Yashinta Bahana, Head of Training and Certification BDM AWS Indonesia
Yashinta Bahana, Head of Training and Certification BDM Amazon Web Services (AWS) Indonesia, membuktikan bahwa perempuan dapat bersinar dan memiliki peranan penting di dunia teknologi. Lahir di Jakarta, pada 11 Maret, Yashinta tumbuh di lingkungan yang membentuknya menjadi pribadi tangguh. Sebagai anak bungsu dengan tiga kakak laki-laki, ia tak pernah merasa dibatasi karena gender. “Yang menentukan peluang bukan gender, melainkan usaha, dan kesiapan menghadapi tantangan,” ujarnya kepada Infobank.
Lulusan Teknik elektro ini memulai kariernya sebagai BTS engineer, sebuah pekerjaan yang tak lazim bagi perempuan karena menuntut keterampilan lapangan, termasuk memanjat menara BTS. Namun, ia melihat tantangan itu sebagai peluang untuk belajar dan berkembang. Kariernya terus memelesat saat bergabung dengan Siemens sebagai technical sales, yang kemudian membawanya ke berbagai peran kepemimpinan di Nokia Siemens Networks, yakni sebagai Head of Solution Sales Management Indonesia dan Head of CBC Product Management APAC.
Tantangan terbesar datang saat ia memutuskan untuk beralih ke peran yang benar-benar berbeda di AWS. Sebagai Head of Business Development Manager Training and Certification Indonesia, ia bertanggung jawab atas pengembangan keterampilan cloud computing di pelbagai sektor pelanggan, termasuk komunitas yang kurang terlayani. “Filosofi yang saya pegang teguh adalah never give up, jangan pernah menyerah. Saya percaya bahwa di setiap tantangan selalu ada jalan keluar,” tutur Yashinta.
Baginya, sikap optimistis yang realistis membantu seseorang melihat peluang di balik kesulitan, sementara ketangguhan membuat seseorang terus maju, meski menghadapi hambatan. Seperti air yang terus mengalir mencari celah, ia yakin setiap tantangan memiliki solusi.
Yashinta juga menekankan pentingnya empati dalam bekerja. Tanpa empati, hubungan dengan sesama akan terkorbankan, yang pada akhirnya berdampak pada profesionalisme. “Bekerja bukan hanya soal kemandirian, tapi juga tentang bagaimana kita bisa membantu dan membawa dampak positif bagi orang lain,” tutupnya.
Lulusan Teknik elektro ini memulai kariernya sebagai BTS engineer, sebuah pekerjaan yang tak lazim bagi perempuan karena menuntut keterampilan lapangan, termasuk memanjat menara BTS. Namun, ia melihat tantangan itu sebagai peluang untuk belajar dan berkembang. Kariernya terus memelesat saat bergabung dengan Siemens sebagai technical sales, yang kemudian membawanya ke berbagai peran kepemimpinan di Nokia Siemens Networks, yakni sebagai Head of Solution Sales Management Indonesia dan Head of CBC Product Management APAC.