Yudhistira Dharmawata, Chief Health Officer AXA Financial Indonesia
Selama hayat dikandung badan, manusia akan terus belajar. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Yudhistira Dharmawata, Chief Health Officer AXA Financial Indonesia (AFI).
Pria kelahiran Jakarta pada 1988 ini tak pernah membayangkan akan bekerja di industri asuransi. Sejak kecil, Yudhistira memang tertarik pada probabilitas dan statistika, tetapi kemudian ia memilih jurusan electrical engineering di Institut Teknologi Bandung (ITB) karena belum memahami luasnya peluang karier di bidang tersebut.
“Ketika di semester akhir, saya baru mengetahui bidang aktuaria yang memungkinkan saya mengimplementasikan minat saya pada probabilitas dan statistika,” ujarnya kepada Infobank, beberapa waktu lalu.
Latar belakang teknik elektro membuat Yudhistira harus beradaptasi saat pertama kali terjun ke industri asuransi. “Saya habiskan waktu di awal untuk mengejar pemahaman dasar asuransi. Kalau orang lain kerja sampai jam 5 sore, saya mengalokasikan waktu ekstra hingga jam 10 atau 11 malam,” kata pria yang telah berkarier di industri asuransi sejak 2012 ini. Ia bersyukur memiliki rekan kerja yang suportif, yang membantu mempercepat proses belajarnya.
Bagi Yudhistira, kecerdasan emosional adalah kunci dalam kepemimpinan. Ia meyakini bahwa emosi sesaat yang tidak terkontrol dapat berdampak buruk pada pertumbuhan pribadi dan orang lain. “Kalau kita sedang down, sedih, atau marah, ini tak boleh berlarutlarut. Kenapa? Karena, bisa berdampak negatif pada keputusan yang kita ambil dan memengaruhi orang lain secara buruk,” ujar penggemar sepak bola ini. Baginya, menghadapi tantangan itu ibarat bermain sepak bola – bukan soal seberapa sering terjatuh, tetapi seberapa cepat bisa bangkit dan kembali berlari
Pria kelahiran Jakarta pada 1988 ini tak pernah membayangkan akan bekerja di industri asuransi. Sejak kecil, Yudhistira memang tertarik pada probabilitas dan statistika, tetapi kemudian ia memilih jurusan electrical engineering di Institut Teknologi Bandung (ITB) karena belum memahami luasnya peluang karier di bidang tersebut.