Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Rating 260 Institusi Keuangan Syariah 2025 - BUS Aset RP10 Triliun S.D di Bawah RP25 Triliun

Bank NTB Syariah Melompat ke Posisi Teratas

Tiga dari lima BUS penghuni KBMI 1 kelas aset Rp10 triliun hingga di bawah Rp25 triliun berhasil meraih predikat “sangat bagus”. Bank NTB Syariah memimpin di kelas ini, diikuti Bank BCA Syariah dan Bank Mega Syariah.

Oleh Ari Astriawan
Sumber: Istimewa

Sumber: Istimewa

1. Bank NTB Syariah

        DI rating kali ini, Bank NTB Syariah berhasil melompat ke posisi teratas di kelompok bank umum syariah (BUS) KBMI I kelas aset Rp10 triliun sampai dengan di bawah Rp25 triliun. Dari lima BUS yang menghuni kelompok ini, hanya tiga yang meraih predikat “sangat bagus”. Persaingan di kelompok ini cukup ketat karena penghuni tiga besar masih bank yang sama seperti tahun sebelumnya. Hanya, urutannya berubah. Perubahan itu menunjukkan adanya dinamika kompetisi antarbank syariah dalam menjaga performanya. 

 

 

        Bank NTB Syariah mencatat total skor 93,57%. Kinerja keuangan bank ini terlihat menguat di 2024. Pembiayaan tumbuh 12,14% secara tahunan menjadi Rp11,29 triliun, dengan kualitas aset yang terjaga baik. Rasio pembiayaan bermasalah (NPF)-nya berada di level 1,06%, mencerminkan kehati-hatian bank dalam menyalurkan pembiayaan. 

         Kinerja solid itu ditopang pertumbuhan likuiditas yang kuat. DPK tercatat meningkat 17,27% menjadi Rp12,52 triliun. Pertumbuhan ini juga dibarengi dengan peningkatan dana murah (CASA) sebesar 18,28% menjadi Rp5,56 triliun atau 44,37% dari total DPK. Perpaduan antara pembiayaan yang tumbuh sehat dan likuiditas yang terjaga membuat fungsi intermediasi bank ini berjalan dengan baik. 

 

 

        Sementara, dari sisi profitabilitas, Bank NTB Syariah membukukan laba bersih Rp215,87 miliar pada akhir 2024. Permodalan bank yang per Juni lalu dipimpin Nazaruddin sebagai direktur utama ini juga makin kokoh. Modal intinya naik 19,47% menjadi Rp1,98 triliun sehingga rasio kecukupan modal (CAR) terdongkrak ke posisi 25,14%. 

           Dari sisi aset, Bank NTB Syariah mencatatkan total aset Rp16,12 triliun, tumbuh 12,96% dari Rp14,27 triliun di tahun sebelumnya. Bank ini memperoleh skor maksimal pada dua aspek penting, yakni permodalan dan efisiensi, yang kian menegaskan posisinya sebagai pemimpin di jajaran BUS kelompok KBMI I.



2. Bank BCA Syariah

         PADA 2024, Bank BCA Syariah mengantongi laba Rp183,75 miliar, melonjak 19,47% secara tahunan. Raihan laba ini disokong pembiayaan yang tumbuh 18,90%, menjadi Rp10,72 triliun. Laju pembiayaan bank ini lebih kencang dibandingkan dengan rata-rata industri yang tercatat 12,20%. Adapun DPK naik 20,34%, dari Rp10,95 triliun menjadi Rp13,18 triliun. 

         Bank yang dipimpin Yuli Melati Suryaningrum sebagai presiden direktur ini menutup 2024 dengan total aset Rp16,64 triliun atau mengembang 14,99% dari Rp14,47 triliun di tahun sebelumnya. Kinerja apik Bank BCA Syariah di 2024 itu pun diganjar predikat “sangat bagus” dalam rating institusi keuangan syariah ini. Total skor bank ini tercatat 92,98% dan menempati posisi kedua di kelompoknya. 

 

 

 

3. Bank Mega Syariah

          BANK Mega Syariah mendapat predikat “sangat bagus” dengan total skor 92,11%. Yuwono Waluyo, Direktur Utama Bank Mega Syariah, beserta jajarannya berhasil membawa bank syariah ini menorehkan catatan positif di 2024. Sejumlah komponen keuangannya pun membiru.

 

 

             Pembiayaan Bank Mega Syariah meningkat 10,97% menjadi Rp7,76 triliun. Penyaluran pembiayaan ini diimbangi dengan kualitas yang sangat baik, tecermin dari rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang terjaga di bawah 1%. Sementara, DPK tumbuh 2,82% menjadi Rp9,96 triliun, dengan laba Rp253,19 miliar atau tumbuh 6,06% dari Rp238,72 miliar pada 2023. Total aset bank yang tergabung dalam CT Corp ini pun mengembang 9,80%, dari Rp14,57 triliun menjadi Rp15,99 triliun.

 

 

        DI rating kali ini, Bank NTB Syariah berhasil melompat ke posisi teratas di kelompok bank umum syariah (BUS) KBMI I kelas aset Rp10 triliun sampai dengan di bawah Rp25 triliun. Dari lima BUS yang menghuni kelompok ini, hanya tiga yang meraih predikat “sangat bagus”. Persaingan di kelompok ini cukup ketat karena penghuni tiga besar masih bank yang sama seperti tahun sebelumnya. Hanya, urutannya berubah. Perubahan itu menunjukkan adanya dinamika kompetisi antarbank syariah dalam menjaga performanya. 

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi September 2025

Rp 65.000

BELI