Sumber : Infobank
1. Bank HSBC Indonesia Kinerja Menguat, Kini "Sangat Bagus"
PERFORMA Bank HSBC Indonesia pada 2024 benar benar mengilap dan layak diacungi jempol. Dalam rating bank 2025, di kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 3, dengan aset di bawah Rp200 triliun – yang dihuni lima bank – bank ini berhasil menempati peringkat pertama dengan predikat “sangat bagus” dan total skor 86,80%. Prestasi ini menjadi loncatan penting karena tahun sebelumnya bank ini berpredikat “bagus”. Artinya, dalam satu tahun terakhir, telah terjadi peningkatan kinerja yang signifikan.
Bank yang sementara ini dipimpin Dio Alexander Samsoeri sebagai direktur ini menunjukkan kekuatan utamanya pada aspek permodalan dan rentabilitas. Kedua aspek itu mencetak nilai sempurna dalam rating.
Di 2024, secara umum, Bank HSBC Indonesia mampu tumbuh di atas rata-rata industri bank umum. Salah satu indikator paling mencolok adalah laba bersih yang sebesar Rp2,63 triliun, naik 7,46% secara tahunan. Angka ini merupakan pertumbuhan laba tertinggi di kelasnya, sekaligus jauh melampaui rata-rata industri yang tumbuh 4,88%.
Pertumbuhan laba yang kuat itu ditopang oleh kinerja intermediasi yang solid. Dana pihak ketiga (DPK) bank ini tumbuh 4,04% menjadi Rp89,80 triliun, sedikit di bawah rata-rata industri yang sebesar 4,48%, tapi tetap mencerminkan tingkat kepercayaan nasabah yang stabil. Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh impresif 11,69% menjadi Rp60,82 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan industri yang sebesar 10,58%.
Dari sisi aset, Bank HSBC Indonesia membukukan total aset Rp135,29 triliun atau tumbuh 7,91% di 2024. Ini pun melampaui rata-rata pertumbuhan aset industri yang sebesar 5,91%. Kombinasi pertumbuhan kredit, aset, dan laba yang solid ini mempertegas posisi Bank HSBC Indonesia sebagai salah satu bank yang kompetitif di industri perbankan nasional. Ar
2. Bank Mizuho Indonesia
KINERJA Bank Mizuho Indonesia apik di 2024. Di tengah persaingan bisnis bank yang makin ketat, bank ini mencatat kinerja yang tumbuh dan berkuali tas sehingga kembali meraih predikat “sangat bagus” dalam rating, dengan total skor 84,90%.
Dipimpin Ken Matsuo sebagai presiden direktur, Bank Mizuho Indonesia membukukan laba bersih Rp1,38 triliun pada 2024, tumbuh 1,51% secara tahunan dari Rp1,36 triliun di 2023. Dana pihak ketiga (DPK) Rp41,26 triliun, semen tara kredit naik 8,51% dari Rp57,98 triliun di 2023 menjadi Rp62,91 triliun. Total aset Rp88,33 triliun atau tumbuh 7,31% dari Rp82,31 triliun di 2023.
Dari sisi rasio keuangan, kekuatan modal Bank Mizuho Indonesia terlihat dari CAR yang men capai 34,55%, jauh di atas rata-rata industri yang sebesar 26,69%. Ini men cerminkan ketangguh an bank ini dalam menghadapi berbagai potensi risiko. Selain itu, rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level 1,41%, lebih rendah daripada industri yang sebesar 2,08%, menunjuk kan kualitas aset yang baik dan manajemen risiko kredit yang efektif.
Dari sisi efisiensi operasional, rasio BO/PO Bank Mizuho Indonesia berada di angka 67,09%, jauh di bawah rata-rata industri yang sebesar 81,34%. Hal ini mengindi kasikan pengelolaan biaya yang sangat efisien. ROA bank ini tercatat 2,04% dan ROE 8,32%, memperkuat posisinya sebagai bank yang mampu menghasilkan keuntungan secara optimal.
Dalam rating, Bank Mizuho Indonesia memper oleh nilai sempurna pada aspek permodalan. Selain itu, bank ini unggul dalam aspek kualitas aset dan rentabilitas. Kedua aspek itu nilainya terbilang tinggi di kelasnya.
Jika diperinci lebih dalam, di aspek kualitas aset yang diwakili NPL dan per tum buhan kredit, Bank Mizuho Indonesia terlihat unggul di penilaian kom ponen NPL. NPL bank ini di 2024 ter catat menjadi yang paling rendah dibanding empat bank lainnya di kelas ini. Karena itu, nilai untuk NPL yang didapat Bank Mizuho Indonesia tertinggi atau terbaik di kelasnya. Semen tara itu, di aspek permodal an yang diwakili komponen CAR dan per tumbuhan modal inti, bank ini men dapat penilaian optimum untuk keduanya. Ar
PERFORMA Bank HSBC Indonesia pada 2024 benar benar mengilap dan layak diacungi jempol. Dalam rating bank 2025, di kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) 3, dengan aset di bawah Rp200 triliun – yang dihuni lima bank – bank ini berhasil menempati peringkat pertama dengan predikat “sangat bagus” dan total skor 86,80%. Prestasi ini menjadi loncatan penting karena tahun sebelumnya bank ini berpredikat “bagus”. Artinya, dalam satu tahun terakhir, telah terjadi peningkatan kinerja yang signifikan.