Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Askrindo Syariah: Bisnis Moncer, Nilai Kafalah Baru Rp43,8 Triliun Naik 12,9 Persen

Pengesahan UU P2SK dan terbitnya POJK 12 Tahun 2023 tentang kewajiban spin-off menjadi stimulus bagi Askrindo Syariah untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem keuangan syariah.

Oleh RAL
Kokok Alun Akbar, Direktur Utama Askrindo Syariah

Kokok Alun Akbar, Direktur Utama Askrindo Syariah

Direktur Utama Askrindo Syariah Kokok Alun Akbar mengatakan, regulasi tersebut membuka peluang bagi Askrindo Syariah untuk memperkuat dan memperluas pangsa pasar penjaminan syariah.

Hal ini pun tercermin pada pertumbuhan Askrindo Syariah yang terus melejit. Dalam setahun terakhir, Askrindo Syariah berhasil mencatatkan pertumbuhan positif atas perolehan Imbal Jasa Kafalah (IJK) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,35%.

Jika diurai, IJK program mengalami kenaikan sebesar 3,2% dari Rp510,6 miliar pada 2023 menjadi Rp527,16 miliar pada 2024. Demikian dengan IJK nonprogram yang naik sebesar 13% dari Rp263,23 miliar pada 2023 menjadi Rp297,07 miliar di 2024. IJK Askrindo Syariah cukup dominan di industri penjaminan syariah dengan market share hampir 59%.

Perusahaan juga telah menjamin nilai kafalah baru sebesar Rp43,8 triliun, naik 12,9% dari tahun 2023 yang hanya sebesar Rp38,8 triliun. Sementara, jumlah terjamin di tahun yang sama sebesar 7,7 juta debitur, naik 53,9% dibanding 2023 yang sebesar 5,0 juta debitur.

“Jika dilihat dari jenis coordination on benefit [COR], KUR masih mendominasi pendapatan Askrindo Syariah sekitar 61%, umkm non program 29%, retail dan korporasi 30%, konsumtif 4%, kontra bank garansi (KBG) dan surety bond 0,5%,” terangnya.

Ceruk pasar pembiayaan syariah yang masih sangat besar membuat Alun optimistis penjaminan KUR akan bertumbuh sejalan dengan bertambahnya kerja sama baru di tahun ini. Peningkatan di sisi KUR ini dipercaya turut meningkatkan market share Askrindo Syariah hingga 68- 70% di industri penjaminan.

Adapun, bisnis nonprogram juga diyakini tumbuh sebesar 19% pada tahun 2025 dengan menyasar segmen ritel komersil, KBG, surety, disertai menggarap bisnis ekosistem supply chain financing yang sehat.

“Maka tahun 2025 ini merupakan tahun transformasi bisnis. Ekspansi bisnis nonprogram menjadi salah satu inisiatif strategi kami dalam mencapai target korporasi, dengan tetap mengedepankan aspek prudentiality,” ungkapnya.

 

Transformasi Bisnis Berkelanjutan

Ekonomi di tahun 2025 memang kurang bergairah. Namun, menurut Alun, tahun ini adalah momentum untuk memperkuat pondasi dan langkah awal dalam upaya sustainability business growth perusahaan.

Rencana ini telah tertuang di dalam RJPP 2025-2029 Askrindo Syariah di mana strategi transformasi bisnis berkelanjutan dibagi menjadi dua fase. Fase pertama yaitu business transformation. Kemudian, fase kedua yaitu sustainable business growth.

“Maka dari itu, di tahun ini kami memfokuskan dalam menjalankan fase pertama, yaitu transformasi bisnis yang diawali dari perubahan struktur dan fungsi organisasi, perluasan pasar, hingga memperkuat peranan TI tidak hanya sebagai enabler namun berperan sebagai driver bagi bisnis dalam upaya mencapai sustainability business growth,” bebernya.

Di sisi lain, Alun juga menyambut baik langkah OJK yang telah meluncurkan Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Industri Penjaminan Indonesia 2024-2028. Peta jalan itu memberikan ruang bagi industri penjaminan syariah untuk meningkatkan besaran gearing ratio menjadi 40 kali untuk semua. Dengan ini, tidak ada perbedaan untuk gearing ratio produktif dan nonproduktif.

“Dengan diberlakukannya kebijakan ini dapat meningkatkan kapasitas penjaminan syariah, khususnya di produk produktif, sehingga dapat menjadi peluang bagi perusahaan dalam menerapkan kebijakan aggressive marketing dengan tetap menjunjung prinsip prudent underwriting dengan lebih optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, Askrindo Syariah akan memanfaatkan kebijakan itu secara optimal guna memberikan kontribusi maksimal pada fase kedua industri penjaminan, yaitu fase konsolidasi dan penciptaan momentum pada tahun 2026–2027.

Hal ini pun tercermin pada pertumbuhan Askrindo Syariah yang terus melejit. Dalam setahun terakhir, Askrindo Syariah berhasil mencatatkan pertumbuhan positif atas perolehan Imbal Jasa Kafalah (IJK) dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 6,35%.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi April 2025

Rp 65.000

BELI