Belum ada produk di keranjang belanja kamu

NSC Finance Terbaik di Papan Tengah

Kelompok perusahaan pembiayaan beraset Rp2,5 triliun sampai dengan di bawah Rp5 triliun dihuni 17 perusahaan. Sebanyak 7 perusahaan meraih predikat “sangat bagus”. NSC Finance teratas, 1 NUSA SURYA CIPTADANA 2024 diikuti Hasjrat Multifinance dan Akulaku Finance Indonesia.

Oleh Alfi Salima Puteri
 Direksi Nusa Surya Ciptadana; fokus menjaga momentum

Direksi Nusa Surya Ciptadana; fokus menjaga momentum

NUSA Surya Ciptadana (NSC Finance) mencatatkan capaian gemilang dalam rating ini. Perusahaan pembiayaan ini meraih skor kinerja tertinggi di kelompoknya, 95,73%, yang menobatkannya sebagai per usahaan dengan predikat “sangat bagus” dan duduk di peringkat pertama. Kinerja keuangan perusaha an di bawah kepemimpinan Irawan Kanadi sebagai direktur utama ini impresif sepanjang 2024.

Berdasarkan data rating, perusahaan pembiayaan ini terlihat kuat di sejumlah aspek penilaian. Yang paling menonjol, di aspek pertum buhan. Di aspek ini NSC Finance men dapat skor sempurna. Aspek per tumbuhan sendiri diwakili oleh pertumbuhan aset total, pertumbuh an pembiayaan, pertumbuhan modal sendiri, dan pertumbuhan laba bersih.

Sementara, di aspek rasio, NSC Finance mendapat skor terbaik di rasio pembiayaan banding aset total (FAR), rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO), dan rentabilitas yang diwakili return on asset (ROA) dan return on equity (ROE).

Pada 2024, pembiayaan NSC Finance tumbuh 11,81% secara tahun an menjadi Rp3,81 triliun, jauh me lampaui rata-rata industri multi finance nasional yang hanya tumbuh 6,92%. Kemudian, modal sendiri me ningkat 9,65% menjadi Rp1,44 triliun, mencerminkan struktur permodalan yang sehat dan berdaya tahan.

Dari sisi profitabilitas, NSC Finance membukukan ROA 4,51% dan ROE 9,31%. Laba bersih yang dicatatkan Rp127,77 miliar, tumbuh 23,06% dibandingkan dengan 2023. Pertumbuhan laba ini sangat kontras dengan kinerja laba rata-rata industri pembiayaan nasional yang justru susut 2,12%.

Kinerja pendapatan perusahaan juga menunjukkan penguatan. Pendapatan operasional meningkat 18,21% menjadi Rp1,29 triliun, sedangkan beban operasional naik 17,05% menjadi Rp1,13 triliun. Meskipun rasio BO/PO mencapai 87,02% – lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata industri sebesar 79,36% – rasio ini masih berada dalam batas wajar, mengingat adanya ekspansi bisnis yang dijalankan. NSC Finance menutup tahun kerja 2024 dengan total aset Rp3,92 triliun, tumbuh 11,03%. Irawan menyampaikan bahwa tahun politik 2024 lalu tidak memberikan dampak negatif terhadap bisnis perusahaan. Menurutnya, meskipun terdapat pergantian pemerintahan, masyarakat cenderung bersikap lebih konservatif dalam merespons kebijakan baru, yang terlihat dari perubahan pola konsumsi yang lebih mengarah pada kegiatan menabung ketimbang belanja. “Dalam hal ini sedikit mengubah pola konsumsi masyarakat yang lebih mengutamakan saving daripada spending,” ujarnya. Menutup tahun dengan optimisme, Irawan menegaskan bahwa NSC Finance akan terus menjaga momentum pertumbuhan yang telah dicapai, dengan tetap fokus pada peningkatan penyaluran pembiayaan dan menjaga kinerja keuangan yang berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

GAMBAR HASJRAT

HASJRAT Multifinance, yang berdiri sejak 1995, meraih predikat “sangat bagus” di rating multifinance ini. Di bawah nakhoda Erwin Kindangen sebagai direktur utama, perusahaan ini mampu mencatatkan kinerja keuangan yang solid. Di 2024, Hasjrat Multifinance membukukan laba bersih Rp143,51 miliar, meningkat 33,82% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Namun, total pembiayaan perusahaan mengalami sedikit penurunan sebesar 2,03%, menjadi Rp2,52 triliun. Meskipun demikian, efisiensi operasional tetap menjadi keunggulan utama perusahaan. ASP

GAMBAR AKULAKU

AKULAKU Finance Indonesia (Akulaku Finance) mencatat kinerja impresif sebagai salah satu perusahaan multifinance dengan pertumbuhan pembiayaan dan aset yang sangat signifikan. Dikapteni Perry Barman Slangor sebagai presiden direktur, perusahaan ini berhasil meraih predikat “sangat bagus” dalam rating ini. Di 2024, pembiayaan Akulaku Finance meroket 4.155,03% menjadi Rp2,20 triliun. Total asetnya melejit 214,91% menjadi Rp2,93 triliun. Perusahaan ini juga punya kapasitas untuk terus ekspansi, melihat rasio pembiayaan terhadap aset (financing to asset ratio/FAR) yang masih berada di level moderat, 75,13%. ASP

GAMBARCATERPILLAR

CATERPILLAR Finance Indonesia, anak usaha Caterpillar, yang fokus pada pembiayaan alat berat, men catatkan kinerja solid dan berhasil meraih predikat “sangat bagus” dalam rating ini. Di 2024, perusahaan ini membukukan laba bersih Rp78,47 miliar, menandakan berhasil dalam menjaga profitabilitas di tengah dinami ka industri. Total pembiayaan yang disalurkan selama 2024 men capai Rp2,45 triliun, menunjuk kan posisi yang kuat di sektor pem biayaan alat berat. Dari sisi efisiensi, rasio beban operasional terhadap pen dapatan operasional (BO/PO) tercatat di 59,39%, men cerminkan pengelola an biaya yang efisien. ASP

GAMBAR KOEXIM

MESIN bisnis Koexim Mandiri Finance (KMF) menderu kencang di 2024. Perusahaan pembiayaan yang berdiri sejak 1 Juni 1992 ini merupa kan anak usaha The ExportImport Bank of Korea sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 85%, dan Pengelola Investama Mandiri (PIM) yang menguasai 15% saham. Beberapa indikator keuangan utama KMF tumbuh signifikan di 2024. Pembiaya an yang disalurkan mencapai Rp2,12 triliun, meningkat 31,44% dibanding kan dengan tahun sebelumnya. Per tumbuhan tersebut turut mendorong lonjakan laba bersih yang sangat luar biasa, yakni naik 1.019,99% menjadi Rp43,99 miliar. ASP

GAMBAR ORIX

ORIX Indonesia Finance (ORIF) ber hasil meraih predikat “sangat bagus” berkat kinerja yang mengesan kan di 2024. Di bawah kepemimpinan Takehisa Kaneda sebagai presiden direktur, ORIF menunjukkan kinerja keuangan yang solid. Total pembiaya an yang disalurkan perusahaan di 2024 mencapai Rp4,46 triliun, men cerminkan peran aktif ORIF dalam mendukung sektor pembiayaan di Indonesia. Kinerja positif ini turut me ngerek laba bersih perusahaan menjadi Rp167,43 miliar. ORIF men catatkan total aset sebesar Rp4,82 triliun, yang mem perkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan pem biayaan dengan skala besar di Tanah Air. ASP

Berdasarkan data rating, perusahaan pembiayaan ini terlihat kuat di sejumlah aspek penilaian. Yang paling menonjol, di aspek pertum buhan. Di aspek ini NSC Finance men dapat skor sempurna. Aspek per tumbuhan sendiri diwakili oleh pertumbuhan aset total, pertumbuh an pembiayaan, pertumbuhan modal sendiri, dan pertumbuhan laba bersih.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Juni 2025

Rp 65.000

BELI