Alfi Wijaya; menjaga muruah BPRS
Desember 2024 menjadi sejarah baru bagi industri BPRS. Setelah sebelumnya berada di bawah naungan Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), kompartemen BPRS dalam organisasi itu mendeklarasikan pendirian nama baru untuk organisasi BPRS syariah dengan nama Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (Himbarsi). Ini merupakan langkah dari asosiasi untuk merespons aspirasi para anggota yang tersebar di seluruh Indonesia dalam kemandirian organisasi. Eksistensi Himbarsi diharapkan mampu menjadi wadah bagi pelaku BPRS yang tergabung di dalamnya, sekaligus membuat industri tersebut lebih berkembang.
Alfi Wijaya, Ketua Umum Himbarsi terpilih periode 2024-2029, yang juga Direktur Utama BPRS HIK, menjabarkan apa saja langkah konkret yang akan organisasi lakukan guna mewujudkan harapan itu. Petikannya:
Apa latar belakang dibentuknya Himbarsi?
Himbarsi ini bisa dikatakan transformasi dari kompartemen BPRS di Asbisindo. Pada Desember 2024, musyawarah nasional (munas) untuk melahirkan Himbarsi itu merupakan tindak lanjut dari Munas Asbisindo. Dan, berdasarkan ke putusan munas, Himbarsi diperbo lehkan membuat AD/ART tersendiri.
Jadi, lahirnya Himbarsi ini tetap memiliki hubungan sejarah dengan Asbisindo. Kami tidak memisahkan diri dari Asbisindo. Hanya saja, supaya lebih jelas, sekarang warganya atau anggotanya (BPRS) pindah ke “rumah” baru, yaitu Himbarsi.
Apa program yang menjadi fokus utama Himbarsi saat ini?
Program kami ada banyak, di antaranya yang pertama adalah interkoneksi dan digitalisasi produk. Lalu, karena organisasi ini baru, kami perlu mengenalkan identitas organisasi melalui sosialisasi. Kami juga sedang memperkuat likuiditas, permodalan, dan penerapan CKPN yang akan diberlakukan pada 2027 mendatang.
Selain itu, kami hendak meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), literasi, dan governance, risk management, and compliance (GRC) industri. Terakhir, kami ingin punya dashboard yang menyedia kan data BPRS agar tidak bergan tung pada data dari regulator.
Lalu, apakah Himbarsi punya misi khusus untuk pelaku industri?
Kami membuat semacam “operasi senyap” yang bertujuan untuk membantu teman-teman BPRS yang kondisi keuangannya terdesak atau kritis secara intens. Prosesnya memang tidak muncul di hiruk pikuk publik, tapi temanteman Himbarsi sudah mulai berge rak. Karena, kami tidak ingin mendengar ada kabar BPRS ditutup.
Tapi, tetap, kami harus pilahpilih mana BPRS yang bisa dibantu dan mana yang tidak. Kalau ada BPRS yang ternyata “sakit” karena di dalamnya ada potensi fraud, kami juga merasa ragu dan kesulitan untuk membantu mereka.
Apa keresahan Himbarsi terhadap industri BPRS, yang ingin diperbaiki atau diperkuat segera?
Yang kami pertanyakan ke depan adalah apakah eksistensi BPRS masih diperlukan di Indone sia? Sebenarnya, apa kegunaan BPRS bagi masyarakat? Jika meng gu nakan bahasa ekonomi, kami berdampak kepada siapa? Misal nya, berapa banyak tenaga kerja yang diserap di industri? Atau, berapa banyak UMKM yang kami salurkan pembiayaannya?
Ke depan, kami ingin memperlihatkan impact BPRS terhadap ekonomi Indonesia. Kami ingin menjaga muruah BPRS dan melindungi UMKM yang menjadi bagian hidup dari masyarakat luas.
Alfi Wijaya, Ketua Umum Himbarsi terpilih periode 2024-2029, yang juga Direktur Utama BPRS HIK, menjabarkan apa saja langkah konkret yang akan organisasi lakukan guna mewujudkan harapan itu. Petikannya: