Melalui Rating BUMD Keuangan 2025, Infobank memberikan predikat “The Best” kepada Bank Jatim. Pencapaian ini mempertegas eksistensi Bank Jatim sebagai salah satu BPD terbaik di Indonesia.
Busrul Iman, Direktur Utama Bank Jatim
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) kembali membuktikan eksistensinya sebagai salah satu bank pembangunan daerah (BPD) terbaik di Indonesia. Bank yang menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Timur ini berhasil meraih predikat “The Best” dalam “Rating BUMD Keuangan 2025 versi Infobank”. Prestasi ini menjadi bukti nyata atas kinerja impresif Bank Jatim dalam setahun terakhir hingga periode September 2024.
Predikat ini diberikan berdasarkan serangkaian penilaian komprehensif yang mencakup berbagai aspek fundamental perbankan. Bank Jatim berhasil memperoleh total skor 81,55, dengan keunggulan yang sangat mencolok pada aspek efisiensi. Hal ini terlihat dari perolehan nilai sempurna dalam rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) serta net interest margin (NIM), dua indikator utama yang mencerminkan efektivitas pengelolaan sumber daya bank.
Selain itu, Bank Jatim juga menunjukkan performa solid di aspek permodalan, terutama dalam capital adequacy ratio (CAR). Dengan CAR yang mencapai 23,06% per September 2024, Bank Jatim memperoleh nilai maksimal dalam penilaian rating. Angka ini menunjukkan bahwa Bank Jatim memiliki tingkat permodalan yang sangat kuat, yang berfungsi sebagai buffer untuk menghadapi risiko keuangan serta ekspansi bisnis di masa mendatang.
Keberhasilan Bank Jatim dalam menjalankan fungsi intermediasi juga terlihat dari pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai 3,93% secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri bank umum yang tercatat sebesar 7,04%. Di sisi lain, penyaluran kredit Bank Jatim tumbuh lebih agresif, yakni sebesar 20,13% atau menjadi Rp62,19 triliun, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri yang hanya mencapai 11,08%.
Dari sisi aset, Bank Jatim mencatatkan total aset sebesar Rp106,63 triliun per September 2024, sementara laba bersih yang berhasil dikantongi mencapai Rp930,06 miliar. Capaian ini semakin mengukuhkan posisi Bank Jatim sebagai salah satu BPD paling berdaya saing di Indonesia.
”Dengan kinerja yang impresif, Bank Jatim semakin mengukuhkan diri sebagai BPD terdepan yang mampu menghadapi tantangan industri keuangan yang semakin dinamis.”
Busrul Iman
Direktur Utama Bank Jatim
Di lain sisi, menjelang akhir 2024, Bank Jatim juga sukses mencetak prestasi luar biasa dengan menjadi BPD terbesar di Indonesia dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB). Pencapaian ini tidak hanya mencerminkan strategi bisnis yang kuat, tetapi juga menegaskan kepercayaan tinggi dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk nasabah, investor, serta masyarakat Jawa Timur.
Sebagai bagian dari strategi ekspansi dan penguatan sinergi, Bank Jatim kini telah menjadi induk dari lima BPD dalam ekosistem KUB, yakni Bank NTB Syariah, Bank Lampung, Bank NTT, Bank Banten, dan Bank Sultra. Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, menegaskan bahwa kerja sama dalam KUB ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar-BPD dalam berbagai aspek, mulai dari permodalan, bisnis dan keuangan, hingga pengembangan teknologi dan tata kelola perusahaan yang lebih baik.
“Dari aspek permodalan, kami telah mengalokasikan penyertaan modal lebih dari Rp300 miliar kepada lima BPD tersebut. Sementara dari aspek bisnis dan keuangan, Bank Jatim akan mensinergikan potensi bisnis, baik dari sisi produk maupun jasa perbankan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing bank. Di sisi lain, untuk aspek pendukung, kami bersama lima BPD dalam KUB ini akan menciptakan value creation beyond business yang mencakup penguatan tata kelola perusahaan (GCG), budaya korporasi, serta transformasi digital,” ungkap Busrul.
Sebagai institusi keuangan yang terus berinovasi dan menjaga kepercayaan publik, Bank Jatim membuktikan bahwa BPD mampu bersaing di level nasional. Ke depan, Bank Jatim berkomitmen untuk terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, memperkuat kinerja keuangan, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Dengan berbagai pencapaian yang telah diraih, Bank Jatim semakin mengukuhkan diri sebagai BPD terdepan yang mampu menghadapi tantangan industri keuangan yang semakin dinamis.
Predikat ini diberikan berdasarkan serangkaian penilaian komprehensif yang mencakup berbagai aspek fundamental perbankan. Bank Jatim berhasil memperoleh total skor 81,55, dengan keunggulan yang sangat mencolok pada aspek efisiensi. Hal ini terlihat dari perolehan nilai sempurna dalam rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) serta net interest margin (NIM), dua indikator utama yang mencerminkan efektivitas pengelolaan sumber daya bank.
Selain itu, Bank Jatim juga menunjukkan performa solid di aspek permodalan, terutama dalam capital adequacy ratio (CAR). Dengan CAR yang mencapai 23,06% per September 2024, Bank Jatim memperoleh nilai maksimal dalam penilaian rating. Angka ini menunjukkan bahwa Bank Jatim memiliki tingkat permodalan yang sangat kuat, yang berfungsi sebagai buffer untuk menghadapi risiko keuangan serta ekspansi bisnis di masa mendatang.