Sebanyak 14 perusahaan pembiayaan beraset Rp1 triliun sampai dengan di bawah Rp2,5 triliun berhasil meraih predikat “sangat bagus”. Woori Finance Indonesia menempati posisi teratas berkat kinerja keuangan yang solid dan pertumbuhan positif di berbagai indikator.
Sumber : Infobank
WOORI Finance Indonesia (Woori Finance) menorehkan capaian luar biasa dengan menempati posisi pertama di kelompok total aset Rp1 triliun hingga di bawah Rp2,5 triliun. Perusahaan yang dipimpin Heon Joo Rhee sebagai presiden direktur ini meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 98,15%. Skor yang tinggi ini mencerminkan outstanding performance yang konsisten dan berkelanjutan.
Di rating ini, Woori Finance meraih nilai sempurna di seluruh indikator pertumbuhan utama: aset, pembiayaan, modal sendiri, dan laba bersih.
Capaian Woori Finance menjadi makin impresif kalau membandingkan dengan kondisi industri secara umum. Misalnya, rata-rata pertumbuhan pembiayaan industri multifinance pada 2024 tercatat 6,92%, sedangkan rata-rata pertumbuhan laba justru negatif -2,12%. Di tengah kondisi industri yang menantang ini, Woori Finance mampu mencetak pertumbuhan pembiayaan 9,78%, dari Rp1,66 triliun pada 2023 menjadi Rp1,82 triliun pada 2024. Bahkan, perusahaan ini tetap berhasil meningkatkan net profit 1,76% menjadi Rp88,19 miliar, sebuah indikasi kuat atas pengelolaan bisnis yang efisien dan resilient.
Penilaian terhadap rasio keuangan Woori Finance juga menunjukkan keunggulan yang menyeluruh. Rasio pembiayaan terhadap aset total (financing to asset ratio/FAR) berada di angka 89,23%, sementara rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) di level 74,06%, di bawah industri yang sebesar 79,36%. Indikator rentabilitas perusahaan juga solid, dengan return on asset (ROA) sebesar 5,50% dan return on equity (ROE) mencapai 8,09%.
Keberhasilan tahun ini menjadi kelanjutan dari rekam jejak panjang Woori Finance dalam menjaga performa terbaiknya. Selama lebih dari 15 tahun berturut-turut, perusahaan pembiayaan ini berhasil mempertahankan predikat “sangat bagus” dari Infobank.
KDB Tifa Finance meraih skor 97,25%, menempatkannya sebagai runner-up di kelompok ini. Di bawah kepemimpinan Cho Jaeseong sebagai presiden direktur, perusahaan ini menunjukkan kinerja yang solid di 2024. Laba bersih yang dibukukan mencapai Rp65,05 miliar, tumbuh 8,60% dibandingkan dengan 2023.
Pertumbuhan ini ditopang oleh pendapatan operasional yang naik 5,18% menjadi Rp178,24 miliar. Pembiayaan juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan sebesar 10,68%, menjadi Rp1,61 triliun. Kinerja ini mencerminkan pengelolaan bisnis yang efisien oleh perusahaan ini. Capaian KDB Tifa Finance membuktikan kemampuannya bersaing secara kompetitif di pasar multifinance nasional. AUS