Lewat berbagai program dan kegiatan, LPS terus berupaya menguatkan literasi keuangan di Tanah Air. Tujuan besarnya, meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang aman dan bertanggung jawab. Melek finansial menjadi penting agar masyarakat lebih bijak memanfaatkan produk keuangan serta terhindar dari modus penipuan.
Suasana pengunjung yang memadati booth LPS dalam acara LPS Financial Festival 2025 di Surabaya Jawa Timur, 6 Agustus 2025. LPS menggelar acara ini sebagai wadah edukasi interaktif untuk meningkatkan literasi keuangan terhadap masyarakat, khususnya generasi muda.
Barat pelita di tengah gelapnya malam, literasi keuangan menjadi cahaya penting yang menuntun masyarakat agar tak tersesat dalam derasnya arus dunia finansial. Kesadaran inilah yang terus digelorakan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) melalui berbagai program edukasi. Salah satunya lewat gelaran LPS Financial Festival yang diselenggarakan di Surabaya, pada 6-7 Agustus lalu.
Acara tersebut menjadi salah satu upaya strategis LPS dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keuangan. Festival ini tak sekadar wadah hiburan, tapi juga menjadi ruang edukasi yang mendorong masyarakat lebih siap menghadapi tantangan finansial.
“Terpenting lagi, lebih mengenalkan peran dan fungsi LPS kepada masyarakat, terutama generasi muda, supaya lebih percaya dan yakin kepada lembaga perbankan. Masyarakat harus merasa aman dan nyaman, sebab simpanan mereka di perbankan dijamin oleh LPS,” ujar Didik Madiyono, Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank.
LPS menilai, di era modern yang penuh dinamika, pemahaman keuangan bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan pokok yang mesti dimiliki semua lapisan masyarakat. Melek finansial berarti memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan dengan bijak, memahami risiko, sekaligus waspada terhadap berbagai modus penipuan yang kian marak.
“Dengan bekal tersebut, masyarakat akan bisa meminimalisasi berbagai risiko keuangan, siap dengan berbagai risiko keuangan, dapat memanfaatkan berbagai produk dan jasa keuangan dengan lebih bijak, dan yang pasti dapat menghindari berbagai modus kecurangan dan kejahatan keuangan,” tambah Didik.
Pentingnya literasi keuangan juga tecermin dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan hasil survei itu, indeks literasi keuangan nasional telah mencapai 66,46%, sementara inklusi keuangan naik ke level 80,51%. Angka ini menunjukkan kemajuan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni literasi di angka 65,43% dan inklusi 75,02%. Meski begitu, peningkatan itu masih jadi tantangan bersama untuk mendorong masyarakat makin matang dalam memahami pengelolaan keuangan.
LPS memandang pencapaian itu sebagai pemicu untuk memperkuat perannya. Melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi, LPS terus berupaya agar literasi keuangan tak hanya meningkat di kalangan perkotaan, tapi juga di daerah-daerah. LPS Financial Festival pun dirancang dengan konsep inspiratif, interaktif, dan menarik agar edukasi tidak terasa kaku.
Lebih jauh, dalam pelbagai forum sosialisasi yang digelar di daerah, LPS tidak hanya menyampaikan fungsi dan mekanisme penjaminan simpanan, tapi juga mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengatur keuangan. Hal-hal mendasar seperti pentingnya menabung di bank, menghindari investasi bodong, hingga membiasakan diri mencatat arus keuangan rumah tangga, terus ditekankan. LPS ingin memastikan bahwa setiap masyarakat merasa aman sekaligus cerdas dalam mengambil keputusan finansial.
Dengan langkah konsisten itu, LPS menunjukkan komitmennya tidak hanya sebagai penjaga stabilitas sistem keuangan, tapi juga sebagai penggerak literasi keuangan nasional. Harapannya, makin banyak masyarakat yang sadar dan percaya diri dalam mengelola keuangan sehingga mampu menghadapi tantangan ekonomi dengan lebih bijak serta terhindar dari jerat risiko yang tak perlu. l
Acara tersebut menjadi salah satu upaya strategis LPS dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keuangan. Festival ini tak sekadar wadah hiburan, tapi juga menjadi ruang edukasi yang mendorong masyarakat lebih siap menghadapi tantangan finansial.
“Terpenting lagi, lebih mengenalkan peran dan fungsi LPS kepada masyarakat, terutama generasi muda, supaya lebih percaya dan yakin kepada lembaga perbankan. Masyarakat harus merasa aman dan nyaman, sebab simpanan mereka di perbankan dijamin oleh LPS,” ujar Didik Madiyono, Anggota Dewan Komisioner LPS Bidang Program Penjaminan Simpanan dan Resolusi Bank.