Pelaku industri BPRS berhasil melewati 2024 yang sulit, dengan mencatat pertumbuhan yang ciamik di berbagai lini. Tapi, masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibereskan, demi menjaga momentum positif dan konsistensi di Tahun Ular Kayu.
Sumber: Infobank
Laksana pohon yang kokoh, industri bank perekonomian rakyat syariah (BPRS) tetap tegar menahan badai ketidakpastian ekonomi sepanjang 202. Kendati diadang sejumlah tantangan, industri ini mampu mencatatkan kinerja yang mengesankan. Menandakan ketangguhan dan daya saingnya di tengah lanskap keuangan yang terus berubah.
Tahun 2024 bukanlah tahun yang mudah bagi pelaku usaha jasa keuangan (PUJK). Tapi, industri BPRS menunjukkan ketahanan luar biasa. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), industri ini mencatat pertumbuhan yang melampaui bank perekonomian rakyat (BPR) konvensional. Pada akhir 2024, total aset BPRS mencapai Rp25,03 triliun, tumbuh 8,00% secara year on year (yoy) dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Fungsi intermediasi BPRS berjalan demikian apik. Penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh masingmasing 11,51% dan 10,31%, menjadi Rp18,98 triliun dan Rp16,84 triliun. Keberhasilan ini bukan hanya tren sesaat, melainkan telah berlangsung empat tahun berturut-turut.