Di saat perbankan berhati-hati menyalurkan kredit ke UMKM, Moladin Finance Indonesia justru makin agresif memperluas pembiayaan di segmen itu. Apa jurusnya?
Mulyadi, Direktur Utama Moladin Finance Indonesia
Moladin Finance Indonesia (MOFI) mengambil langkah berani dalam pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah kehati-hatian perbankan. Perusahaan pembiayaan ini makin agresif memperluas portofolio pembiayaannya, terutama dengan skema berbasis jaminan properti. Hal itu bertolak belakang dengan tren industri keuangan yang cenderung konservatif akibat meningkatnya risiko kredit di segmen itu.
Direktur Utama MOFI, Mulyadi, menyatakan bahwa UMKM merupakan segmen yang paling tahan terhadap berbagai krisis ekonomi. “Berdasarkan historikal, yang paling kuat dan bertahan dalam segala kondisi ekonomi adalah pelaku UMKM. Itu terbukti dari krisis 1998, 2008, hingga COVID-19. Kami yakin UMKM akan tetap mampu bertahan,” ujarnya kepada Infobank, bulan lalu.
Berbeda dengan perbankan yang menghindari risiko tinggi, MOFI menerapkan strategi mitigasi risiko ketat dengan pembiayaan berbasis jaminan properti. Penilaian kreditnya juga lebih fleksibel dengan mempertimbangkan tren bisnis dan prospek usaha, membuka akses bagi UMKM yang kesulitan memenuhi persyaratan perbankan.
Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital
Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank
Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan
Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile