Penulis adalah Komisaris IndePenden BSI
Judul di atas menunjuk pada perilaku orang yang senang mengoleksi dan menumpuk barang barang. Kualitas barang yang ditumpuk sesuai dengan selera dan tingkat kemampuan ekonominya. Hoarding mentality ini berimpitan dengan flexing. Yaitu, pamer barang bermerek untuk menun jukkan dirinya tergolong kelompok eksklusif.
Jika ditelusuri lebih jauh, orang yang suka flexing bisa jadi karena tekanan lingkungan agar merasa dirinya tidak terkucilkan. Dengan begitu, orang yang suka flexing di dalam dirinya tersimpan rasa tidak aman, kurang percaya diri, dan butuh pengakuan orang lain akan eksistensi dirinya, tapi tidak autentik.
Orang yang percaya diri karena kekuatan integritasnya tidak merasa perlu untuk flexing atau pamer barang-barang yang bersifat material. Sesuatu yang hanya menempel seperti pakaian, jabatan, atau titel. Kita berpakaian, pagi dipakai, sore dilepas. Sedangkan karakter, integritas, dan ilmu pengetahuan akan senantiasa melekat.