Maybank Finance menjadi kampiun di kelompok aset Rp5 triliun sampai dengan di bawah Rp10 triliun. Dari 16 perusahaan pembiayaan di kelompok ini, 11 di antaranya menggenggam predikat “sangat bagus”. Mandala Finance dan Komatsu Astra Finance membayangi di posisi kedua dan ketiga.
Direksi Maybank Indonesia Finance; memperkuat digitalisasi
MAYBANK Indonesia Finance (Maybank Finance) menjadi jawara baru di kelompok perusahaan pembiayaan beraset Rp5 triliun sampai dengan di bawah Rp10 triliun. Maybank Finance merangsek ke posisi teratas, setelah di rating tahun sebelumnya menjadi runner up. Anak usaha Bank Maybank Indonesia ini meraih total skor 97,72%. Dari 16 perusahaan pembiayaan yang menghuni kelompok aset ini, 11 di antaranya meraih predikat “sangat bagus”. Maybank Finance ditempel Mandala Finance dan Komatsu Astra Finance di jajaran top 3.
Capaian Maybank Finance di rating kali ini merupakan buah manis dari kinerja impresif yang dicatatkannya sepanjang 2024. Perusahaan pembiayaan yang dinakhodai Alexander sebagai presiden direktur ini membukukan pembiayaan sebesar Rp7,88 triliun pada 2024. Realisasi ini mengalami kenaikan 2,97% year on year (yoy) dari Rp7,66 triliun di tahun sebelumnya. Portofolio pembiayaannya pun masih didominasi pembiayaan kendaraan roda empat (mobil), terutama mobil baru.
Laju pembiayaan turut mendong krak pendapatan operasional per usahaan ini yang naik tipis 1,31% dari Rp1,10 triliun menjadi Rp1,11 triliun. Meski pendapatan operasionalnya hanya naik tipis, Maybank Finance berhasil menekan beban operasional yang tercatat turun 0,48% dari Rp473,85 miliar menjadi Rp471,56 miliar. Alhasil, di akhir 2024, Maybank Finance berhasil mengantongi laba bersih Rp452,15 miliar atau tumbuh 1,88% dari Rp443,79 miliar di tahun sebelumnya.
Keberhasilan Maybank Finance menjaga laba tetap tumbuh positif patut diapresiasi, mengingat industri multifinance sendiri mengalami tantangan tak mudah sepanjang tahun lalu sehingga pertumbuhannya minus 2,12% secara tahunan. Adapun dari sisi aset, Maybank Finance mencatatkan total aset Rp8,24 triliun per akhir 2024, naik tipis dari tahun sebelumnya.
Salah satu kunci keberhasilan Maybank Finance menjaga kinerja di tengah tekanan yang dihadapi industri adalah operasional yang efisien. Sepanjang 2024, perusahaan ini fokus memperkuat digitalisasi layanan dan inovasi proses pembiayaan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan debitur. Maybank Finance banyak melakukan investasi di bidang teknologi dan meluncurkan beberapa inisiatif digital, termasuk pengembangan platform berbasis aplikasi dan optimalisasi proses otomatisasi untuk mempercepat persetujuan pembiayaan.
Efisiennya operasional Maybank Finance juga tecermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) yang terjaga di level 42,42%. Angka itu jauh di bawah rata-rata industri yang pada periode yang sama berada di level 79,36%.
DI rating kali ini, Mandala Multifinance (Mandala Finance) mencatatkan lompatan besar. Raihan skor 96,23% mengantarkan Mandala Finance sebagai peraih predikat “sangat bagus” dan mengamankan posisi terbaik kedua di kelasnya. Kinerja perusahaan pembiayaan yang menjadi bagian dari MUFG ini sangat apik. Biro Riset Infobank (birI) mencatat, Mandala Finance mengempit laba Rp515,66 miliar pada 2024, tumbuh 21,93% dari tahun sebelumnya. Capaian laba perusahaan yang baru saja berganti kepemimpinan dari Harryjanto Lasmana ke Danny Hendarko sebagai direktur utama ini, ditopang pembiayaan yang naik 19,08% menjadi Rp5,88 triliun. AA
BERKAT raihan total skor 94,78%, Komatsu Astra Finance (KAF) mengamankan peringkat ketiga di kelasnya dalam “Rating Multifinance Versi Infobank 2025”. Predikat “sangat bagus” memang layak dipegang KAF yang menorehkan kinerja apik sepanjang 2024. Menurut catatan Biro Riset Infobank (birI), per usahaan yang dikomandoi Tomoyasu Hamada sebagai presiden direktur ini menyalurkan pembiayaan sebesar Rp7,49 triliun pada 2024. Angka itu meningkat 8,05% secara tahunan. Pertumbuhan pem biayaan turut men dongkrak raihan laba KAF, yang naik 5,15% atau menjadi Rp168,07 miliar. KAF adalah multifinance dalam ekosistem Astra Group, yang berfokus pada segmen pembiayaan alat berat. AA
SATU lagi multifinance anak usaha Bank Maybank Indonesia, yakni Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance), masuk dalam jajaran top 5 kelompok aset Rp5 triliun sampai dengan di bawah Rp10 triliun. Perusahaan yang dipimpin Djaja Suryanto Sutandar sebagai presiden direktur ini meraih total skor 92,60% dan berpredikat “sangat bagus”. Dari sisi kinerja, perusahaan multifinance ini menyalurkan pembiayaan sebesar Rp5,99 triliun di 2024, naik 0,96%. Sementara, labanya tumbuh solid, naik 11,21% dari Rp236,41 miliar menjadi Rp262,92 miliar. AA
HINO Finance Indonesia, perusaha an pembiayaan yang dipimpin Hajime Kawamura sebagai presiden direktur, meraih total skor 91,67% pada rating kali ini. Mengacu pada data Biro Riset Infobank (birI), perusahaan ini me nyalurkan pem biayaan sebesar Rp5,18 triliun di 2024, atau naik 11,45% dibandingkan dengan 2023. Multi finance yang mempunyai captive market kendaraan brand Hino ini mengantongi laba Rp74,06 miliar atau meningkat 4,87% secara tahunan. Sedang kan, dari sisi aset, terjadi ke naikan 15,11% dari Rp5,08 triliun men jadi Rp5,85 triliun. Kinerja apik itu diganjar predikat “sangat bagus”. AA
CHANDRA Sakti Utama Leasing (CSUL) meraih total skor 90,69% pada rating kali ini. Perusahaan pembiaya an yang dinakhodai Suwandi Wiratno sebagai direktur utama ini pun berhak atas predikat “sangat bagus”. Capaian itu tak lepas dari pertumbuh an positif yang dicatatkan CSUL sepanjang tahun lalu. Mesin bisnis perusahaan pem biayaan ini meng hasilkan laba Rp168,55 miliar pada 2024, atau me ningkat 7,89% secara tahunan. Peroleh an laba CSUL ditopang pembiayaan yang tumbuh 2,53% menjadi Rp5,33 triliun. Multifinance ini pun menutup 2024 dengan total aset Rp6,05 triliun atau meningkat 3,16% secara tahunan. AA