Sumber: Istimewa
1.BPRS Kabupaten Ngawi Perseroda
KELAS BPRS beraset Rp100 miliar sampai dengan di bawah Rp250 miliar dihuni 38 bank, dan 24 BPRS di antaranya diganjar predikat “sangat bagus”. BPRS Kabupaten Ngawi Perseroda (Bank Syariah Ngawi) menjadi yang terbaik di kelas ini dengan raihan total skor nyaris sempurna, yakni 99,90%.
Mengacu pada data hasil rating, dari lima aspek penilaian, Bank Syariah Ngawi meraih skor sempurna pada empat aspek, yakni permodalan, rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi. Performa keuangan BPRS yang dinakhodai Parjiyanto sebagai direktur utama ini ciamik di 2024. BPRS ini pun membukukan pertumbuhan aset, dana pihak ketiga, pembiayaan, modal inti dan laba di atas rata-rata industri BPRS.
Berdasarkan data Biro Riset Infobank (birI), pada 2024, BPRS ini menyalurkan pembiayaan sebesar Rp142,13 miliar, meningkat 23,72% year on year (yoy). Laju pembiayaannya lebih cepat dari industri BPRS yang tercatat tumbuh 11,51%. Penyaluran pembiayaan BPRS ini juga dilakukan secara prudent, tecermin dari rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang terjaga di level 0,17%.
Dari sisi funding, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BPRS ini tercatat Rp135,99 miliar atau tumbuh 29,67% dari Rp104,88 miliar di tahun sebelumnya. Pertumbuhan DPKnya lebih tinggi dibandingkan dengan ratarata industri BPRS yang naik 10,31%.
Kinerja bisnis yang solid itu pada akhirnya mendongkrak perolehan laba BPRS ini, dari Rp4,03 miliar menjadi Rp4,78 miliar atau meningkat 18,80% dalam setahunan. Bank Syariah Ngawi pun menutup tahun buku 2024 dengan total aset Rp209,80 miliar, mengembang 17,91% dari Rp177,93 miliar di 2023.
2. BPRS Jam Gadang Perseroda
RODA bisnis BPRS Jam Gadang berputar cepat pada 2024. Pembiayaannya naik 21,06% secara tahunan menjadi Rp95,07 miliar, dengan rasio NPF terjaga di level 0,25%. Sedangkan DPK dan labanya masingmasing tumbuh 22,23% dan 17,56% menjadi Rp70,28 miliar dan Rp2,15 miliar. Total asetnya pun mengembang 14,61% menjadi Rp125,35 miliar. Kinerja keuangan yang membiru membawa BPRS yang dipimpin Feri Irawan sebagai direktur utama ini meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 99,86%.
3. BPRS Vitka Central
BPRS Vitka Central asal Kota Batam, Kepulauan Riau, menutup 2024 dengan laba Rp2,62 miliar atau melonjak 30,26% secara tahunan. Kinerja laba yang moncer itu ditopang pembiayaan yang naik 31,22% menjadi Rp145,78 miliar. Sedangkan, DPKnya tumbuh 40,55% menjadi Rp96,22 miliar. Total aset bank ini pun mengembang 25,32% menjadi Rp164,58 miliar. Di rating ini, BPRS Vitka Central diganjar skor tertinggi di tiga aspek penilaian, yaitu rentabilitas, likuiditas, dan efisiensi. Adapun total skornya 98,21%.
4. BPRS PNM Mentari
BPRS PNM Mentari mencatatkan kinerja gemilang di 2024. Di rating ini, BPRS yang dipimpin Muhammad Haikal sebagai direktur Utama ini meraih total skor 98,15% dan berpredikat “sangat bagus”. Tahun lalu, pembiayaan BPRS ini tumbuh 9,71% secara tahunan menjadi Rp149,05 miliar, sementara DPKnya naik 15,47% menjadi Rp104,28 miliar. Aset BPRS asal Garut, Jawa Barat, ini juga naik 8,85% menjadi Rp178,81 miliar. Dari kinerja positif tersebut, BPRS ini mampu membukukan laba Rp3,39 miliar, tumbuh 5,42%.
5. BPRS Way Kanan Perseroda
DENGAN total skor 98,13%, BPRS Way Kanan Perseroda, milik Pemda Kabupaten Way Kanan, Lampung, meraih predikat “sangat bagus” pada rating kali ini dan masuk top 5 di kelasnya. Di bawah kepemimpinan Suryanti sebagai direktur utama, BPRS ini berhasil mengukir kinerja cemerlang tahun lalu. Pembiayaan BPRS ini tumbuh 28,59% menjadi Rp85,24 miliar dengan DPK naik 7,18% menjadi Rp67,77 miliar. Sementara, labanya tercatat mengembang 14,89% menjadi Rp3,63 miliar dengan aset Rp119,20 miliar.
6. BPRS Hikmah Wakilah
BPRS Hikmah Wakilah menutup 2024 dengan kinerja solid. Fungsi intermediasi BPRS yang dipimpin Sugito sebagai direktur utama ini terlihat kuat. Pembiayaannya tumbuh 8,57% menjadi Rp166,63 miliar, sementara DPK naik 16,14% menjadi Rp158,67 miliar. Laba bersih BPRS ini pun melonjak 12,63% menjadi Rp3,95 miliar. Alhasil, BPRS yang berbasis di Banda Aceh ini meraih predikat “sangat bagus” dengan total skor 97,57%. Pada rating kali ini, BPRS ini meraih nilai maksimal pada aspek penilaian permodalan, likuiditas, rentabilitas, dan efisiensi.
Link tabel Tabel Rating 260 Institusi Keuangan Syariah 2025 - BPR Syariah Terbaik Per Desember 2023-2024 dapat di akses melalui Majalah Infobank Edisi September 2025: https://infobankstore.com/magazine/detail/2025/1204/infobank-edisi-september-2025
KELAS BPRS beraset Rp100 miliar sampai dengan di bawah Rp250 miliar dihuni 38 bank, dan 24 BPRS di antaranya diganjar predikat “sangat bagus”. BPRS Kabupaten Ngawi Perseroda (Bank Syariah Ngawi) menjadi yang terbaik di kelas ini dengan raihan total skor nyaris sempurna, yakni 99,90%.