Belum ada produk di keranjang belanja kamu

The Art of Efficiency

Oleh IGNASIUS JONAN
IGNASIUS JONAN ADALAH BANKIR SENIOR, MENTERI PERHUBUNGAN 2014-2016, DAN MENTERI ESDM 2016-2019

IGNASIUS JONAN ADALAH BANKIR SENIOR, MENTERI PERHUBUNGAN 2014-2016, DAN MENTERI ESDM 2016-2019

Ekonomi  global menghadapi tantangan yang terus meningkat pada 2025, mulai dari perang dagang, krisis iklim, hingga krisis utang. Bank for International Settlements (BIS) menyebut peningkatan tajam utang pemerintah sebagai ancaman terbesar terhadap ekonomi dunia, dan pada akhir 2024 melaporkan bahwa imbal hasil treasury mendekati level ketika krisis keuangan global pada 2008.

Dalam menghadapi keterbatasan ruang fiskal, beberapa negara melakukan penghematan belanja negara. Seperti Indonesia yang melakukan pemangkasan anggaran di sejumlah kementerian/lembaga senilai Rp306 triliun dan Amerika Serikat (AS) yang melakukan penghematan anggaran secara masif serta menargetkan pengurangan 2,3 juta pegawai pemerintahan dan membekukan bantuan ke luar negeri dengan menutup USAID tahun ini.

Langkah penghematan pun pernah dilakukan negara-negara Eropa ketika terjadi krisis global 2008, seperti Inggris, Yunani, dan Spanyol. Bahkan, lebih dari 100 tahun lalu, penghematan anggaran juga dilakukan negara-negara Eropa, kendati kemudian dikritik sejumlah ekonom karena memperburuk Depresi Besar. Setelah itu, lahir Teori Keynes yang mengatakan pentingnya peran pemerintah melalui peningkatan belanja dan pengurangan pajak selama masa resesi.

Saya tidak akan bicara lebih jauh mengenai penghematan (austerity) atau efisiensi (efficiency) anggaran keuangan negara yang menjadi keahlian para ekonom ataupun otoritas ekonomi makro. Namun, saya ingin mengatakan bahwa efisiensi di dunia bisnis sangat penting. Efisiensi tak hanya dibutuhkan perusahaan di masa resesi, tapi juga sepanjang waktu sebagai salah satu strategi meningkatkan kemampuan perusahaan untuk bersaing di pasar.

Karena lebih efisien dalam produksinya, produsen mobil listrik asal Tiongkok, BYD, mampu merajai pasar mobil listrik dunia. Pada 2024, penjualan BYD menembus 4,27 juta unit atau naik 41,3% dari tahun sebelumnya. Sedangkan, penjualan Tesla tercatat 1,78 juta unit atau menurun 1,1% dari tahun sebelumnya.

Efisiensi bukanlah tentang bagaimana melakukan penghematan. Penghematan adalah kebijakan untuk mengurangi pengeluaran, seperti pemotongan fasilitas, program, dan layanan. Sedangkan, efisiensi itu mengenai proses, produktivitas, dan bagaimana menciptakan output.

Di sana ada strategi dan implementasi dari cost, cash, dan quality. Efisiensi juga tentang bagaimana melakukan sesuatu dengan cara yang baik dan menyadari setiap biaya yang keluar sekecil apa pun. “Beware of little expenses. A small leak will sink a great ship,” kata Benjamin Franklin (1706-1790), penulis asal AS.

Ketika ditugaskan memimpin Kereta Api Indonesia (KAI) pada 2009 yang keuangannya merugi, yang saya lakukan adalah efisiensi, bukan penghematan. Manusia saya tempatkan sebagai aset utama. Maka, prioritas saya adalah memperbaiki kultur kerja dan menaikkan penghasilan karyawan, termasuk pegawai outsourcing. Kenaikan biaya tenaga kerja dikompensasi dengan kenaikan efisiensi yang lebih tinggi karena produktivitas, inovasi, penggunaan teknologi, dan tidak ada lagi kebocoran. KAI pun mulai membukukan laba Rp155 miliar pada 2009, setelah sebelumnya merugi selama dua tahun berturut-turut.

Rasio antara laba dan biaya tenaga kerja terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2008, KAI meraih pendapatan Rp4,20 triliun dengan biaya tenaga kerja Rp800 miliar dan mencatat kerugian Rp85 miliar. Pada 2014, pendapatan KAI mencapai Rp13,70 triliun dengan biaya pegawai Rp3,20 triliun dan membukukan laba Rp1,35 triliun. Setelah saya tinggalkan pada 2014, langkah efisiensi dan inovasi di KAI terus berjalan. Saat ini, atau setelah 15 tahun, bisnis KAI tumbuh sembilan kali, tapi jumlah pegawai hanya bertambah 50%.

Efisiensi adalah seni bagaimana menggunakan sumber daya secara bijaksana untuk mencapai tujuan. The art of efficiency membutuhkan peran orang yang bertanggung jawab, yaitu pemimpin yang bisa membangunkan kesadaran dan motivasi anggota organisasi untuk melakukan perubahan, produktif, menghindari pemborosan, serta menemukan cara-cara baru, termasuk memanfaatkan teknologi. Yang penting lagi dari efisiensi adalah implementasinya. Jangan mengeluh untuk memulai efisiensi. Seperti kata Arthur Ashe (1943-1993), petenis asal AS, start where you are. Use what you have. Do what you can.

 

Dalam menghadapi keterbatasan ruang fiskal, beberapa negara melakukan penghematan belanja negara. Seperti Indonesia yang melakukan pemangkasan anggaran di sejumlah kementerian/lembaga senilai Rp306 triliun dan Amerika Serikat (AS) yang melakukan penghematan anggaran secara masif serta menargetkan pengurangan 2,3 juta pegawai pemerintahan dan membekukan bantuan ke luar negeri dengan menutup USAID tahun ini.

Langkah penghematan pun pernah dilakukan negara-negara Eropa ketika terjadi krisis global 2008, seperti Inggris, Yunani, dan Spanyol. Bahkan, lebih dari 100 tahun lalu, penghematan anggaran juga dilakukan negara-negara Eropa, kendati kemudian dikritik sejumlah ekonom karena memperburuk Depresi Besar. Setelah itu, lahir Teori Keynes yang mengatakan pentingnya peran pemerintah melalui peningkatan belanja dan pengurangan pajak selama masa resesi.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Maret 2025

Rp 65.000

BELI