Seperti maraton tanpa garis finis, kepemimpinannya di BPJS Ketenagakerjaan adalah perjuangan tanpa henti untuk melindungi pekerja. Bukan kecepatan yang utama, melainkan seberapa banyak yang berhasil sampai dengan selamat. Di tangannya, jutaan pekerja kini lebih terjamin dari bayang-bayang risiko.
ANGGORO EKO CAHYO, DIREKTUR UTAMA BPJS KETENAGAKERJAAN
Di setiap langkah kaki yang menyentuh aspal, ada ritme yang mengalir, ada ketekunan yang dijaga, dan ada tujuan yang ingin dicapai. Begitu pula dengan perjalanan Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, yang memandang tugasnya layaknya lari maraton: bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang mampu bertahan hingga garis akhir. Di sebuah ruangan yang sejuk di Plaza BP Jamsostek, Jakarta, Anggoro duduk santai dengan kemeja putih berlogo BPJS Ketenagakerjaan. Profesional, sederhana, namun penuh keteguhan. Pria ramah yang hobi olahraga lari ini bukan sekadar pemimpin di sebuah institusi besar, tetapi juga seseorang yang “berlari” di antara misi mulia: melindungi pekerja Indonesia dari risiko sosial dan ekonomi.
“Lari itu musuhnya diri sendiri,” katanya sambil tersenyum, kala dijumpai Infobank, Senin, 24 Februari 2025. “Kalau malas, ya diri sendiri yang rugi. Begitu juga di BPJS Ketenagakerjaan. Kami tidak punya pesaing, tapi musuh terbesar kami adalah rasa puas diri. Jika berhenti bergerak, kita gagal menjangkau lebih banyak pekerja yang seharusnya terlindungi,” lanjutnya.
Setelah menghabiskan 27 tahun di dunia perbankan, Anggoro melangkah ke jalur baru. Tahun 2021, ia mengikuti seleksi Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan dan lolos. Keputusan itu bukan sekadar perpindahan karier, tetapi juga sebuah panggilan untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat.