Kinerja perusahaan pembiayaan di kelompok aset Rp10 triliun ke atas terbilang apik. Dari 15 perusahaan di kelompok ini, 12 di antaranya meraih predikat “sangat bagus”. BFI Finance menjadi jawara baru di kelas elite ini, diikuti FIF dan Summit Oto Finance.
Direksi BFI Finance Indonesia; rapor kembali biru
BFI Finance Indonesia (BFI) mencatatkan capaian ter tinggi dalam kinerja per usahaan pembiayaan (multi finance) beraset Rp10 triliun ke atas. BFI Finance meraih total skor 95,91%, menempatkannya di posisi puncak, mengungguli pe main besar lainnya, dan berhak atas predikat “sangat bagus”. Selain itu, perusahaan pembiayaan ini kembali mencatatkan namanya sebagai peraih predikat “sangat bagus” selama lebih dari 15 tahun tanpa putus.
Dalam penilaian aspek pertum buhan, BFI Finance mencatat skor sempurna untuk peningkatan pem biayaan dan pertumbuhan modal sendiri. Di sisi rasio keuangan, perusahaan ini menunjuk kan performa unggul dalam sejumlah indikator penting, seperti rasio pem biayaan terhadap aset total, pem biayaan terhadap kewajiban, dan modal sendiri terhadap aset total yang menggambarkan kekuatan solvabilitasnya.
Selain itu, rasio efisiensi operasi onal (biaya operasional terhadap pen dapatan operasional atau BO/PO) menunjukkan kinerja impresif 66,45%, jauh di bawah rata-rata industri yang berada di angka 79,36%. Tingkat profitabilitas nya pun tinggi, terlihat dari return on assets (ROA) sebesar 7,85% dan return on equity (ROE) sebesar 15,90%, me lampaui rata-rata industri yang masing-masing 5,02% dan 13,78%.
“BFI Finance senantiasa proaktif menerapkan cara kerja dan model operasional baru guna mendukung ekspansi bisnis jangka panjang,” ujar Sutadi, Presiden Direktur BFI Finance, dalam keterangan resminya.
Lebih jauh, kinerja positif tecermin dari sejumlah indikator keuangan perusahaan sepanjang 2024. Piutang pembiayaan BFI Finance meningkat 6,44% secara year on year (yoy) menjadi Rp22,09 triliun. Pertumbuhan ini juga disertai pengelolaan risiko yang sehat, terbukti dari rasio pembiayaan bermasalah atau non performing financing (NPF) yang tetap rendah. NPF bruto tercatat 1,25%, sementara NPF neto 0,21%.
Dari sisi pengeluaran, BFI Finance berhasil menjaga pertumbuhan beban operasional tetap terkendali. Sepanjang 2024, total beban naik tipis 2,67% menjadi Rp4,17 triliun. Namun, efisiensi tetap menjadi keunggulan, terbukti dari rasio BO/PO yang rendah. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan ini mampu menjaga biaya tetap efisien di tengah ekspansi yang terus berjalan.
Performa keuangan yang solid ini menghasilkan laba bersih Rp1,56 triliun pada akhir 2024. Dari sisi permodalan, BFI Finance mencatat pertumbuhan modal sendiri sebesar 7,18% menjadi Rp10,18 triliun. Total aset perusahaan pun meningkat 4,70% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni menjadi Rp25,12 triliun.
Kombinasi pertumbuhan bisnis yang stabil, pengelolaan risiko yang hati hati, serta efisiensi operasional yang tinggi menjadi dasar kuat bagi BFI Finance dalam mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di industri pembiayaan. Dengan strategi transformasi yang berkelanjutan dan penerapan model operasional yang adaptif terhadap perubahan pasar, BFI Finance menunjukkan kapasitasnya untuk tetap kompetitif di industri pembiayaan nasional.
FEDERAL International Finance (FIF) kembali meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 94,96%. Di 2024, perusahaan pembiayaan yang dipimpin Siswadi sebagai presiden direktur ini membukukan pertumbuhan laba 7,50% secara tahunan atau menjadi Rp4,42 triliun. Tumbuhnya laba ditopang pembiayaan yang naik 18,25% menjadi Rp43,58 triliun. Pertumbuhan pembiayaan ini di atas rata-rata industri yang tercatat 6,92%. Di akhir 2024, aset FIF naik 16,63% secara tahunan menjadi Rp45,68 triliun. FIF juga menjalankan bisnisnya dengan sangat efisien, tecermin dari BO/PO yang hanya 53,34%, jauh di bawah rata-rata industri yang mencapai 79,36%. Ar
KINERJA cemerlang di 2024 mengantarkan Summit Oto Finance sebagai salah satu peraih predikat “sangat bagus” dalam rating ini. Kali ini, perusahaan pembiayaan yang dipimpin Rusna sebagai presiden direktur ini unggul di aspek pertumbuhan aset, pembiayaan, laba, pembiayaan banding aset total, pembiayaan banding kewajiban, modal sendiri banding aset total, rasio BO/PO, dan rentabilitas, dengan meraih skor sempurna. Perusahaan ini mendapat total skor 94,17%. Di akhir 2024, pembiayaan Summit Oto Finance tercatat Rp13,55 triliun, tumbuh 15,43% secara tahunan atau di atas rata-rata industri yang sebesar 6,92%. Ar
BCA Finance meraih predikat “sangat bagus” dalam rating multifinance kali ini. Total skornya 93,84%. Dengan demikian, BCA Finance kem bali mengukuhkan dirinya sebagai perusahaan pembiayaan berpredikat “sangat bagus” selama lebih dari 20 tahun berturut-turut. Kinerja anak perusahaan Bank Central Asia (BCA) ini di 2024 terlihat baik. Sejumlah indikator keuangan perusahaan yang sementara ini dipimpin Petrus Santoso Karim sebagai presiden direktur ini tumbuh positif. Pem biayaan mengembang 7,76% menjadi Rp9,49 triliun dari Rp8,80 triliun di 2023. Sementara, laba Rp1,88 triliun dengan total aset Rp10,99 triliun. Ar
ASTRA Sedaya Finance meraih pre dikat “sangat bagus” berkat kinerja solid di 2024. Di bawah kepemimpin an Hendry Christian Wong sebagai presiden direktur, laba bersih perusahaan ini tumbuh 4,45% secara tahunan men jadi Rp1,95 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pembiaya an sebesar 2,87% menjadi Rp38,31 triliun. Perusahaan ini juga memper kuat per modalan sebagai langkah strategis meng hadapi tantangan bisnis ke depan. Capaian ini mencerminkan efektivitas strategi bisnis dan pengelo laan risiko yang diterapkan. Di rating kali ini, Astra Sedaya Finance mendapat total skor 91,54%. Ar
CIMB Niaga Auto Finance kembali meraih predikat “sangat bagus” berkat kinerja keuangan yang cemerlang sepanjang 2024. Perusahaan ini mencatat total skor 90,89%, memperkuat konsistensinya dalam mempertahankan predikat itu selama lebih dari lima tahun ber turut-turut. Dipimpin Ristiawan Suherman selaku presiden direktur, CIMB Niaga Finance menunjukkan pertumbuhan pembiayaan yang signifikan, sebesar 35,58% secara tahunan menjadi Rp9,83 triliun. Pertumbuhan ini jauh melampaui rata-rata industri yang hanya 6,92%, dan menjadikannya yang tertinggi di kelompoknya. Ar
BFI Finance Indonesia (BFI) mencatatkan capaian ter tinggi dalam kinerja per usahaan pembiayaan (multi finance) beraset Rp10 triliun ke atas. BFI Finance meraih total skor 95,91%, menempatkannya di posisi puncak, mengungguli pe main besar lainnya, dan berhak atas predikat “sangat bagus”. Selain itu, perusahaan pembiayaan ini kembali mencatatkan namanya sebagai peraih predikat “sangat bagus” selama lebih dari 15 tahun tanpa putus.