semua segmen, mulai dari konsumer hingga korporat, dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Maret 2025

Rp 65.000

BELI