Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Rating 105 Bank Versi Infobank 2025 - KBMI 1

Oleh Ari Nugroho
Sumber : Infobank

Sumber : Infobank

ASET RP25 TRILIUN KE ATAS

1.       Bank BPD Bali Bank BPD Bali "Sangat Bagus" Selama 27 Tahun, Konsistensi dan Komitmen Jadi Kunci Keberhasilan

Sebanyak 19 bank mengisi kelas aset Rp25 triliun ke atas, di KBMI 1. Predikat “sangat bagus” diraih 12 bank. Bank BPD Bali mencatatkan namanya sebagai yang terbaik di kelas ini, sekaligus menorehkan prestasi 27 tahun “sangat bagus” tanpa putus. Top!

Oleh Ari Nugroho

BANK BPD Bali kembali mencatatkan prestasi luar biasa di industri perbankan nasional. Dalam “Rating 105 Bank Versi Infobank 2025”, bank ini meraih predikat “sangat bagus” untuk yang ke 27 kalinya secara berturut-turut.

Lalu, Bank BPD Bali juga duduk di posisi puncak untuk kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 1 dengan kelas aset Rp25 triliun ke atas. Dari total 19 bank di kelompok ini, hanya 12 bank yang berhasil meraih predikat “sangat bagus”. Dan, Bank BPD Bali menempati peringkat pertama dengan skor 94,38%.

Berpredikat “sangat bagus” selama lebih dari seper empat abad merupakan bukti dari konsistensi manajemen Bank BPD Bali dalam menjaga kinerja keuangan, tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/ GCG), efisiensi operasi onal, serta keberhasilan dalam men jalankan transformasi digital. Di tengah dinamika industri perbankan yang makin kom pleks, bank ini mampu menunjukkan ke tang guhannya dengan tetap relevan dan adaptif.

“Pencapaian ini kami persem bahkan untuk masyarakat Bali dan seluruh pe mangku kepentingan yang telah menjadi bagian dari perjalanan Bank BPD Bali selama ini. Konsistensi kami dalam menjaga kualitas layanan dan performa bisnis tak lepas dari sinergi internal yang kuat, strategi yang tepat, dan budaya kerja yang kami bangun dengan cinta dan tanggung jawab,” ujar Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, kepada Infobank, bulan lalu.

Dalam penilaian rating, Bank BPD Bali mencatatkan skor sempurna di aspek per modalan, rentabilitas, dan efisiensi. Bank ini juga men dapat nilai tinggi untuk aspek kualitas aset, likuiditas, manajemen risiko, dan penerapan GCG.

Pada 2024, Bank BPD Bali berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp878,47 miliar, tumbuh 19% secara tahun an, jauh melampaui rata-rata pertumbuhan laba bank umum nasional yang hanya 4,88%. Bank ini juga mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 15,10% menjadi Rp32,17 triliun, jauh di atas rata rata pertumbuhan industri yang tercatat 4,48%.

Dari sisi penyaluran kredit (lending), Bank BPD Bali menyalurkan kredit Rp22,83 triliun pada 2024, naik 7,94%. Pertumbuhan ini dibarengi dengan kualitas kredit yang terjaga dengan baik, tecermin dari rasio kredit ber masalah (non performing loan/NPL) gross 0,92%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata industri yang berada di angka 2,08%.

Menurut I Nyoman Sudharma, keber hasilan ter sebut merupakan hasil dari penerapan strategi menye luruh dalam ber bagai aspek. “Kami me nerapkan pen dekatan holistik. Mulai dari pening katan produk dan layanan digital, penguat an sinergi dengan pe me rin tah daerah, hingga peningkat an kom petensi SDM me lalui pengem bang an digital talent dan digital leadership,” jelasnya.

Strategi pertum buhan kredit dilakukan melalui peningkatan kredit ke sektor produktif, penguatan kemitra an strategis dalam ekosistem rantai pasok (supply chain ecosystem), serta digitalisasi layanan kredit low risk yang mampu mempercepat penetrasi pasar. Di lain sisi, strategi penghimpunan dana dilakukan melalui penguatan sinergi dengan lembaga pemerintah dan pendidikan, peningkatan pertumbuhan current account savings account (CASA), serta promosi aktif dan edukasi produk kepada nasabah.

Bank BPD Bali juga menjadi pelopor dalam digital transformation di level daerah. Produk digital seperti mobile banking, internet banking, Balipay (e-money), serta layanan berbasis QRIS dan GPN telah mempermudah transaksi nasabah di berbagai sektor.

Dukungan Bank BPD Bali terhadap digitalisasi pemerintahan daerah juga sangat menonjol. Bank ini menyediakan berbagai platform, seperti SP2D Online, PHR Online, E-Samsat, Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), dan layanan penerimaan pajak berbasis sistem daring (MPN G3). Bahkan, bank ini juga menjadi penyedia Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen pemerintah yang mendukung transaksi digital pemerintahan dalam bentuk QRIS, kartu fisik, dan online payment. Ke depan, fokus pengembangan Bank BPD Bali tetap berorientasi pada penguatan ekosistem digital, peningkatan pembiayaan ke sektor-sektor produktif dan UMKM, serta akselerasi bisnis berkelanjutan berbasis

Ke depan, fokus pengembangan Bank BPD Bali tetap berorientasi pada penguatan ekosistem digital, peningkatan pembiayaan ke sektor-sektor produktif dan UMKM, serta akselerasi bisnis berkelanjutan berbasis I Nyoman Sudharma, Direktur Utama Bank BPD Bali prinsip environmental, social, and governance (ESG). “Kami sudah me miliki corporate plan yang mengarahkan kami pada pertumbuhan kredit yang sehat dan mendukung pertumbuhan ekonomi Bali,” tutur Sudharma.

Lebih jauh, sampai dengan semester pertama 2025, Bank BPD Bali berhasil mempertahankan momentum positifnya. Laba bersih per Juni 2025 Rp642,28 miliar, tum buh 17,67% secara tahunan. Kredit yang disalurkan mencapai Rp24,14 triliun, meningkat 9,73% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Kualitas kredit pun tetap terjaga, dengan rasio NPL gross di level 0,90% dan NPL net 0,01%.

Di sisi funding, DPK yang dihimpun Bank BPD Bali tumbuh 6,58% yoy menjadi Rp33,74 triliun. Pertumbuhan ini turut mendongkrak rasio CASA menjadi 65,68% atau Rp22,16 triliun. Struktur pendanaan yang didominasi dana murah ini menjadi kekuatan utamanya dalam menjaga net interest margin (NIM) dan efisiensi biaya dana.

Pendapatan bunga bersih Bank BPD Bali tercatat me ningkat 7,37%, dari Rp1,15 triliun menjadi Rp1,24 triliun. Sementara, beban operasional berhasil ditekan sebesar 11,33%, dari Rp547,70 miliar menjadi Rp485,62 miliar. Hasilnya, laba operasional naik menjadi Rp753,73 miliar. Efisiensi ini juga tecermin dari penurunan rasio BO/PO dari 65,95% menjadi 61,38%, yang menandakan bahwa Bank BPD Bali makin efisien dalam menjalankan aktivitas.

I Nyoman Sudharma, Direktur Utama Bank BPD Bali

Kombinasi Strategi yang Adaptif DALAM menjaga kinerja positif di tengah tantangan industri perbankan yang dinamis, Bank BPD Bali menunjuk kan konsistensi yang kuat berkat strategi komprehensif yang diterapkan secara berkelanjutan. Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menjelas kan bahwa keberhasilan itu ditopang oleh transformasi digital yang terus diperkuat, sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta tata kelola yang kokoh. Bank BPD Bali juga aktif mendukung berbagai program pemerintah dan regulator, baik melalui layanan digital maupun solusi keuangan daerah. Lalu, apa yang akan dilakukan bank ini untuk menjaga kinerjanya agar tetap kuat di masa mendatang? Kepada Infobank, I Nyoman Sudharma memberikan penjelasan. Petikannya:

Apa kunci konsistensi Bank BPD Bali menjaga kinerja positif di tengah dinamika industri perbankan? Kunci konsistensi Bank BPD Bali dalam menjaga kinerja positif di tengah dinamika industri perbankan terletak pada kombinasi strategi yang adaptif, sinergi stakeholder, trans formasi digital yang berkelanjutan, penerapan tata kelola yang kuat, menerapkan budaya kerja CINTA serta harmoni sasi spriritual yang berkelanjutan. Penjelasan lebih jauhnya sebagai berikut. Pertama, menguatkan ekosistem digital dan pengembangan produk serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Dalam hal ini, kami telah mengem bangkan produk dan layanan digital untuk memenuhi ke butuhan nasabah yang terus berkembang, seperti layanan mobile banking, internet banking, kartu debit, uang elektro nik server based Bank BPD Bali (Balipay), dan layanan digital lainnya, serta terhubung dengan QRIS dan GPN agar nasabah dapat menikmati perluasan fasilitas bertransaksi di Indonesia termasuk pengembangan QRIS Cross Border untuk perluasan fasilitas bertransaksi di luar negeri (Thailand, Malaysia, dan Singapura). Hal tersebut sekaligus sebagai langkah nyata dukungan bank terhadap program pemerintah untuk peningkatan implementasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Kemudian, kami juga memberikan dukungan terhadap program pemerintah baik pusat maupun daerah, OJK dan operasionalnya. Dari sisi rentabilitas, rasio return on asset (ROA) Bank BPD Bali tercatat 3,89%, sedangkan return on equity (ROE) nya mencapai 28,09%. Kedua rasio ini menunjukkan bahwa bank ini mampu menghasilkan keuntungan tinggi dari aset dan modal yang dimilikinya. Total aset Bank BPD Bali per Juni 2025 mencapai Rp40,41 triliun, meningkat 8,85% yoy. Dengan pangsa pasar (market share) perbankan di Bali yang melebihi 25%, Bank BPD Bali telah menempatkan dirinya sebagai pemimpin pasar (market leader) yang tak hanya kuat dari sisi bisnis, tetapi juga memiliki kedekatan emosional dan kepercayaan dari pemerintah daerah dan masyarakat Bali. “Kami didukung penuh oleh pemerintah daerah, dan itu menjadi kekuatan tersendiri bagi kami. Dukungan ini tidak hanya moral, tetapi juga sinergis secara kelembagaan an,” ujar Sudharma. Ia menambahkan, “Transformasi digital yang kami jalan kan bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga ten tang mindset. Kami ingin menciptakan value baru yang tidak hanya efisien, tetapi juga customer centric, agile, dan sustainability-oriented.” Selama lebih dari lima dekade, Bank BPD Bali telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan eko nomi provinsi yang dipimpin I Wayan Koster sebagai gubernur ini. Dengan pencapaian 27 tahun berpredikat “sangat bagus” secara beruntun, pertumbuhan keuangan yang solid, serta transformasi digital yang terus berjalan, Bank BPD Bali membuktikan bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari ukuran aset, tetapi juga dari konsis tensi, dedikasi, dan komitmen jangka panjang untuk melayani masyarakat dan membangun daerah.

BI, melalui pengembangan produk dan layanan, seperti pengembangan Online System Penerimaan Pajak Pemerin tah Pusat (MPN G3), Online System Penerimaan Pajak & Retribusi Daerah, Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), penyediaan Cash Management System (CMS) melalui Internet Banking Bisnis/Korporasi, serta pengembangan Kartu Kredit Indonesia (KKI) Segmen Pemerintah Bank BPD Bali (pada kanal QRIS, kartu fisik, dan online payment), Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), dan Pengem bangan Pungutan Wisatawan (Pungwis). Poin berikutnya adalah memperkuat SDM melalui pengelolaan dan pengembangan kompetensi SDM secara berkesinambungan sejalan dengan dinamika perubahan dan kemajuan teknologi dengan menyesuaikan terhadap tren dan kebutuhan ke depan (digital talent, digital culture, dan digital leadership).

pemasaran dana, serta meningkatkan kualitas dan pe mahaman SDM terkait product knowledge di bidang dana dan jasa. Lalu, berkaitan dengan kualitas kredit, strategi yang kami lakukan tentunya menerapkan prinsip kehatihatian dalam penyaluran kredit serta menaati peraturan yang ber laku di bidang perkreditan, meningkatkan dan menjaga penyaluran kredit low risk, meningkatkan pemantauan ter hadap kredit yang memiliki potensi bermasalah, mem per cepat penanganan dan penyelesaian kredit bermasalah untuk debitur korporasi & kredit bermasalah lainnya. Juga, melakukan restrukturisasi kredit debitur yang mengalami penurunan kemampuan membayar, serta meningkatkan dan mengevaluasi internal business process pada penyaluran kredit sehingga dapat menghasilkan internal business process yang efektif dan efisien serta mencegah rasio NPL yang berlebihan. Strategi apa yang diterapkan agar fungsi inter mediasi tetap kuat dengan risiko kredit tetap rendah? Strategi kami dalam meningkatkan pertumbuhan kre dit, yaitu meningkatkan dan mempertahankan penyalur an kredit yang telah menjadi captive market, meningkatkan penyaluran kredit produktif pada sektor prioritas tertentu yang memberikan insentif bagi bank, membangun kemitra an strategis dalam memperkuat supply chain ecosystem. Selain itu, meningkatkan kegiatan promosi dan cross selling dalam pemasaran kredit, meningkatkan kualitas dan peme nuhan SDM di bidang perkreditan, melakukan rebranding produk kredit, menyempurnakan platform digital kredit low risk untuk percepatan penetrasi pasar, dan mereview ke tentuan dan produk perkreditan sesuai dengan kebutuhan serta perkembangan kebijakan pemerintah, regulator, dan persaingan pasar. Adapun strategi dalam meningkatkan pertumbuhan DPK, antara lain meningkatkan pertumbuhan rekening DPK, mendorong pertumbuhan CASA dan diversifikasi DPK noncore deposit, meningkatkan sinergi dengan pemda, lem baga keuangan lain baik bank maupun nonbank, lembaga pendidikan, serta lembaga/instansi lainnya. Kemudian, meningkatkan kegiatan promosi dan cross selling dalam 42 | agustus 2025 Apa fokus pengembangan untuk men jaga momentum kinerja di tahuntahun mendatang? Fokus pengembangan yang akan dijalankan oleh Bank BPD Bali ke depan adalah sebagai berikut. Satu, berorientasi pada transformasi digital dengan menguatkan ekosistem digital dalam pengembangan produk serta layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. Dua, meningkatkan fungsi intermediasi untuk mendukung penguatan peran sebagai agent of regional development. Tiga, menetapkan nilainilai inti bank, yaitu Resilien, Kompetitif, Kontributif, dan Harmonis yang masingmasing diterjemahkan ke dalam langkahlangkah, seperti penguat an struktur, akselerasi transformasi digital, penguatan peran sebagai agent of development, serta pengembangan bisnis yang selaras dengan prinsip keberlanjutan (ESG). Empat, terus mengembangkan layanan kepada nasabah dengan melaksanakan transformasi dan penguatan ekosistem digital secara berkelanjutan, meningkatkan pembiayaan ke sektor produktif dengan tetap meretensi penyaluran kredit kepada konsumer, melakukan ekspansi pasar, serta meningkatkan kualitas SDM dan mengembangkan budaya organisasi yang adaptif. Ar

2.       Bank Aceh Syariah

DENGAN total skor 92,07%, Bank Aceh Syariah menduduki peringkat kedua di kelompok ini. Di bawah komando Fadhil Ilyas sebagai plt direktur utama, bank ini menoreh kan kinerja apik di 2024. Seluruh indikator keuangan tumbuh positif. Rasio ke uangan tercatat sehat dan berkualitas. Bahkan, nilai nya sempurna di sejumlah aspek penilaian rating. AUS

3.       Bank Kalbar

BANK Kalbar kembali meraih predikat “sangat bagus”. Predikat ini sukses diper tahankannya selama lebih dari dua dekade. Pada 2024, penyaluran kredit Bank Kalbar tumbuh 8,22% menjadi Rp16,86 triliun dengan NPL terjaga di posisi 1,84%. Bank yang dipimpin Rokidi sebagai direktur utama ini meraup laba Rp485,79 miliar atau naik 6,66%. AUS

4.       Bank Nationalnobu

PADA 2024, Bank Nationalnobu meraup laba bersih Rp329,00 miliar atau tumbuh 132,45%. Pertum buhan laba bank yang di pimpin Suhaimin Djohan sebagai direktur utama ini tertinggi di kelasnya. Per tumbuh an laba ini juga jauh di atas pertumbuhan industri. Kenaikan laba Bank Nationalnobu di topang kredit dan DPK yang masing-masing tumbuh 32,47% dan 36,40%. AUS

5.       Bank SeaBank Indonesia

MELENGKAPI jajaran lima besar bank di kelompok ini, Bank SeaBank Indonesia mengantongi total skor 90,94%. Bank yang dipim pin Sasmaya Tuhuleley sebagai direktur utama ini meraih predikat “sangat bagus” di rating kali ini, padahal tahun lalu hanya berpredikat “bagus” saja. Capaian ini berkat kinerja apik yang ditorehkannya di 2024. AUS

ASET RP10 TRILIUN S.D. DI BAWAH RP25 TRILIUN

1.       Bank NTB Syariah Terus Cemerlang

BANK NTB Syariah menyegel po sisi teratas dalam rating di kelom pok bank KBMI 1 dengan aset Rp10 triliun sampai dengan di bawah Rp25 triliun. Bank kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) ini juga menorehkan catatan istimewa sebagai bank berpredikat “sangat bagus” selama enam tahun ber turut turut. Bank yang dipimpin Nazaruddin sebagai direktur utama ini memperoleh total skor 93,57%. Di kelompok ini, dari 31 bank, ada 17 bank yang meraih predikat “sangat bagus” berkat kinerja solid se panjang 2024. Salah satunya Bank NTB Syariah. Bank NTB Syariah menunjukkan performa keuangan yang sehat dan berkelanjutan di tahun lalu. Beberapa indikator utama penilaian rating, seperti permodalan, kualitas aset, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi operasional, mencatatkan hasil positif. Biro Riset Infobank (birI) mencatat, tahun lalu, Bank NTB Syariah membukukan laba bersih Rp215,87 miliar, tumbuh 1,83% year-on-year (yoy). Pencapaian laba ini ditopang oleh fungsi intermediasi yang berjalan optimal. Penyaluran pembiayaan tumbuh 12,14% menjadi Rp11,29 triliun. NPF-nya pun terkendali, yaitu di level 1,06%, di bawah rata-rata industri perbankan nasional yang sebesar 2,08%. Dari sisi permodalan, komitmen para pemegang saham untuk memperkuat struktur modal terlihat jelas, dengan modal inti yang naik 19,47% menjadi Rp1,98 triliun pada 2024. Penambahan modal tersebut mendongkrak rasio kecukupan modal (CAR) Bank NTB Syariah ke level 25,14%. Dengan modal kuat, likuiditas solid, tata kelola baik, serta sinergi seluruh stakeholder, bank ini memiliki ruang luas untuk terus ekspansi dan tumbuh berkelanjutan di masa depan. AUS

2.       Bank Bengkulu

BANK Bengkulu meraih total skor 93,49% dalam rating ini. Predikat “sangat bagus” sukses dipertahan kannya selama 25 tahun. Pada 2024, penyaluran kredit bank yang dipimpin Iswahyudi sebagai plt direktur utama ini mencapai Rp7,41 triliun atau naik 16,17%. NPL juga berhasil ditekan dari 1,38% menjadi 1,11%. Tahun lalu, laba Bank Bengkulu tumbuh 20,96%. AUS

3.       Bank Ganesha

LABA Bank Ganesha tumbuh signifikan 94,02% menjadi Rp201,71 miliar di 2024. Pertumbuh an ini paling tinggi di antara peer nya dan jauh di atas rata rata industri. Kenaikan laba dipengaruhi oleh DPK yang naik 11,04% dan kredit yang tumbuh 15,78%. Bank yang dipimpin Setiawan Kumala sebagai direktur utama ini mendapat predikat “sangat bagus” dengan total skor 93,08%. AUS

4.       Bank BCA Syariah

DALAM rating bank kali ini, Bank BCA Syariah kembali menjadi bank syariah berperforma terbaik dan berkelanjutan. Nilai komposit good corporate governance (GCG) bank yang dipimpin Yuli Melati Suryaningrum sebagai presiden direktur ini sempurna. Bank BCA Syariah berhasil memper tahankan predikat “sangat bagus” selama 14 tahun tanpa putus. AUS

5.       Bank Mega Syariah

BANK Mega Syariah melengkapi jajaran top 5 di kelas ini, dengan predikat “sangat bagus” dan total skor 92,11%. Bank yang dipimpin Yuwono Waluyo sebagai direktur utama ini mem bukukan pertumbuh an positif di 2024. Penyaluran pembiayaan tumbuh 10,97% menjadi Rp7,76 triliun. DPK naik 2,82% menjadi Rp9,96 triliun. Adapun laba tumbuh 6,06%. AUS

ASET DI BAWAH RP10 TRILIUN

1.       Bank SBI Indonesia Kinerja Intermediasi Membanggakan

Sebelas bank mengisi kelompok bank dengan modal inti (KBMI) 1 atau bank dengan modal inti sampai dengan Rp6 triliun, beraset di bawah Rp10 triliun. Tiga bank di antaranya mendapat predikat “sangat bagus” karena kinerjanya menawan di 2024. Adalah Bank SBI Indonesia, yang mendapat total skor tertinggi di antara para pesaingnya, yakni 82,54%. Sudah dua tahun berturut-turut, bank ini mampu menggenggam predikat prestisius tersebut. Akash Shambhu Damniwala, Presiden Direktur Bank SBI Indonesia, menakhodai perusahaannya dengan sangat baik sehingga berhasil membukukan kinerja yang mengilap di 2024. Pertumbuhan kredit Bank SBI Indonesia jauh melebihi industri, yakni 26,10% secara tahunan (year on year/yoy) atau menjadi Rp3,84 triliun. Sementara, kredit secara industri hanya tumbuh 10,58% di 2024. NPL Bank SBI Indonesia juga terjaga cukup baik, berada di level 2,83%, di bawah treshold 5%. Yang patut diacungi jempol adalah pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK). Di tengah kondisi likuiditas perbankan yang mengetat, DPK Bank SBI Indonesia mengalami kenaikan sekitar empat kali lipat dari industri, yang berada di angka 4,48%. DPK bank ini di 2024 tercatat tumbuh 21,22% dari Rp2,29 triliun di 2023 menjadi Rp2,79 triliun. Disokong permodalan yang sehat – tecermin dari CAR sebesar 92,83% dan BO/PO di kisaran 70,99% – Bank SBI Indonesia berhasil mencatat laba bersih Rp110,61 miliar atau tumbuh 17,53% dari 2023. Pertumbuhan laba ini juga di atas rata-rata pertumbuhan industri yang sebesar 4,88%. MAS

2.       Krom Bank Indonesia

KROM Bank Indonesia selalu berhasil memper tahankan konsistensi kinerja di level tertinggi. Dipimpin Anton Hermawan selaku presiden direktur, bank yang dikenal dengan layanan digitalnya ini mem peroleh total skor 81,93% dan predikat “sangat bagus” dalam rating berkat kinerja positif di 2024. Tahun lalu, kredit bank ini melonjak 131,46% menjadi Rp4,25 triliun, dengan NPL 3,12%. DPK bahkan meroket 808,84%, dari Rp347,56 miliar menjadi Rp3,16 triliun.

Krom Bank juga mampu menjaga efisiensi dengan baik. Hal ini tecermin dari rasio BO/PO sebesar 84,65%, dibarengi dengan persen tase NIM yang menyentuh angka 20,01%. Kinerja intermediasi yang luar biasa, dibarengi dengan efisiensi perusaha an yang optimal, berimbas terhadap laba bersih Krom Bank Indonesia yang mencapai Rp124,06 miliar. Dalam catatan Infobank, Krom Bank Indonesia selalu berpredikat “sangat bagus” selama lebih dari 15 tahun berturut-turut. MAS

3.       Bank Maluku Malut

BANK berpredikat “sangat bagus” berikutnya di ke lompok ini adalah regional champion asal “The Spicy Island”, Bank Maluku Malut. Bank pembangunan daerah (BPD) yang dipim pin Direktur Utama Syahrisal Imbar ini men dapat total skor 81,54%. Pencapaian ini lebih baik dibandingkan dengan rating tahun se belumnya, yang berpre dikat "bagus" saja. Di 2024, Bank Maluku Malut menyalurkan kredit Rp5,51 triliun, dengan NPL yang terjaga di angka 3,39% dan menghimpun DPK Rp5,78 triliun. Rasio current account saving account (CASA) terhadap DPK berada di angka 50,15%.

Bank ini juga mampu menjaga efisiensi dengan baik. Tecermin dari BO/PO yang di angka 77,41% dan NIM 7,54%. Rentabilitas Bank Maluku Malut juga terbilang bagus. Return on asset (ROA) dan return on equity (ROE) masing-masing berada di angka 2,43% dan 9,89%. Ini semua membuat Bank Maluku Malut berhasil mencetak laba bersih Rp148,05 miliar atau tum buh 15,55% dari 2023. MAS

1.       Bank BPD Bali Bank BPD Bali "Sangat Bagus" Selama 27 Tahun, Konsistensi dan Komitmen Jadi Kunci Keberhasilan

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi Agustus 2025

Rp 65.000

BELI