Sumber : Istimewa
Pada Juli 2025 nanti, pemerintah akan meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih. Jumlahnya berkisar 70.000-80.000 koperasi di desa-desa di mana BPR berada. Rencananya, setiap Koperasi Desa Merah Putih akan mendapatkan pendanaan dari bank-bank Himbara sebesar Rp5 miliar. Nilainya antara Rp350 triliun-Rp400 triliun. Angka yang tidak kecil dan itu akan mengalir ke daerah-daerah di mana BPR berada.
Pertanyaannya, apakah Koperasi Desa Merah Putih ini teman atau lawan bagi BPR? Koperasi Desa Merah Putih adalah inisiatif untuk menciptakan permintaan di desa-desa. Tapi, apakah ini akan menjadi ancaman bagi BPR? Sebab, jika BPR tidak mampu menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan koperasi, mereka berisiko kehilangan relevansi.
Harusnya, sinergi antara BPR dan koperasi dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat. Sudah waktunya para pelaku BPR mempersiapkan diri untuk ikut berperan aktif dalam program Koperasi Desa Merah Putih ini. Jika BPR bersikap defensif dan menutup diri, BPR akan terpinggirkan dan turun kasta menjadi LKM.
Sejalan dengan itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga harus menciptakan permintaan di daerah daerah. Terkait MBG ini, BPR dapat mengambil peran lewat pembiayaan rantai pasok. Sejauh ini, BPR boleh dikatakan belum masuk dalam program tersebut.
Minimal jika tidak bisa menjadi penyalur dana program, masih bisa menjadi penyedia dana pendamping. Misalnya, memberikan kredit mikro kepada pemasok, petani penghasil bahan makan lokal, juga pedagang pasar penyedia bahan mentah. Termasuk kepada pelaku usaha katering penyedia makanan. Hal ini sudah dilakukan oleh BPR di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memberi pinjaman kepada 100 petani jagung.
Pertanyaannya, apakah Koperasi Desa Merah Putih ini teman atau lawan bagi BPR? Koperasi Desa Merah Putih adalah inisiatif untuk menciptakan permintaan di desa-desa. Tapi, apakah ini akan menjadi ancaman bagi BPR? Sebab, jika BPR tidak mampu menjalin kerja sama yang saling menguntungkan dengan koperasi, mereka berisiko kehilangan relevansi.