Sumber : Infobank
ASET RP50 TRILIUN S.D. DI BAWAH RP100 TRILIUN
1. Bank Mandiri Taspen Melanjutkan Tradisi "Sangat Bagus"
BANK Mandiri Taspen melanjut kan tradisi “sangat bagus” selama lebih dari satu dekade di rating bank versi Infobank. Tahun ini, predikat itu kembali diraih berkat perolehan total skor 96,22%, salah satu yang tertinggi dari semua bank yang dirating. Bank Mandiri Taspen pun lagi-lagi menjadi yang terbaik di KBMI 2, aset Rp50 triliun sampai dengan di bawah Rp100 triliun. Kelompok ini diisi delapan bank. Lima di antaranya meraih predikat “sangat bagus”, yakni Bank Mandiri Taspen, Bank KEB Hana Indonesia, Bank ICBC Indonesia, Bank Kaltimtara, dan Bank Woori Saudara Indonesia 1906.
Dalam catatan Biro Riset Infobank (birl), Bank Mandiri Taspen meraih skor sempurna di empat aspek penilaian. Pertama, rentabilitas, yang mencakup ROA, ROE, dan per tumbuhan laba. Kedua, aspek permodalan, mencakup CAR dan pertumbuhan modal inti. Ketiga, aspek peringkat komposit profil manajemen risiko. Keempat, aspek efisiensi, yang meliputi BO/PO dan NIM.
Di 2024, bank yang sementara ini dipimpin Maswar Purnama sebagai plt direktur utama mengantongi laba bersih Rp1,58 triliun. Laba itu tumbuh 5,77% secara tahunan.
Pertumbuhan laba Bank Mandiri Taspen antara lain ditopang oleh fungsi intemediasi yang berjalan sangat baik. Kredit dipacu hingga tumbuh 11,88% atau menjadi Rp46,26 triliun. Kualitas aset pun terjaga sangat baik, tecermin dari NPL yang sangat rendah, hanya 0,38%. Sedangkan, DPK meningkat 8,56% atau menjadi Rp48,82 triliun. Meningkatnya DPK juga disokong oleh dana murah (CASA) yang tumbuh 19,90%.
Modal bank ini pun tambah kuat. Modal intinya tercatat Rp7,47 triliun, naik 21,96%. CAR juga makin tebal, yakni di posisi 27,43%. Adapun total asetnya Rp66,23 triliun, tumbuh 9,40% secara tahunan. AA
2. Bank KEB Hana Indonesia
PREDIKAT “sangat bagus” diraih Bank KEB Hana Indonesia dengan total skor 89,72%. Laba bank yang dinak hodai Ko Yung Ryul sebagai direktur utama tumbuh 14,61% atau menjadi Rp519,43 miliar di 2024. Raihan laba disokong laju kredit yang naik 8,14% menjadi Rp37,12 triliun, dengan NPL terjaga di level 0,76%. Bank ini beraset Rp50,31 triliun atau naik 7,30% di 2024. AA
3. Bank ICBC Indonesia
DENGAN total skor 84,18%, Bank ICBC Indonesia meraih predikat “sangat bagus”. Pencapaian ini menunjukkan perbaikan signifikan. Sebab, di rating sebelumnya bank ini berpredikat “bagus” saja. Chen Yong, Presiden Direktur Bank ICBC Indonesia dan semua jajarannya berhasil meningkatkan performa bisnis banknya dengan baik pada 2024. AA
4. Bank Kaltimtara
BANK yang dipimpin Muhammad Yamin sebagai direktur utama ini diganjar predikat "sangat bagus" berkat total skor 81,57%. Kinerja Bank Kaltimtara terbilang im presif di 2024. Bank beraset Rp51,11 triliun ini mengan tongi laba sebesar Rp549,74 miliar atau tum buh 37,93%. Kenaikan kredit dan pendapatan, juga diimbangi laju beban yang terjaga sangat baik. AA
5. Bank Woori Saudara Indonesia 1906
BANK yang dipimpin Kim Eungchul sebagai presiden direktur, yakni Bank Woori Saudara Indonesia 1906 (BWS), menggenggam predikat “sangat bagus” dengan raihan total skor 81,04%. Pencapaian ini sangat istimewa dan layak mendapat apresiasi tinggi, mengingat BWS secara konsisten berhasil memegang predikat “sangat bagus” selama 30 tahun secara beruntun. AA
ASET DI BAWAH RP50 TRILIUN
1. Bank ANZ Indonesia Tetap Efisien dan Terbaik
KELOMPOK bank berdasarkan modal inti (KBMI) 2, dengan aset di bawah Rp50 triliun, dihuni delapan bank. Dari jumlah itu, empat di antaranya meraih pre dikat “sangat bagus”. Ke empatnya adalah Bank ANZ Indonesia, Allo Bank Indonesia, Bank Jago, dan Bank China Construction Bank Indonesia.
Bank ANZ Indonesia menjadi yang terbaik di kelompok ini dengan meraih total skor 87,95%. Kinerja bank yang kini fokus pada layanan corporate dan institution banking ini memang impresif di 2024. Sejumlah indikator keuangannya tumbuh signifikan. Dari sisi intermediasi, misalnya, kredit berhasil dipacu hingga tumbuh 20,76%, dari Rp9,24 triliun menjadi Rp11,15 triliun. Laju pertumbuhan kreditnya nyaris dua kali lipat dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan industri yang hanya 10,58%.
Dari sisi kualitas, Bank ANZ Indonesia terbilang sangat berhasil menjaga kualitas kreditnya. Lihat saja rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL)-nya yang makin membaik, turun dari posisi 1,02% ke 0,97% di akhir 2024. Sementara, dari sisi funding, dana pihak ketiga (DPK) bank yang dipimpin Jodi West sebagai presiden direktur ini tum buh double digit, yakni 38,53% menjadi Rp12,42 triliun. Struktur DPK masih didominasi dana murah (CASA) dengan porsi terhadap total DPK mencapai 62,30%.
Bank ANZ Indonesia juga terkenal jago dalam men jalankan operasionalnya secara efisien. Meski tahun ini sedikit meningkat dibandingkan dengan tahun sebelum nya, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) bank ini terjaga di level 64,26%. Jauh di bawah rata-rata industri yang sebesar 81,34%.
Bank ini mengakhiri tahun kerja 2024 dengan per olehan laba bersih Rp411,16 miliar, atau naik 2,48% secara tahunan. Sedangkan total asetnya tercatat Rp25,02 triliun, mengembang 28,25% dari Rp19,51 triliun di 2023. AA
2. Allo Bank Indonesia
ALLO Bank Indonesia mempertahankan predikat “sangat bagus” pada rating ini. Bank yang sementara ini dipimpin Ari Yanuanto Asah se bagai plt direktur utama ini meraih total skor 87,85% dan menempati posisi kedua di kelas nya. Predikat “sangat bagus” yang diraih Allo Bank Indonesia merupa kan buah dari kinerja ciamik yang di catatkannya di 2024. Menurut data Biro Riset Infobank (birI), bank digital ini mengantongi laba bersih Rp467,11 miliar, naik 5,07% secara tahunan. Bank beraset Rp13,98 triliun ini me nonjol dalam aspek efisiensi. Tak heran bila Allo Bank Indonesia meraih skor sempurna dalam aspek tersebut. AA
3. Bank Jago
Mesin Bisnis Bank Jago menderu kencang di 2024. Beberapa indikator keuangan penting bank ini tercatat tumbuh solid. Labanya meroket dari Rp72,36 miliar menjadi Rp128,52 miliar pada 2024. Meningkatnya laba disokong kredit yang tumbuh 35,96% atau menjadi Rp17,70 triliun. Kualitas kreditnya pun terjaga sangat baik, dengan rasio NPL 0,16%. DPK bank yang dipimpin Arief Harris Tandjung sebagai direktur utama ini juga meningkat hingga 55,84% atau menjadi Rp18,81 triliun. Sedangkan, total asetnya mengembang 34,03% menjadi Rp28,54 triliun. Bank Jago pun berhak atas predikat “sangat bagus” dengan total skor 85,67%. AA
4. Bank China Construction Bank Indonesia
BANK China Construction Bank Indonesia (CCB Indonesia) kembali meraih predikat “sangat bagus”. Bank yang dipimpin Jiang Yongdong sebagai direktur utama ini men dapat kan total skor 85,57%. Capaian ini tak lepas dari kinerja menawan CCB Indonesia di tahun lalu. Pada 2024, CCB Indonesia mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 22,43% secara tahunan atau menjadi Rp295,40 miliar. Kreditnya pun naik 21,20% menjadi Rp23,46 triliun, dengan NPL terjaga di posisi 2,12%. Sementara, DPK meningkat 16,86% menjadi Rp23,36 triliun. Aset bank ini pun makin gemuk, naik 20,44% menjadi Rp33,55 triliun. AA
1. Bank Mandiri Taspen Melanjutkan Tradisi "Sangat Bagus"