Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Rating 260 Institusi Keuangan Syariah 2025 - BPRS Beraset RP50 Miliar S.D <RP100 Miliar

BPRS Bobato Lestari Konsisten di Level Tertinggi

Oleh Mohammad Adrianto Sukarso
Sumber: Istimewa

Sumber: Istimewa

1. BPRS Bobato Lestari

        BEBERAPA tahun terakhir, BPRS Bobato Lestari dari Tidore Kepulauan, Maluku Utara, selalu berhasil menjaga konsistensi kinerja di level teratas. Dalam rating tahun ini, BPRS Bobato Lestari mengungguli 53 BPRS lain di kelompok BPRS beraset Rp50 miliar sampai dengan di bawah Rp100 miliar, yang 27 di antaranya mendapat predikat “sangat bagus”. BPRS Bobato Lestari memperoleh predikat “sangat bagus” dengan total skor 99,12%. 

 

 

       Husni Abdul Halim, Direktur Utama BPRS Bobato Lestari, beserta jajarannya mampu membawa BPRS ini membukukan kinerja kinclong di 2024. Tahun lalu, pembiayaannya mencapai angka Rp45,25 miliar, tumbuh 33,48% secara year on year (yoy). Pertumbuhan pembiayaan diiringi dengan non performing financing (NPF) yang rendah, yakni 1,55%. Sementara, dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 14,10%, dari Rp34,48 miliar di 2023 menjadi Rp39,34 miliar. 

        Kinerja intermediasi yang bagus juga ditopang rasio keuangan yang sehat. Rasio financing to deposit ratio (FDR) BPRS Bobato Lestari berada di angka 80,98%. Permodalan BPRS ini juga kuat, terlihat dari capital adequacy ratio (CAR) di level 44,80% atau naik 68 basis points (bps). Sementara, return on asset (ROA) dan return on equity (ROE)­nya masing-­masing tercatat 5,31% dan 23,50%. Semua itu berdampak pada perolehan laba bersih BPRS ini di pengujung 2024, yang mencapai Rp3,06 miliar atau tumbuh 18,27%.

 

2. BPRS Artha Mas Abadi 

PADA 2024, BPRS Artha Mas Abadi sukses menjaga kinerja positifnya. Pembiayaan dan DPK masingmasing tumbuh 11,53% dan 13,81% menjadi Rp49,48 miliar dan Rp52,77 miliar. BPRS asal Pati, Jawa Tengah, ini juga mampu menjaga efisiensi operasionalnya dengan baik. Rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BO/PO) tercatat 80,06%, dengan net imbalan (NI) 16,08%. Sementara, perolehan laba bersih meningkat 9,69% menjadi Rp1,96 miliar. BPRS Artha Mas Abadi pun layak meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 98,87%.

 

 

 

3. BPRS Taeh Baruah

      BPRS Taeh Baruah dari Lima Puluh Koto, Sumatra Barat, mencatat pertumbuhan pembiayaan sebesar 61,63%, tertinggi ketiga dari seluruh BPRS berpredikat “sangat bagus” di kelompok ini. NPF BPRS yang dipimpin Putra Edison sebagai direktur utama ini terjaga di angka 2,52%. DPK­nya pun tumbuh signifikan, yakni 30,10% menjadi Rp36,81 miliar, dengan FDR 160,70%. Sementara, laba bersih melonjak 62,40% menjadi Rp1,01 miliar. Alhasil, BPRS Taeh Baruah mendapat total skor 98,56% dan berpredikat “sangat bagus”.

 

 

4. BPRS Berkah Dana Fadhlillah Perseroda

DI posisi keempat ada BPRS Berkah Dana Fadhlillah Perseroda. BPRS asal Kampar, Riau, ini memperoleh predikat “sangat bagus” dengan total skor 98,04%. Di 2024, pembiayaan BPRS ini tercatat Rp46,60 miliar, tumbuh 11,70% secara tahunan. Sementara, DPK naik 9,60% menjadi Rp66,15 miliar. Aspek rentabilitas BPRS ini juga sangat oke. ROA dan ROE­nya masing-­masing 3,91% dan 50,37%. Menutup 2024, BPRS ini meraup laba Rp2,24 miliar, tumbuh 27,67%.

 

 

5. BPRS Al Makmur

         MUHAMMAD Budi Nanda, Direktur Utama BPRS Al Makmur, dan jajarannya berhasil membawa BPRS ini meraih predikat “sangat bagus”. BPRS asal Payakumbuh, Sumatra Barat, ini mendapat total skor 97,79%, ditopang kinerja yang impresif di 2024. Pembiayaan BPRS Al Makmur memelesat 54,69% menjadi Rp80,83 miliar. Adapun DPK tercatat Rp64,89 miliar, tumbuh 5,95%. Dengan pertumbuhan modal inti sebesar 18,32% menjadi Rp10,87 miliar dan rasio CAR sebesar 25,90%, BPRS Al Makmur membukukan laba bersih Rp2,73 miliar, naik 52,56%.

 

 

 

6. BPRS Guguk Mas Makmur

      KINERJA BPRS Guguk Mas Makmur moncer di 2024. BPRS asal Lima Puluh Koto, Sumatra Barat, ini mencetak total skor 97,48%. Pembiayaan dan DPK BPRS ini masing­masing tumbuh 19,48% dan 6,18% menjadi Rp43,15 miliar dan Rp40,74 miliar. Efisiensinya terjaga dengan baik, terlihat dari rasio BO/PO sebesar 70,36% dan NI di angka 10,88%. ROA dan ROE­nya juga sangat positif, masing­-masing 3,34% dan 65,20%. BPRS Guguk Mas Makmur mencatat laba bersih Rp1,40 miliar atau tumbuh 30,35%.

 

 

Link tabel Tabel Rating 260 Institusi Keuangan Syariah 2025 - BPR Syariah Terbaik Per Desember 2023-2024 dapat di akses melalui Majalah Infobank Edisi September 2025: www.infobankstore.com

 

        BEBERAPA tahun terakhir, BPRS Bobato Lestari dari Tidore Kepulauan, Maluku Utara, selalu berhasil menjaga konsistensi kinerja di level teratas. Dalam rating tahun ini, BPRS Bobato Lestari mengungguli 53 BPRS lain di kelompok BPRS beraset Rp50 miliar sampai dengan di bawah Rp100 miliar, yang 27 di antaranya mendapat predikat “sangat bagus”. BPRS Bobato Lestari memperoleh predikat “sangat bagus” dengan total skor 99,12%. 

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi September 2025

Rp 65.000

BELI