Belum ada produk di keranjang belanja kamu

Jejak Hati Anak Nagari Dari Cita-Cita Ke Pengabdian

Tak semua jalan hidup berjalan lurus sesuai rencana. Ada yang berliku, terjal, bahkan tak terbayangkan. Tapi, bagi leader satu ini, setiap langkah akhirnya bermuara pada satu hal, yakni pengabdian untuk tanah kelahiran.

Oleh
GUSTI CANDRA, DIREKTUR UTAMA BANK NAGARI

GUSTI CANDRA, DIREKTUR UTAMA BANK NAGARI

GUSTI Candra, Direktur Utama Bank Nagari, tersenyum cerah ketika mengenang masa mudanya, saat berbincang dengan Infobank, di sebuah restoran di Jakarta Selatan, Jumat, 18 Juli 2025. Bukan sekadar nostalgia, namun kisahnya adalah perjalanan selama lebih dari dua dekade, berawal dari seorang anak muda lulusan ilmu pertanian yang penuh gairah meraih cita-cita hingga duduk di kursi puncak bank terbesar di Sumatra Barat.

Sambil sesekali melahap es kacang merah dan ketoprak pesanannya, Gusti menapaki kembali jejak hidup yang telah dilalui. “Kalau kita unik, kita jadi somebody. Kalau tidak, kita cuma nobody,” ujarnya, seakan berbicara pada dirinya sendiri di masa lalu. Kalimat sederhana itu seolah pedoman Gusti dalam meniti karier. Untuk menjadi seseorang yang berarti, ia harus berani tampil berbeda, b ukan sekadar berjalan sebagai sosok yang biasa-biasa saja.

Pada 1997, Gusti lulus dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Andalas, Padang. Ia termasuk salah satu mahasiswa lulusan terbaik. Setelah lulus, impiannya sederhana, bekerja di perusa ha an perkebunan besar. Di benak Gusti kala itu, mengen a kan seragam lapangan dan mengendarai mobil dobel kabin di lahan perkebunan adalah gambaran puncak kesuksesan.

Namun, takdir menuntunnya ke jalur lain. Sepekan setelah wisuda, Gusti melamar program magang di Bank Nagari khusus bagi lulusan terbaik. Ia diterima dan ditempatkan di Kantor Cabang Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya. Awalnya, Gusti mengira ini hanya singgahan sementara sebelum mengejar mimpi lamanya. Tapi, justru di sinilah bibit kecintaan pada dunia perbankan mulai tumbuh.

Sebagai pegawai baru di Bank Nagari, ia memilih untuk tidak sekadar ikut arus. Salah satu langkahnya mengganti sistem kerja bank dari tradisional ke modern. Bagi sebagian orang, itu hanya perubahan teknis. Bagi dirinya, itu adalah pernyataan, bahwa ia tidak hadir hanya untuk menjadi pegawai biasa. “Saya berusaha langsung menunjukkan performa yang berbeda dengan membawa inovasi, membangun diri menjadi unik, karena itu penting untuk menaikkan nilai,” ungkapnya.

Satu momen penting pun menjadi titik balik hidup Gusti. Saat itu, seorang pejabat pusat Bank Nagari mengujinya dengan sebuah tantangan: membuat analisis kredit. Latar belakangnya di jurusan eksakta menjadi senjata. Ia terbiasa memecahkan persoalan, menelusuri akar masalah, lalu merumuskan solusi yang tepat. Presentasinya berhasil memukau atasan. “Di situ saya sadar, saya punya potensi di sini (perbankan),” kenangnya.

Jalannya di dunia perbankan kian terbuka. Kariernya terus menanjak. Posisi demi posisi ia lalui dengan konsistensi. Dari bidang restrukturisasi kredit, analis di divisi kredit, hingga pemimpin bagian, grup, dan divisi. Ia mengurus kredit pertanian, mikro, hingga komersial – menyentuh langsung denyut nadi perekonomian daerah. Tidak ada jalan pintas. Semua dilalui by process.

Hingga pada 2020, ia dipercaya menjabat direktur kredit dan syariah. Empat tahun kemudian, di usia 52 tahun, Gusti mencatat sejarah sebagai direktur utama termuda Bank Nagari. “Bagi saya, perjalanan ini bukan hanya soal jabatan. Ini soal pengabdian,” ucapnya tegas.

Di balik ketegasan dalam kepemimpinan, ada sosok yang sejak awal membentuk karakternya, yakni sang ibu, f igur utama yang menanamkan arti ketangguhan dan pengorbanan. Bagi Gusti, restu ibunya pula yang membuatnya mantap berkarier di Bank Nagari. “Ibu saya itu tangguh. Dia rela tidak melanjutkan sekolah demi menyekolahkan adik-adiknya, lalu tetap membesarkan kami, enam anaknya. Pesan beliau sederhana, kalau kamu nggak bisa membantu orang, jangan menyakiti,” tutur pria kelahiran Lintau, 7 Agustus 1972, ini.

Kalimat itu menjadi prinsip hidup yang ia pegang hingga hari ini, bahkan dalam memimpin. Baginya, menjadi pemimpin bukan soal merasa paling benar, melainkan menciptakan ruang kerja yang sehat. Filosofi itu ia terapkan di setiap rapat dengan membangun suasana kolaboratif, bukan kompetitif yang saling menjatuhkan.

Kini, ketika menakhodai Bank Nagari di tengah era disrupsi, ia membawa filosofi yang sama. Kunci bertahan adalah keberanian mengubah diri sebelum dipaksa ber ubah oleh keadaan. “Kalau kita biarkan disrupsi menggi las kita, kita akan tertinggal. Maka, sebelum didisrupsi, kita harus mendisrupsi diri sendiri,” tegasnya. Bagi Gusti, memimpin Bank Nagari adalah wujud pengabdian pada kampung halaman. Lahir dan besar di Sumatra Barat, ia merasa Bank Nagari adalah motor utama ekonomi ranah Minang. Setiap dividen yang kembali ke pemerintah daerah berarti napas baru bagi pem bangunan, dan setiap pembiayaan UMKM adalah langkah kecil menuju kesejahteraan masyarakat.

“Saya rasa dalam diri setiap putra kelahiran Minang, tertanam jiwa korsa untuk mengabdi dan memberikan kontribusi kepada tanah kelahiran. Ketika saat ini saya mampu memberikan kontribusi itu secara nyata dengan mengabdi di Bank Nagari, mengapa saya harus bekerja di perusahaan lain,” tutup pria yang hobi olahraga lari dan bersepeda ini.

 

Menjaga Keseimbangan Bisnis Dan Kehati-hatian

 

Kondisi perekonomian tahun ini masih cukup menantang. Hal itu berpengaruh juga terhadap bisnis bank secara umum. Bagaimana kondisi Bank Nagari? Apa strateginya menghadapi ketidakpastian ini?

 

Kami memprioritaskan perbaikan dan penguatan Kualitas Penerapan Manajemen Risiko (KPMR) Kredit dan ketahanan portofolio, sehingga pertumbuhan mencerminkan penyaluran yang sehat dan produktif, dengan tetap memperhatikan misi bank untuk mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Faktor eksternal, seperti tingginya cost of fund, ketatnya persaingan dana murah, perlambatan konsumsi rumah tangga, serta terbatasnya belanja pemerintah, turut berdampak pada melambatnya permintaan kredit sektor produktif. Namun demikian, kami optimistis pertumbuhan kredit dan pembiayaan akan meningkat bertahap seiring dengan membaiknya iklim usaha, stabilisasi inflasi, inovasi dunia usaha, dan penguatan sinergi dengan pemerintah daerah.

Bank Nagari akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan prinsip kehati-hatian demi mendukung pemulihan dan pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan. Per Juni, kredit kami tumbuh 2,11% (yoy). Alhamdulillah masih tumbuh. Pertumbuhan DPK 1,38%. Dengan kondisi itu, laba bersih kami tetap tercapai Rp231 miliar, lebih tinggi daripada Juni 2024 yang sebesar Rp224 miliar.

Untuk kredit, sektor mana saja yang mempunyai ruang untuk pertumbuhan?

 

Di sisi captive market, yaitu penyaluran kredit atau pembiayaan konsumtif kepada ASN, pegawai dan pensiunan, Bank Nagari akan menjaga dan mencoba reborn di sisa tahun ini dengan melahirkan terobosan kebijakan dan strategi yang penuh inovasi dan kreativitas. Momentum turunnya BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) dan adanya kebutuhan keuangan masyarakat di momen tahun ajaran baru, masuk kuliah, hari kemerdekaan, dan tutup tahun akan digarap dengan paket stimulus berupa turun bunga atau margin, promo reward realisasi, discount premi/IJP asuransi, serta penurunan biaya realisasi pada Juni-Agustus 2025 (tahap 1) dan tahap 2 di Oktober-November 2025. Penawaran dan promo ini akan di-campaign dengan kuota serta durasi terbatas, sehingga masyarakat atau nasabah berebut untuk mengikuti program.

Bank Nagari juga akan meningkatkan ekspansi kredit dan pembiayaan properti, baik rumah bersubsidi maupun komersial, dengan program dan promo berupa pilihan furnitur, peralatan rumah tangga, dan elektronik atas setiap realisasi kredit/pembiayaan yang memenuhi kriteria. Di sisi kredit dan pembiayaan produktif, kami lebih selektif dengan strategi pertumbuhan masif melalui daerah atau cabang potensial, seperti sektor pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, perdagangan, industri kecil, kesehatan, pendidikan, transportasi, jasa, dan pariwisata. Skim andalan disediakan, seperti KUR, skim komersial (modal kerja dan investasi), serta pinjaman SiMamak (Solusi Mengatasi Masalah Keuangan).

Bank Nagari juga sedang mengakses potensi pinjaman daerah dan debitur sindikasi, didukung sinergi dengan lembaga penjamin untuk memperkuat mitigasi risiko. Selain itu, optimalisasi digitalisasi kredit, penyederhanaan proses, dan penguatan scoring system menjadi bagian dari upaya percepatan penyaluran yang tetap prudent.

Lalu, untuk likuiditas bagaimana?

Melalui pemahaman terhadap profil dan habit dana yang akan dibahas lebih mendalam dalam rapat-rapat Tim Supporting ALCO dan Tim Inti ALCO, maka manajemen akan mendapatkan formulasi kebijakan dan strategi menjaga kecukupan likuiditas secara efektif dan prudent, dengan secara bertahap mengurangi porsi deposan inti dan porsi deposito berbunga tinggi. Mendorong peningkatan deposito ritel dengan suku bunga/bagi hasil yang lebih ramah dibandingkan dengan deposito korporasi.

Di lain sisi, kebijakan berbagai promo untuk mendukung daya tarik dan penetrasi produk dan layanan digital terus ditingkatkan agar terjadi pertumbuhan DPK, terutama tabungan sebagai sumber CASA. Produk dan layanan andalan sudah dimiliki, yaitu melalui SuperApps Ollin by Nagari yang semakin lengkap fiturnya dengan diperolehnya izin pembukaan rekening tabungan secara online dari BI dan OJK. Saat ini, pertumbuhan pengguna SuperApps Ollin by Nagari sudah mencapai 275.473 nasabah (sampai dengan Mei 2025) dengan pertum buhan dari Januari 2025 sampai dengan Mei 2025 mencapai 60.981 user (28,43%).

Bank Nagari menjalankan strategi berlapis, di antaranya optimalisasi produk tabungan berbasis komunitas dan payroll, serta program loyalty dan literasi keuangan yang menyasar generasi muda dan pelaku usaha mikro, program dan promo QRIS kepada merchant, serta program dan promo di agen-agen Bank Nagari Link. Fitur Bank Nagari semakin lengkap dengan totalnya dukungan pemda kepada Bank Nagari dalam hal Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Bank Nagari juga bekerja sama dengan berbagai aplikasi e-commerce dan digital payment, biller biller, serta juga kerja sama e-money dengan salah satu bank papan atas Indonesia. Di samping itu, menggarap pasar di ekosistem BPR.

Dari sisi segmentasi baru dan potensial di masa d a tang, Bank Nagari akan lebih penetratif dan masif meng garap pasar tabungan pelajar dan mahasiswa, mengingat jumlah mereka yang sangat besar dari total jumlah penduduk saat ini. Bank Nagari akan mencoba mencip takan loyalitas kepada mereka sebagai generasi penerus bangsa dan yang akan memainkan peran ekonomi lebih besar ke depannya.

Target Bank Nagari hingga akhir 2025 seperti apa?

Berdasarkan RBB awal, Bank Nagari menargetkan pertumbuhan indikator keuangan di atas di kisaran 8%. Akan tetapi, kami sedang mengajukan revisi RBB ke OJK, dengan mempertimbangkan kondisi global, nasional, dan regional. Sikap kami moderat: tidak terlalu pesimistis, tapi realistis. Target nominal laba tetap di atas 2024. Kami efisiensi, namun beban bunga itu yang terbesar. Jadi, strateginya, mulai Juli-September, kami kejar pertumbuhan kredit 5%. Kami juga melakukan pendekatan door-to-door untuk nasabah lama agar memperbarui akad atau top-up pinjaman.

Untuk sektor aman (KUR, non-KUR, korporasi, sindikasi), kami masuk agresif. Di sisi DPK, kami tidak terlalu memaksakan likuiditas besar-besaran, tapi menyesuaikan dengan LDR. Kegiatan yang tidak berdampak langsung ke laba hingga akhir tahun, kami tunda. Yang berdampak langsung, kami dorong. Hak-hak pegawai (kenaikan penghasilan, tunjangan) tetap jalan. Kami mendorong tim untuk kejar target, agar laba tercapai dan kesejahteraan pegawai tetap terjaga.

Lalu, bagaimana road map pengembangan digital Bank Nagari ke depan?

Digitalisasi perbankan tidak hanya soal teknologi, tapi juga melibatkan perubahan budaya, baik di sisi bank maupun nasabah. Kami menekankan bahwa untuk bisa bertahan dan tumbuh berkelanjutan, kita harus adaptif dengan perubahan. Dengan budaya IMSTAR (Inovasi, Mutu, Sinergi, Tangguh, Amanah, Religius), tantangan digitalisasi dapat dijawab dengan baik.

Digitalisasi perbankan merupakan langkah strategis yang sangat penting bagi bank untuk nilai dan penda patan, meningkatkan efisiensi, memperluas inklusi keuangan, dan merespons perubahan perilaku nasabah. Bank Nagari memprioritaskan pengembangan layanan digital, seperti mobile banking (SuperApps Ollin by Nagari), Cash Management, QRIS, ETPD, kerja sama dengan e-commerce, digital payment dan biller-biller, serta infrastruktur TI yang andal dan aman.

Arah pengembangan ini selaras dengan Road Map BPD 2021-2025 yang menempatkan digitalisasi sebagai pilar utama. Bank Nagari mendukung inisiatif BPD-SI, berkomitmen mempercepat transformasi digital untuk memperkuat posisi sebagai bank daerah yang modern, kompetitif, dan berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. AUS

Sambil sesekali melahap es kacang merah dan ketoprak pesanannya, Gusti menapaki kembali jejak hidup yang telah dilalui. “Kalau kita unik, kita jadi somebody. Kalau tidak, kita cuma nobody,” ujarnya, seakan berbicara pada dirinya sendiri di masa lalu. Kalimat sederhana itu seolah pedoman Gusti dalam meniti karier. Untuk menjadi seseorang yang berarti, ia harus berani tampil berbeda, b ukan sekadar berjalan sebagai sosok yang biasa-biasa saja.

Lanjut baca artikel

Rekomendasi Terbaik

Mulai Berlangganan
Premium Infobank Digital

  • Akses ke Semua Artikel dari Semua Edisi Majalah Infobank

  • Baca Artikel & Majalah Tanpa Iklan

  • Kemudahan Akses di Berbagai Perangkat Web & Mobile

MULAI LANGGANAN

Beli majalah
Infobank Edisi September 2025

Rp 65.000

BELI