Perbankan syariah terus bertumbuh dengan peningkatan pembiayaan dan inovasi produk, terutama di segmen emas. Digitalisasi dan diversifikasi layanan adalah strategi utama menjadi lebih kompetitif. Optimisme tinggi menyertai perbankan syariah dalam memperluas pangsa pasar dan memperkokoh perannya dalam sistem keuangan nasional.
Sumber: Istimewa
Seperti kilau emas yang tak lekang oleh waktu, perbankan syariah Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang gemilang. Kepercayaan masyarakat terhadap layanan berbasis syariah makin menguat, tecermin dari meningkatnya penyaluran pembiayaan yang menopang aset industri ini. Pertumbuhan ini tak hanya mencerminkan keberhasilan strategi perbankan syariah dalam mengembangkan produk-produk inovatif, tetapi juga menunjukkan bahwa sistem keuangan berbasis syariah kian diterima oleh berbagai lapisan masyarakat.
Biro Riset Infobank (birI) mencatat total aset industri perbankan syariah mencapai Rp980,30 triliun per Desember 2024, tumbuh 9,88% secara tahunan. Pertumbuhan ini ditopang oleh pembiayaan sebesar Rp645,74 triliun atau naik 9,95% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Kualitas pembiayaan pun terjaga, dengan rasio non performing financing (NPF) tetap rendah di angka 2,11%, di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator. Hal ini menunjukkan bahwa sektor perbankan syariah mampu menjaga stabilitas keuangannya di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.